
di dalam ruangan peony,Jovan menangis melihat kekasih nya yang masih terbaring lemah saat ini peony melewati masa kritis nya namun peony masih dalam keadaan pingsan.
Jovan pun pergi dati ruangan peony untuk mengurus administrasi dan pemindahan ruangan.
setelah Jovan selesai mengurus administrasi peony pun segera di pindah kan keruangan perawatan.
"permisi tuan.. "seorang suster datang dengan impusan dan suntikan nya.
Jovan pun lebih menjauh dari peony agar suster tersebut dapat memeriksa peony.
"tadi,saya sudah menyuntikan infus nanti nona peony akan segera sadar tuan, tapi di mohon jangan membuat nya terkejut karna dapat memperburuk kondisinya" ucap suster menerangkan.
"baik sus.. terima kasih" suster pun pergi meniggal kan ruangan peony's.
tok.. tok...tok... ketukan pintu luar dari ruangan peony. sebenar nya Jovan memesan kamar khusus VIP untuk peony.
"masuk.. tidak di kunci.. "ucap Jovan saat sedang bermain ponsel.
"Jov.. dari kemarin kamu belum ganti baju.. nih baju mu cepat mandi habis itu sarapan"
ucap ibu Jovan sambil memberikan baju Jovan.
"baik bu... "Jovan pun pergi ke dalam kamar mandi yang ada di kamar itu. sedangkan ibu Jovan menjaga peony yang masih belum sadar kan diri.
setelah jovan masuk ke dalam toilet mulai terdengar air yang membasahi tubuh kekar Jovan.
Jovan pun keluar kamar mandi dengan tubuh yang sudah segar.
"Jov ayo sarapan.. "ibu Jovan pun mengeluarkan bekal yang ia bawa untuk putra semata wayang nya.
"baiklah... ibu membawa apa? "tanya Jovan dengan penasaran .
"ibu bawa udang asam manis kesukaan kamu"ucap ibu dengan semangat nya.
Jovan dan ibunya pun memakan makanan nya dan mulai berbincang bincang.
"jov.. ucap ibu dengan nada yang sedikit sedih.
"ada apa bu ?.."Jovan mulai melihat ibunya.
"kamu harus secepat nya menikahi peony.. kasihan dia hidup sebatang kara "ucap ibu Jovan.
"baiklah.. bu tapi, jangan bilang langsung kepada peony jovan takut kalau ony langsung syok.. "Jovan menerangkan kepada ibunya.
"kapan kamu memberi tahu peony? "tanya ibu kepada Jovan.
"nanti saja saat peony sudah pulih.. "
"baik bu... "Jovan hanya mengiyakan yang ibunya katakan.
12 jam peony belum sadarkan diri dan saat malam hari barulah peony sadar dari pingsan nya.
saat peony membuka matanya ia melihat sesosok yang tidak asing baginya.yang pasti itu adalah Jovan kekasih nya.
"Jov.. "ucap lemas peony.
sontak Jovan pun langsung mengahampiri peony.
"aku dimana jov? tanya peony kepada jovan.
(kamu di rumah sakit )
"mana ibu jov? tanya peony lagi,kini jovan bingung harus menjawab apa pada peony
"emmm... itu.. anu... emmm "ucap jovan terbata bata.
"ayo jawab jov... ucap peony memaksa.
"emmm... nanti aku jelaskan setelah kamu pulih... sekarang kamu istirahat ya.. "ucap Jovan dengan khawatir.
"tidak mau.. aku mau tau di mana ibu? "
tanya peony dengan keras kepala.
"ony... aku gak mau kamu sakit lagi jadi tolong nanti saja aku menjawab nya.. sekarang kamu istirahat ya.. "Jovan berbicara kepada peony dengan lembut.
"baiklah.. aku akan istirahat tapi, ingat besok kamu harus memberi tahu ku. "
"jangan besok ya.. "bujuk jovan kepad peony.
"tidak mau aku mau nya besok titik. !"
Jovan hanya menghela nafas panjang dan tidak bisa membujuk peony lagi.
bagaimana pun kalau peony sudah keras kepala itu sangat sulit untuk membujuk nya..
walau pun memohon dan berlutut kepadanya.
Jangan lupa like, komen, vote, dan love supaya author semangat bikin cetitanya..
jangan lupa vote author... nanti author bakal vote balik