The Queen Mafia And Bad Boy

The Queen Mafia And Bad Boy
chapter 13



*keesokan harinya*


*dimansion JJ*


mereka pun sudah berada diruang makan. hening mengambarkan keadaangan mereka saat ini "ehm.. Lia kau harus berhati hati mulai sekarang" ucap Jordan hati hati memecah keheningan itu "emang kenapa" tanya Nata pada Jordan "karena... ya kamu harus berhati hati setiap saat" jawab Jordan gugup "aku selalu menjaga diri ku tenang saja" ucap Nata sambil memakan sarapan nya "syukurlah aku bisa tenang sekarang, tidak ada yang berbicara lagi keheningan pun kembali terasa.


"by the way, kak JJ kalian harus berhati hati juga" ucap Nata tiba tiba "hah, apa maksud mu" tanya Jordy tidak mengerti apa maksud dari Nata "dunia bawah itu sangat kejam jika kalian tidak bisa menjaga diri maka nyawa lah taruhan nya, dan aku tidak ingin kehilangan orang yang kusayangi lagi untuk ketiga kali nya" ucap Nata panjang lebar yang masih tetap meneruskan sarapan nya "Lia kamu tau jika kami berdua adalah seorang mafia" teriak JJ kompak, mereka terkejut apa yang dikata kan oleh Nata "bagaimana kau bisa tau jika kami adalah seorang mafia" tanya Jordan dengan wajah datar nya menatap Nata "aku sudah mengetahui itu sejak lama, karena gerak gerik kalian selalu mencuriga kan saat kalian berada di luar pintu hitam itu dan setelah ku periksa benar saja didalam nya sangat banyak senjata mematikan didalam ruangan itu yang setiap inci nya memiliki logo Black Hole" jawab Nata panjang lebar sambil menunjuk pintu hitam yang berada diseberang nya itu.


"huh.. baiklah kami mengakui itu, kami berdua benar adalah anggota BH sekaligus adalah tangan kanan leader itu" ucap Jordan pasrah jika identitas nya bersama Jordy terbongkar


"kenapa ingin melakukan itu, kak kalian kan tau jika dunia bawah sangat keras, dan bukan nya kalian juga membenci yang nama nya dunia bawah" tanya Nata dengan menatap JJ bergantian


"Lia maaf kan kami, kami tidak bermaksud untuk menyembunyikan identitas kami sebenar nya, kami hanya ingin melindungi mu dari bahaya, pliss jangan marah ya" ucap Jordan sambil menunduk kan kepala nya sekarang, dia takut jika adik kesayangan nya itu marah kepada nya


"huh... aku tidak marah kak, aku hanya ingin tau mengapa kalian mau masuk kedunia kejam seperti itu" tanya Nata


"karena kami ingin membalaskan dendam keluarga kita, keluarga Sugera dan juga Terziaz" jawab Jordy


'aku tidak menyangka jika alasan mereka sama seperti ku' batin Nata


"jadi.. apakah kau marah Lia" tanya Jordan pelan


"tidak aku tidak marah sama sekali, tapi aku hanya minta kalian untuk jaga diri, aku tidak mau kehilangan lagi seperti dulu" ucap Nata menunduk kan kepala nya menahan tangis


JJ pun juga merasa sakit melihat Nata yang hampir manangis itu, tidak ambil panjang JJ langsung nemeluk Nata


GREBB...


"Lia kakak janji akan selalu menjaga Lia kita akan bersama sama sampai akhir, jangan berpikir jika kita akan berpisah" ucap Jordan


"benar, Lia kami berdua sangat sangat menyayangi mu" kata Jordy yang masih memeluk Nata


tak terasa pertahanan yang dibuat Nata hancur, kini tangis nya tumpah membasahi pipi mulus Nata. pagi ini hari libur jadi mereka tidak pergi kesekolah, jadi JJ memutus kan untuk pergi ke markas dan Nata pun menyetujui nya, tentu saja bukan Nata jika dia tidak pergi saat tidak ada orang dirumah.


Nata juga pergi kemarkas LC yang ada di LA (cabang inti dari markas LC ada di Inggris karena Nata membangun LC saat dia berada di Inggris saat usia 10 tahun)


saat diperjalanan Nata tetap setia menatap jalanan karena dia sedang mengendarai mobil, dan tiba tiba handphone Nata bergetar bertanda panggilan masuk


DERTT.. DERT..


dan dilayar ponsel menunjuk kan nick name Zero disana.


via telpon


Zero : hallo Lia kau ada dimana sekarang


Nata : aku lagi dalam perjalanan menuju markas, ada apa


Nata : about what?


Zero : datang saja akan ku jelas kan saat kau telah sampai, ku tunggu


(telpon langsung dimatikan oleh Zero tanpa Nata menjawab nya)


*di markas*


para mafioso LC pun langsung menunduk kan kepala mereka untuk memberi hormat kepada Nata yang baru saja sampai di markas LC


saat Nata sudah sampai dia langsung pergi ke dalam ruangan nya, saat Nata membuka pintu dia terkejut melihat Zero sudah ada dalam ruangan nya dan duduk disofa sambil melihat laptop didepan nya


"kak, ada hal penting apa yang ingin kau bicara kan" tanya Nata sambil duduk dikursi kebesaran nya


"Red Wolf" jawab singkat Zero


"hah, apa maksud mu"


"mereka yang telah menghancurkan keluarga mu" jawab Zero dengan wajah serius kali ini


seketika wajah Nata menjadi merah menahan emosi nya "dari mana kau menemukan informasi itu" tanya Nata


"lihat lah ini" ucap Zero sambil memperlihat kan informasi tentang kejadian itu


"jadi apa yang akan kita lakukan" tanya Zero,


Nata tidak menjawab pertanyaan Zero dia terdiam


"Lia apakah kau men-... " ucap Zero terpotong


"serang"


"hah, apa kau bilang" tanya Zero memasti kan ucapan Nata tadi


"ku bilang serang mereka" jawab Nata menekan kan kata serang didalam kata kata nya


"apa apaan kau Lia mereka itu adalah mafia yang ditakuti diseluruh dunia ini, mereka saja bisa mengalah kan DB saat itu, apa kau tidak takut jika kita akan kalah" teriak Zero memberitahu kan Nata jika RW bukan lah mafia yang mudah untuk dikalah kan


"aku tidak peduli, ingat nanti malam kumpulkan semua para mafioso class A untuk menyerang RW" ucap Nata pada Zero dan dia hendak pergi dari ruangan itu


(di LC para mafioso memiliki tingkatan yang berbeda beda, ada tiga tingkat yaitu class A, B, and C. class C adalah kelas untuk pelatihan penuh pada para mafioso baru, class B adalah kelas untuk pelatihan para mafioso yang sudah menyelesai kan ujian dari kelas C, sedang kan kelas A adalah kelas yang sudah mencapai maksimal hampir setara leader dari BH dan juga memiliki tugas untuk menghancur kan yang ada nya penjualan ilegal)


"kau mau kemana Lia, aku belum menyelesai kan kata kata ku" teriak Zero karena Nata sudah berada didepan pintu ruangan itu


"aku akan pulang, dan jalan kan saja perintah ku. malam ini kita akan menyerang RW, tidak ada bantahan" ucap Nata menekan kan kata nya, Nata langsung meninggal kan markas dan kembali ke mansion.