
*mansion*
"hari ini benar benar melelahkan" keluh Nata dengan membaringkan diri nya disofa kamar nya
"apakah kak Zero telah melaksanakan tugas nya" pikir Nata
dengan segera Nata mengambil handphone nya yang berada di dalam tas sekolah nya, dan dia mengetikan nomor disana yang tak lain adalah Zero
via telpon
Nata : mengapa kau sangat lama hanya mengangkat telpon dari ku
Zero : maafkan aku, aku tidak mendengar ada panggilan masuk, karena handphoneku aku silent
Nata : ya, ya terserah
Zero : baiklah aku minta maaf, jadi jangan marah lagi ok
Nata : hmm.. jadi apa kakak sudah menjalankan perintah
Zero : ya ini aku baru saja kembali dari markas BH
Nata : jadi kapan kakak akan memulai pelatihan itu
Zero : besok hari kami akan memulai nya
Nata : semoga beruntung
Zero : ya terima ka-..
TUT..
(telpon dimatikan secara sepihak oleh Nata tanpa mendengar perkataan Zero)
'sebaik nya aku mandi terlebih dahulu' batin Nata
dengan cepat Nata pergi menuju kamar mandi nya dan meletakan handphone nya di meja
15 menit kemudian, Nata telah selesai mandi dan langsung memakai pakaian tidur nya dan pergi menuju ruang makan untuk makan malam
saat Nata sudah berada diruang tamu dia kaget karena melihat kedua kakak nya berjalan mengendap endap seperti maling, siapa lagi kalau bukan Jordan dan Jordy
"kak apa yang kalian lakukan"
reflek JJ membalikkan badan mereka kearah sumber suara
"ada apa dengan wajah kakak" tanya Nata karena dia melihat lebam dikedua wajah kakak nya ini
"ah.. hmm.. itu kami, kami.."
"Black Hole" jawab Nata dengan wajah sinis nya
"i.. iya" ucap Jordan
tiba tiba Nata menarik kedua tangan kakak nya dan mendudukan mereka disofa ruang tamu
"bi.. tolong ambilkan kotak obat dan es yang ada didapur" pinta Nata
"baik nona" jawab salah satu pelayan nya
tak lama kemudian pelayan tersebut datang sambil membawa kotak obat ditangan nya
"makasih bi"
"sama sama nona"
Nata menempelkan es tersebut di wajah lebam JJ
"aw.. pelan pelan kenapa" rintih Jordy
Jordy terus saja berbicara, berbeda dengan Jordy Jordan hanya diam dan menahan sakit, karena dia tau jika adik nya tersebut sedang marah
setelah selasai Nata mengoleskan obat ke luka lebam tersebut dengan sangat hati hati, selesai dari itu dia kembali meletakan kotak obat dan es itu didapur
saat Nata kedapur JJ duduk diam di sofa itu sambil menunggu Nata kembali dari dapur, Jordy hendak melangkah pergi namun tangan nya digenggam oleh Jordan
SET..
"ada apa lagi" ucap Jordy
"tunggulah disini" jawab Jordan menundukkan kepala
sedang tak ingin berdebat Jordy terpaksa menuruti keinginan Jordan, dan saat itu pula Nata kembali keruang tamu dan langsung duduk di sofa yang berhadapan dengan JJ
"sudah ku bilang kalian boleh masuk kedunia gelap itu, tapi yang hanya ku inginkan kalian jangan terluka, hanya itu yang ku mau" ucap Nata menatap kedua kakak nya dengan mata sayu nya
"maafkan kami Lia kami berjanji tidak akan pernah terluka demi dirimu" jawab Jordan menghampiri Nata fan menggenggam tangan nya
"baiklah kalian istirahat lah"
JJ berjalan pergi menuju kamar mereka begitu juga dengan Nata dia sudah tidak berminat untuk makan malam dan lebih memilih untuk tidur dikamar nya karena memang waktu sudah menunjukan pukul 09.00 malam
*dikamar*
Nata membaringkan badan nya dikasur kingsize milik nya, Nata mengambil handphone nya dan melihat sudah banyak sekali panggilan masuk dari Chika, Jennie, Vera, dan Fany. Nata segera menelpon balik Chika untuk menanyakan ada apa
tak lama panggilan itu berdering dan akhirnya diangkat oleh Chika
via telpon
Nata : ada apa kamu menelpon ku malam malam begini
Chika : hehe.. maaf jika aku mengganggu tapi kami sudah berencana akan berangkat ke RGHS bareng dan kami akan menjemput mu besok, apakah kau mau
Nata : baiklah terserah saja dengan mu
Chika : baiklah, kalau begitu selamat malam
Nata : ya..
setelah itu panggilan pun terputus, Nata meletakan handphone nya kembali diatas meja dan saat itu juga Nata pergi tidur karena hari ini dia merasa sangat lelah
*Pagi 05.30*
pagi hari pun tiba gadis cantik yang sedang tidur nyenyak itu terbangun karena memang dia sudah terbiasa untuk bangun lebih awal dari kedua kakak nya gadis itu adalah Nata
Nata berjalan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap siap memakai seragam nya dan bersiap turun kebawah untuk sarapan pagi nya
seperti biasa sebelum Nata kebawah dia pergi kekamar kakak nya untuk membangunkan mereka, tapi saat Nata mengetuk kedua pintu kamar JJ tidak ada yang menjawab nya jadi Nata langsung pergi kebawah untuk sarapan
saat Nata sudah dibawah dia kaget melihat teman teman JJ yang tak lain Rafa, Leon, dan Zayen. tapi Nata tetap memasang muka datar nya dan berjalan menuju ruang makan dan dia melihat JJ disana
"kau sudah bangun" ucap Jordan
"ya, mengapa mereka semua ada disini" tanya Nata sambil mengambil sarapan nya
"kami sudah berjanji akan berangkat bersama pagi ini" jawab Jordy
Nata hanya beroh ria dia kembali memakan sarapan nya dengan tenang sedangkan JJ sudah berada diruang tamu bersama Rafa dkk
*ruang tamu*
kelima laki laki yang sedang berada di ruang tamu tersebut sedang mengobrol dan sambil bercanda tetapi aktifitas itu terhenti karena mendengar suara bell, Jordan pun membukakan pintu dan dia kaget
"oh..., hai Jordan" sapa Chika
"kalian mau apa kesini"
"tentu saja ingin berangkat bersam dengan Lia" jawab Vera
"Lia" ucap Jorda
"oh itu kami memanggil Nata dengan nama itu, tapi dia menyuruh kami hanya menggunakan itu saat diluar sekolah" jelas Chika
'apakah Lia sudah memberitahukan kepada mereka, jika benar berarti dia sudah mempercayai mereka' batin Jordan
"hei.. Jordan mengapa kau melamun" ucap Vera melambaikan tangan nya didepan wajah Jordan
"ah.. maafkan aku, silahkan masuk"
"terima kasih"
Chika dkk masuk dan mereka melihat Rafa dkk diruang tamu mereka sempat kaget begitu pula dengan Rafa dkk
"kalian ngapain disini" tanya Zayen
"lah.. kalian yang ngapain disini" tanya balik Jennie
"ini rumah Jordan dan Jordy kami tentu saja datang bermain"
"dan ini juga rumah Nata kami boleh dong datang kesini"
dan akhirnya terjadi lah perdebatan antara Jennieffer Heldegard Wilsent dan Zayen Alfahry Sahdana, dan tak lama perdebatan itu dimulai Nata yang sudah selesai sarapan langsung menuju ruang tamu dan sudah melihat teman teman nya yang sudah datang
"Nata, kau sudah selesai mari kita berangkat"
"baiklah"
"hei, bagaimana jika kita pergi bersama saja" usul Leon
"benar itu hal yang tidak terlalu buruk" ucap Jordy
"baiklah, ayo kita berangkat"
dan akhirnya mereka berangkat bersama dengan mobil mereka sendiri karena Chika dkk membawa mobil mereka sendiri begitu pula dengan Rafa dkk