
BRAKK...
sontak membuat semua yang berada dikantin menoleh ke arah sumber suara begitu juga dengan Rafa dkk dan Nata dkk
"kalian para jal*ng sudah kuperingatkan, jangan pernah kalian mendekati mereka" ucap wanita itu sambil menunjuk Nata dkk
"Qilla apa yang kau lakukan, cepat pergi dari sini" ucap Rafa menyuruh Qilla pergi
wanita itu adalah Qilla, Aqila Citra Ocxsalie anak dari keluarga terbesar no.15 didunia keluarga Ocxsalie, yang memiliki perusahaan bernama Oc'X Company
"gk Raf, aku gak akan pergi dari sini, yang seharus nya pergi itu mereka dasar wanita jal*ng" kata nya sambil menunjuk Nata dkk
mereka semua telah tersulut emosi tpi tidak dengan Nata dia terus memakan makanan nya sambil melihat handphone nya, Qilla yang diacuhkan oleh Nata dia ikut emosi
"hei, kau dasar bisu kau tidak mendengarkan ucapan ku, dasar jal*ang apakah ibu mu mengajarkan mu untuk menjadi jal*ng dan menggoda om om kaya diluar sana supaya mendapat kan uang, hahaha..." ucap Qilla sambil tertawa bersama dengan teman teman nya
mereka semua sudah emosi begitu juga dengan JJ dan Leon jika ada orang yang mengungkit tentang keluarga nya, tapi mereka tidak langsung marah kepada Qilla tetapi nereka langsung melihat kearah Nata
Nata yang sedang makan pun membeku saat mendengar perkataan seseorang tentang keluarganya terlebih lagi ibu nya sendiri, Nata tak bisa menahan emosi nya lagi muka nya memerah karena menahan amarah nya dia langsung menggebrak meja dengan sangat kuat hingga meja itu menjadi retak dibuat nya
BRAKK...
"kau tidak berhak menyebut ibu ku dengan bibir kotor mu itu" ucap Nata dengan nada yang sangat dingin
semua orang yang memperhatikan mereka pun langsung terkejut saat mendengar suara yqng keluar dari bibir Nata begitu juga dengan Rafa dan Zayen karena untuk pertama kali nya mereka mendengar Nata berbicara, tapi tidak dengan Chika dkk, JJ, dan Leon mereka sudah pernah mendengar suara Nata
"ka..kau bi.. bisa berbicara" ucap Qilla gagap karena takut akan aura mengintimidasi dari Nata
Nata tidak menjawab, dia berjalan menuju kearah Qilla dkk, Qilla dkk pun mundur kebelakang saat melihat Nata berjalan menuju arah mereka dengan aura intimidasi nya
saat Nata telah berdiri didepan Qilla dia tidak berkata sepatah kata pun, dia menatap tajam kearah Qilla dkk, dan tak mau melihat lama lama kearah Qilla dkk Nata langsung menampar keras pipi kiri Qilla
PLAKK...
"itu, untuk pelajaran karena kau menghina ibuku"
PLAKK...
Nata menampar pipi sebelah kanan Qilla juga dengan tak kalah keras nya dengan yang tadi
"dan itu, untuk pelajaran karena kau menghina ibu ku menggunakan bibir kotor mu itu"
PLAKK....
PLAKK..
Nata terus menampar pipi Qilla hingga bengkak dan ujung bibir nya sampai berdarah, semua orang yang melihat kejadian itu merasa ngeri terhadap Nata
"he.. hentikan" ucap salah satu teman Qilla merasa takut
Nata menghentikan aktifitas nya menampar Qilla dan langsung menoleh kearah sumber suara
"mangka nya ingatkan teman mu ini jika berbicara jaga sedikit ucapan nya" ucap Nata dan dia langsung pergi dari kantin menuju kelas nya, Chika dkk pun ikiu dengan Nata pergi menuju kelas nya
Rafa ddk terkejut akan hal itu, karena untuk pertama kali nya mereka melihat sosok Nata yang mengerikan seperti itu dan bukan hanya Rafa dkk tetapi murid murid yang berada di kantin pun tercengang akan kejadian hari ini
KRING....
2 jam telah berlalu bel bertanda pulang telah berbunyi semua murid murid disekolah pun telah pulang, begitu juga dengan Nata dkk mereka melewati koridor sekolah, tapi kali ini berbeda, semua orang yang berada dikoridor itu seperti membicara kan sesuatu, apalagi jika buka masalah kejadian tadi siang saat dikantin
"Nat, tungguin ngapa" ucap orang tersebut sedikit berlari kearah Nata
Nata mengangat sebelah alis nya bertandakan "ada apa"
orang tersebut sudah mengerti ekspresi tersebut "Nat, kamu beneran tidak apa apa kan atas kejadian tadi" ucap nya
Nata menghembuskan nafas nya "aku tidak apa apa, apa ada hal lain Chika" jawab nya
Chika merasa senang karena sekarang sudah mau menjawab pertanyaan nya tidak seperti dulu yang hanya melakukan ekspresi yang tidak bisa ditebak oleh orang lain
"tidak apa apa aku hanya khawatir dengan mu" ucap Chika
Nata tersenyum simpul dia bahagia memiliki sahabat seperti Chika dkk "panggil saja aku Lia" ucap Nata lgi
"Lia, sebutan apa itu" tanya Vera
"itu adalah panggilan dari orang yang kusayangi" jawab nya
"berarti kau menyayangi kami" ucap Jennie
mereka pun langsung memeluk Nata karena merasa senang, setelah berbincang bincang mereka langsung kembali kerumah masing masing, saat diperjalanan ada sebuah panggilan masuk dari handphone nya
DRRTT.....DRRT..
Nata segera mengangkat nya dan melihat nickname orang tersebut dan tak lain adalah Zero sang tangan kanan nya
via telpon
Zero : halo Lia, kamu sekarang berada dimana
Nata : aku sedang habis pulang dari sekolah, ada apa memang nya
Zero : nanti apakah kau bisa datang kemarkas
Nata : tentu saja, ada apa apakah ada masalah
Zero : benar
Nata : masalah apa
Zero : kau ingat, kau pernah menyuruh ku untuk mengawasi BH bukan
Nata : ya, ada masalah apa dengan mereka
Zero : mereka habis diserang
Nata : apa kata mu barusan
Zero : akan kuceritakan nanti saat kau ada dimarkas
Nata : baiklah aku akan kemarkas nanti
setelah itu Nata memutuskan sambungan telpon nya (Nata memang menyuruh salah satu anggota nya untuk memata matai BH karena dia ingin mengetahui apa saja yang dilakukan oleh kakak kakak nya disana)
*dimansion*
beberapa menit kemudian Nata telah sampai dimansion dan langsung pergi kekamar nya untuk membersihkan diri nya, setelah selesai dia segera mengganti pakaian nya dan langsumg bergegas pergi menuju markas nya.