The Queen Mafia And Bad Boy

The Queen Mafia And Bad Boy
chapter 8



KRINGG.. KRINGGG


bel istirahat telah berbunyi Rafa dkk pun pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sedari tadi menahan lapar yang ada diperut mereka itu, mereka menyusuri koridor sekolah menuju kantin banyak yang membicarakan mereka lebih tepat nya kepada orang yang berdiri disamping Rafa, siswa siswi RGHS banyak yang belum mengenali orang tersebut tetapi siswa siswi itu juga mengagumi nya karena dia mamilik paras yang sangat tampan tersebut, ya orang itu adalah Leon Pradipta seorang murid baru yang sudah banyak mengambil hati para siswi siswi RGHS selain Rafa dkk.


itu yang katanya murid baru itu.


iya.


beneran ganteng cuy


aslii ganteng parah, eh tapi ngomong ngomong kok anak baru itu bisa sama Rafa dkk sih bukan nya Rafa dkk gak pernah mau jalan bareng sama cowok disini, kecuali Jordan, Jordy, dan Zayen tpi kok anak baru itu bisa.


bener juga kalok mereka sama anak anak cowok lain itu pun cuma sebatas kelompok pelajaran.


tanya seorang perempuan kepada teman nya tetapi percakapan mereka bisa didengar Rafa dkk tapi mereka tidak memperdulikan omongan omongan siswa siswi tersebut dan tetap melangkah kan kaki mereka menuju kantin.


*kantin*


sesampainya Rafa dkk dikantin mereka pun jadi sorotan penghuni kantin, para penghuni dikantin pun banyak yang berbisik bisik tentang ketampanan mereka dan juga seseorang yang baru pertama kali mereka lihat sampai sampai membuat kantin menjadi berisik.


"eh mau duduk dimana kita, apa tempat biasa" tanya Jordy kepada teman teman nya itu "tentu saja ditempat biasa" jawab Zayen sambil menuju kursi yang berada dipojok kantin tersebut.


*sementara itu disisi lain*


"apaan sih kenapa ribut ribut gitu gak liat apa orang lagi makan" kesal seorang gadis cantik sambil memakan makanan nya itu "ya biasa lah para mostwanted RGHS datang" jawab santai teman nya yang berada disamping nya yang tak lain adalah Jennie dan Fany "eh tapi kalian sadar gak" tanya Vera kepada Jennie dan Fany "apa" jawab mereka kompak "bukan nya mereka berempat tapi kenapa sekarang menjadi lima" sambung Vera yang sedari tadi memperhatikan Leon "apa nya yang lima" tanya bingung Jennie dan Fany kompak "ituloh kalian liat gak" sambar Vera sambil menunjuk Leon Jennie dan Fany pun melihat kearah yang ditunjuk oleh Vera karena Chika penasaran dia pun ikut melihat yang ditunjuk oleh Vera tapi tidak dengan Nata dia tidak melihat sama sekali kearah yang ditunjuk oleh Vera tadi dan tetap fokus melanjutkan makanan nya "mungkin dia adalah murid baru yang lagi dibicarakan murid murid tadi pagi" ucap Chika tiba tiba "mungkin saja" jawab Vera sambil melanjutkan makan nya yang sempat terjeda tersebut begitu pula yang dilakukan dengan Jennie dan Fany.


setelah itu ada orang yang mendekat kemeja Nata dkk "hai seperti biasa ya kita bakal duduk disini bareng sama kalian" ucap cowok itu pada Nata dkk "ohya silahkan" jawab santai Jennie sambil melanjutkan makan nya, ya cowok itu adalah Zayen, mereka pun duduk berhadapan dengan Nata dkk, tetapi Chika terus saja menatap lekat Leon dan membuat Jordan sadar "oh iya kami lupa memberitahukan dia adalah teman lama kami namanya Leon" ucap Jordan sambil memperkenal kan Leon kepada Nata dkk "halo perkenalkan nama ku adalah Leon Pradipta aku pindahan dari Inggris" ucap Leon sambil memperkenalkan dirinya kepada Nata dkk, Nata pun sangat terkejut dibuat nya dia menatap lekat Leon menggunakan mata elang milik nya itu Nata sempat meragukan Leon yang dia kira adalah Leon sang kakak tersayang nya itu tetapi, Nata dibuat kaget karena dia melihat sesuatu di leher sebelah kanan milik Leon "halo Leon perkenalkan namaku adalah Chika Vanessa Celestia, Chika" ucap Chika memperkenalkan diri


"aku Jennieffer Heldegard Wilsent, Jennie"


"dan aku Tiffany Cordelia Haniza, Fany"


"oh iya dan dia adalah Natalia Scorpio, Nata dia memang gitu orang nya pendi-.. " ucap Chika terpotong karena tiba tiba Nata berdiri dari kursi nya tiba tiba Nata menarik tangan Leon dengan kasar "Nat kamu mau kemana" tanya Chika yang setengah berteriak karena Nata dan Leon sudah mulai menjauh "Nata mau kamu bawa kemana temen ku itu" sambar Zayen tiba tiba dengan berteriak mbuat semua orang yang berada disitu refleks menutup telinga mereka "hei bagaimana jika kita menyusul mereka" tanya Jordy kepada yang lainnya "tidak perlu untuk apa kita menyusul mereka siapa tau mereka memiliki hal privacy" jawab Jordan cepat mereka pun tidak memperdulikan Nata dan Leon dan kembali melahap makanan makanan mereka masing masing tapi tidak dengan Rafa dia nampak khawatir 'mereka akan pergi kemana apa aku ikuti saja mereka berdua tetapi arghhh...' batin Rafa histeris tetapi dia tetap memasang muka datar untuk menjaga image nya yang cool itu.


*keadaan Nata dan Leon*


"kau ingin membawa ku kemana" tanya Leon tetapi tidak mendapatkan jawaban dari Nata dan Leon pun hanya bisa diam dan pasrah dia ditarik oleh Nata, Nata membawa Leon kebelakang gedung sekolah lama sesampai nya disana Nata melepaskan tangan Leon "kenapa kau membawaku kesini" ucap Leon pada Nata "......" Nata tetap diam seperti biasa tidak menjawab pertanyaan Leon "ada apa dengan mu kenapa tidak menjawab pertan-.." ucap Leon terpotong "kak Leon" ucap Nata dengan suara lirih nya, Leon pun menaik kan alis nya menatap Nata "kau kak Leon kan" tanya Nata sekali lagi tetapi tetap sama tidak ada jawaban dari Leon "kak aku adalah Natalia Scorpio Sugera adek kakak apakah kakak lupa dengan ku, kau adalah Leon Pradipta Sugera kan" tanya Nata terbata bata karena menahan tangis nya "bu-.. bukan a-..aku bukan Leon Pradipta Sugera" ucap Leon terbata bata "kakak gak bisa bohong sama aku kakak memiliki tanda lahir kecil tepat di leher kanan kakak kan" tanya Nata kepada Leon, Leon pun tersenyum kepada Nata "ternyata benar ya aku tidak bisa berbohong kepada adik tersayang ku ini" ucap Leon sembari ingin memeluk Nata "kau hiks... beneran kak hiks.. Leon" jawab Nata sambil membalas pelukan sang kakak nya itu, tangis yang dari tadi ditahan oleh Nata tak dapat di bendung lagi tangis itupun akhir nya pecah dipelukan sang kakak "sudahlah kau tidak perlu menangis seperti itu Lia" ucap Leon pada Nata yang menangis didada bidang milik Leon tersebut "kau jahat kak hiks.. jika kau hiks.. masih hidup kenapa hiks... kau tidak hiks... pernah menemui ku" tanya Nata yang sambil menangis itu "ya aku memang jahat seharus nya aku menemui mu tetapi aku malah pergi ke Inggris dan membiarkan mu disini sendirian" jawab Leon sambil mengelus elus puncak kepala Nata "tapi bagaimana kakak masih bisa hidup" tanya Nata kepada kakaknya karena dia heran jelas jelas kakak nya telah tertembak mati didepan nya Leon pun menceritakan kejadian nya kepada Nata.


 


 


oke sampai sini dulu ya cerita nya nanti author bakal lanjut buat cerita


dan terima kasih telah mampir ke karya author


jika banyak typo maaf y karna baru belajar heheh.🙏