
setelah Nata mengajak mereka untuk duduk terlebih dahulu barulah Nata berbicara kembali
"apa kalian tau tentang pembantaian keluarga Sugera dan Terziaz" tanya Nata
"hah apa maksud mu, mereka siapa, emang ada kejadian itu dan kenapa aku tidak tau" ucap Jennie, memang kejadian itu sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu, jelas nya saat mereka semua masih kecil
"seperti nya ku pernah dengar tentang itu" jawab Vera
"kau benar, seperti nya aku juga mengetahui nya jika tidak salah" ucap Fany juga
mereka semua berfikir untuk mengingat ingat kejadian itu, Nata melihat teman teman nya yang nampak kebingungan dia langsung mengangkat bicara tetapi dia tidak jadi karena Chika lebih dulu berbicara
"ah.. aku ingat, ayah ku dulu pernah bercerita, kalau tidak salah mereka itu adalah keluarga terbesar didunia ini perusahaan mereka sudah mencapai perusahaan global, tapi ada kejadian pembantaian yang membuat semua keluarga itu mati tidak ada yang tersisa dari mereka" ucap Chika panjang lebar
"tidak itu salah, setau aku anak anak mereka berhasil selamat, tetapi tidak ada yang tau keberadaan mereka" sambung Vera
"benarka... " kata Chika terpotong
"anak anak itu adalah Leon,Jordan,dan Jordy " ucap Nata datar, tapi tidak dengan ke empat sahabat nya itu mereka sangat kaget dengan apa yang dikatakan Nata
"APAA!!" teriak mereka dengan kompak, sontak membuat Nata menutup telinga nya dengan tangan
"apa maksud mu"
"bagaimana bisa sepertu itu"
"itu tidak mungkin"
"bagaimana kau bisa tau"
tanya mereka dan itu membuat pusing Nata
"apakah kalian bisa bertanya satu persatu itu benar benar membuat kepala ku menjadi pusing" ucap Nata sambil memegang kepala nya
"hehe.. maafkan kami" ucap mereka serempak
"jadi bagaimana itu bisa terjadi" tanya Jennie penasaran
"so.. nama asli mereka sebenarnya adalah Leon Pradipta Sugera, Jordan Stevanus Terziaz, dan Jordy Stevanus Terziaz" jelas Nata
"oooo.... jadi seperti itu, tapi Nat kamu tau dari mana tentang mereka kalau mereka adalah anak anak dari keluarga Sugera dab Terziaz" tanya Chika
"karena mereka adalah kakak ku" ucap Nata santai dan membuat mereka kembali kaget
"APAA!!" teriak mereka lagi
"Nata apa maksud dari ucapan mu itu" tanya Fany
"sebenar nya aku adalah adik dari mereka bertiga" ucap Nata
Chika dkk shok dengan apa yang dibilang Nata mereka masih tidak berbicara
"baiklah akan kujelas kan, sebenar nya aku adalah salah satu anak yang selamat dari kejadian itu dan nama asli ku adalah Natalia Scorpio Sugera dan saat kejadian itu aku dan kak Leon berhasil kabur tetapi aku masuk kedalam jurang dan kak Leon saat itu tertembak oleh mereka tetapi aku tidak tau jika kak Leon masih hidup dan disana juga aku ditemukan oleh kak Harden anak tertua dikeluarga Terziaz dan mereka merawatku sampai aku sembuh, itulah saat aku diangkat menjadi anak mereka dan namaku menjadi Natalia Scorpio Terziaz SG tetapi tak ku sangka aku juga akan kehilangan mereka mafia yang membantai keluarga lama ku kembali membantai keluarga baru ku dan itu membuat mereka semua mati dan hanya aku dan kak JJ saha yang berhasil selamat" jelas Nata sangat lebar, mungkin ini lah kalimat kata kata nya yang paling panjang tetapi dengan itu dia menahan tangis nya dia karena tidak mau terlihat lemah didepan orang lain
mereka yang melihat Nata yang hampir menangis langsung memeluk Nata dan itu hampir benar benar membuat Nata menangis tetapi tetap dia tahan
"maafkan kami Nata kami tidak pernah menjadi teman yang baik bagi mu" ucap Chika dan diangguki oleh mereka semua
"jadi kalian semua udh tau kan kebenaran nya" ucap Nata
"iya, jadi ada apa kenapa kau menceritakan nya kepada kami" ucap Vera
"jadi aku ingin kalian jangan pernah mendekati ku lagi, aku ingin kalian tidak menjadi teman ku dan kalau bisa pura pura lah tidak mengenal ku" ucap Nata
"ap.. apa maksudmu itu" tanya Chika
"huh.. inti nya aku tak ingin kalian tersakiti" jawab Nata
"tersakiti apa maksudmu kami tidak mengerti" ucap Fany
"kau adalah seorang mafia, anggota mafia, kau ikut didunia kejam itu" tanya Chika
"kau benar Chika aku adalah seorang mafia"
"kenapa kau ikut kedalam dunia kejam itu, jika kau terluka bagaimana" ucap Fany
"I just want get revenge for my family"
"tapi Nat, tetap saja itu berbahaya jadi kau ikut dimafia kelompok mana" tanya Jennie
"Lest Circle" jawab singkat Nata
"APAA!!" teriak mereka lagi
"Nata, kau tau jika LC itu sangat berbahaya bukan nya sudah dikabarkan jika LC telah menghancurkan RW dalam semalam, apa jangan jangan kau ikut serta dalam perang itu" ucap Chika
"iya aku mengikuti perang tersebut" ucap Nata datar
"apa kau tidak apa apa" ucap Vera sambil membolak balikan tubuh Nata
"aku tidak apa apa kalian tenang saja"
"jadi kau adalah anggota dari LC" tanya Jennie
"bukan anggota tetapi sebagai leader nya" ucap Nata dingin
"apa, tidak mungkin kau seorang leader nya, setau ku leader mereka adalah seorang lelaki tampan" ucap Jennie
"yang kau maksud itu mungkin Zero" jawab Nata
"Zero, siapa Zero" tanya mereka
"Zero itu adalah tangan kanan dari leader LC lebih tepat nya tangan kanan ku"
"Nata, sudah kubilang kau itu mana mungkin seorang leader dari mafia kejam seperti itu, sedangkan kau sangat cantik dan elegan mana mungkin kau seorang leader itu" ucap Jennie dengan memperhatikan Nata dari atas sampai bawah
"sudah lah jika kalian tidak percaya, tapi apakah kalian ingin bertemu dengan Zero" tanya Nata
"kami bisa bertemu dengan nya" tanya Fany
"tentu saja"
"terima kasih Nata" jawab mereka serempak
setelah itu mereka bergegas kembali kekantin lagi dan Nata memutuskan ikut dengan mereka
saat sampai dikantin murid murid masih ramai disana karena memang bel tanda masuk belum berbunyi, mereka kembali ketempat biasa mereka duduk dan masih ada Rafa dkk disana
"kalian habis dari mana" tanya Zayen
"kami habis dari kelas" jawab Fany
"Nata kau sudah kembali" tanya JJ
dan hanya diangguki oleh Nata, setelah itu mereka kembali duduk ditempat mereka, tetapi ada yang aneh Rafa dari tadi selalu melihat kearah Nata
'beautiful' batin Rafa
dan tak disengaja Nata yang merasa diperhatikan pun dia menoleh kearah Rafa tatapan mereka bertemu dengan cepat Rafa memalingkan wajah nya
'sial' umpat Rafa
dan mereka pun menghabishan makanan mereka tapi tiba tia ada seseorang datang dan langsung menggebrak meja mereka
BRAKK...