
ke esokan harinya Peony terbangun dan akan membuat sarapan.
ketika peony membuka kan pintu ia terkejut melihat makanan ke sukaan nya. bukan karna makanan nya tetapi karna ukuran nya yang jumbo dan berbentuk love.
sebenarnya peony sangat senang dengan kejutan tersebut namun peony berbohong kepada Jovan bahwa ia belum memaaf kan nya..
"jov..?
"maaf ony.. maaf aku bisa jelas kan "
"sejak kapan kamu di situ? "tanya Peony kepada Jovan.
"semalaman.. " jawab jovan singkat.
"emmm.. oke aku akan mendengar penjelasan dari kamu " jawab Peony. dan langsung pergi.
mereka pun menuju meja makan untuk sarapan.
~skipp selesai makan ~
""ayo jelas kan tentang wanita itu " ucap peony dingin tanpa ekspresi .Jovan pun mengangguk mengiyakan.
"waktu aku ke taman sebenarnya aku berbicara kepada nya untuk tidak menemui ku lagi.
ony maaf kamu salah faham aku menemui nya hanya untuk memberikan pelajaran agar tidak mengganggu kita lagi.
aku tahu rencara Gina ia merencanakan agar kita saling menjauh.
ku mohon ony percatalah keoada ku untuk selaman nya aku sangat menyayangi mu ony.
ony tolong percaya kepada ku.. aku akan menikahi mu berarti aku sangat menyanyangi mu..
Peony pun menangis mendengar ucapan Jovan ia takut jika suatu hari nanti Jovan meninggal kan nya karna wanita lain.
"ony maaf kan aku "ucap Jovan tulus sambil mengusap air mata Peony .
(humm) Peony pun menganguk walau oun hati nya masih terasa sakit.
"ony jangan sedih lagi ya.. maaf kan aku.. aku salah aku memang sangat salah kepada mu.. ony tolong jangan menangis lagi " .
setelah Peony menenangkan dirinya ia menggambil cheese cake berbentuk love ukuran jumbo dan langsung memakan nya.
sengan cara makan Peony dapat lebih tenang dan meredakan emosi nya.
"jov.. buka mulut kamu "
jovan oun menurut membuka mulut nya. ketika Jovan membuka mulut nya Peony langsung menyendok chese cake satu sendok penuh dan langsung saja di masukan ke dalam mulut Jovan
(humm) enak kan..
karna cheese cake yang di masukan ke mulut Jovan terlalu banyak Jovan pun agak tersedak.
"nih minum.. " ucap Peony sambil tertawa.
"ony. .. " ucap Jovan dengan suara memberat.
"hahahaa... kabur ada mak lampir..." ucao Peony yang langdung berlari begitu saja..
"hey... memang nya aku nenek nenek "
ucap Jovan sambil berteriak karna Peony yang Susan menjauh.
Peony pun berlari menuju keluar rumah. namun hap Peony tertang kap oleh Jovan yang lebih cepat berlari di banding kan Peony.
"lepas kan aku mak lampir.. "ucap Peony sambil menarik lengan nya.
percuma saja Peony tidak akan lepas karna Jovan menganfam tangan nya erat.
"tadi apa kamu bilang? coba bicara sekali lagi " ucap Jovan.
"mak lampir.. " ucap Peony dengan jantung yang sudah berdetak dengan cepat.
(owh... aku mak lampir ya... ) cupp... Jovan mengecup pipi peony singkat.
"kyaaaa.. apa apa an sih "degus peony kesal karna Jovan mengambil kesempatan di balik kesempitan.
"aku kan mak lampir.. mak lampir kan cewek jadi.. cewek sama cewek nyium pipi gk papa dong.. "
"eh... kamu cowok jov..."
jawab Peony yang terkejut dengan alasan Jovan.
"hemm.. siapa yang pertana kali bilang aku mak lampir? "tanya Jovan memojokan Peony.
"aku kan bercanda.. kok kamu ajak serius sih... " degus peony kesal.
"aku juga bercanda kok gk serius... hehehe "
jawab jovan.
"kamu tuh ya.. "
mereka pun kembali kejar kejaran namun kali ini berbeda karna Jovan yang berlari dan Peony yang mengejar nya.
entah berapa lama peony dan Jovan berlarian..
author juga gk tahu .. author males liat nya mesra soal nya sih. sedangkan author jomblo jadi author merasa tersakiti oleh mereka.. wkwkwk..
sekian.. maaf author jadi curhat tentang status author. jangan lupa like, komen, vote, dan bintang lima nya..