
jam demi jam berlalu besok adalah hari pernikahan Peony dan Jovan.
"ony..
"ya.. "
"nanti setelah nikah kita pindah ke rumah kita yang baru.. "ucap Jovan.
"pindah kemana jov.. ?"Peony sangat ingin tahu apa yang di bicarakan Jovan lebih jelas lagi.
"hmm.. rahasia semoga kamu suka "ucap Jovan dengan senyuman nya.
"huh.. kapan kita pindah? "tanya Peony kepada Jovan.
"sepertinya satu hari setelah pernikahan "
Peony hanya menjawab Jovan dengan anggukan kepala.
setelah mereka selesai mengusul kan mereka saling diam tanpa mengeluar kan satu kata pun.
"jov.. " ucap Peony memecah keheningan diantara mereka berdua.
"ya.. "
"antar aku ke salon aku ingin perawatan kulit sebelum hari H "
"baiklah ayok.. "Jovan pun menggambil kunci mobil nya dan pergi menuju garasi.
mereka berdua pergi menuju salon bintang lima.
"aku ke kantor dulu ya.. kamu di sini saja santai nanti aku jemput "
"baiklah"
"bak tolong buat nyaman calon istri saya " ucap Jovan sambil agak berteriak kepada pegawai.
semua pegawai patuh karna Jovan memiliki saham 80 % dari salon tersebut.
jam demi jam berlalu kini saat nya Jovan menjemput peony dari salon. (selamat sore tuan muda Jovan) ucap para pegawai yang di lewati Jovan.
{ salon tempat Peony berada }
(nyonya permisi sudah selesai) ucap staf yang sudah selesai mengerjakan tugas nya.
"hmm... eh maaf tadi saya ketiduran " ucap Peony sambil mengangat kedua tangan nya untuk di rentang kan .
"sejak kapan kamu menungguku disitu? " tanya Peony kepada Jovan yang saat keluar ruangan.
"baru satu menit kok "ucap bohong Jovan sebenar nya Jovan menunggu Peony setengah jam yang lalu.
namun Jovan meminta karyawan yang berada di sana tidak membangun kan Peony sampai ia memerintah kan nya .
"sana kamu tidur.. besok kan kita ada acara besar dan bunda dan papah kata nya di usahain datang besok subuh".
~setelah Peony dan Jovan sampai di rumah Peony ~
"bunda sama papah besok datang? "tanya Peony dengan ekspresi ingin mengetahui hal tersebut.
"ya. pasti datang.. soal nya anak bunda dan papah kan cuman aku saja.. " jawab Jovan bangga dengan ucapan nya.
"terus apa hubungan nya kalau kamu jadi anak tunggal? "tanya Peony yang heran karna Jovan membanggakan dirin nya sendiri.
"kan bunda sama papah ingin melihat anak satu satunya menikah " hawab Jovan menanggapi pertanyaan Peony.
"oh ok aku paham.. "
"cepat tidur besok kan hari penting kita " tegur Jovan agar Peony segera tidur dan masuk ke dalam kamar nya.
"aku belum ngantuk " jawab Peony dengan cepat dan jelas.
"cepat tidur kan besok hari behagia kita kamu harus fit " tegur Jovsn lembut.
"oh.. baiklah aku ke kamar aku dulu ya..."
peony pun berlalu pergi meninggal kan Jovan.
{ }author mau kasih info takut nya salah faham.{ }
jangan salah faham ya.. para pembaca.
Jovan dan Peony itu satu rumah tapi tidak satu kamar.. kan belum sah...
{ }
lanjut.. baca
sebelum Jovan tertidur Jovan menyiapkan cincin dan di masukan ke dalam jas nya .
ia takut terjadi hal yang tidak menyenang kan di hari pernikahan nya dengan Peony.
sehingga Jovan pun mencek semua persiapan pernikahan nya agar lancar.
*bersambung...
jangan lupa di baca ya... jangan di lewat lewat baca nya ..
vote,like,love,dan bintang liman nya ok*..