
Jovan, Lola dan ibu jovan (sinta) pun pergi dari rumah peony karna peony meminta untuk sendiri saat ini.
setelah jovan, Lola dan sinta sudah tidak ada di dalam rumah nya, peony keluar kamar dan melihat ruangan yang menyimpan kenangan tentang ibu nya.
"sekarang aku sendiri di rumah.. kenapa ibu pergi secepat ini? ini semua salah ku! aku yang menyebabkan ibu celaka "
ucap peony dengan menangis tersedu sedu.
sedangkan di rumah Jovan. Jovan sangat menghawatirkan peony.
tuuuttt.... tuuuuttt... Jovan mencoba menghubungi peony namun beberapa kali mencoba tetap tidak terhubung.
percuma saja Jovan menghubungi peony, peony telah menon aktifkan hand phone nya.
kini peony tidak ingin ada seorang pun yang menggangu nya.
berhari hari peony tidak mengaktifkan hand phone sehingga membuat Jovan menjadi khawatir ,Jovan pun segera pergi menuju kediaman peony.
tok.. tok.. tok.. tidak ada suara di dalam.
jovan terus saja mengetok pintu rumah peony hingga berpuluh puluh kali. usahanya pun mendapat kan hasil peony membukakan pintu.
sontak Jovan langsung memeluk peony.
"ony.. kamu gak papa kan? kamu udah makan belum? kenapa hand phone kamu gak aktif? .
Jovan terus menerus bertanya tanpa memberi celah sedikit pun.
"aku tidak apa-apa.. tenang saja"
jawab peony .
"tapi.. sekarang aku mau nginep di sini ya..
boleh kan " tanya jovan dengan wajah yang khawatir.
"masa kita tinggal disini berdua sih.. nanti ketehuan warga gimana jov? ".
"emmm... yasudah aku ijin dulu saja ke pak rt" jawab jovan enteng.
"memang pak Rt akan mengizin kan begitu saja? "tanya peony karna mengagangap jovan terlalu enteng dengan masalah ini.
"pasti mudah saja kan alasan ku calon suami mu ".jawab jovan, seketika mata peony menjadi sinis dan menatap tajam jovan.
"kenap kamu melihat ku seperti itu? aku serius akan menikahi mu.. janji..
kalau kamu mau besok ayok semuanya udah siap kok.. "
"sejak... kamu masih di rumah sakit ... kamu bener mau aku nikahin besok? "
"aku belum siap lah... masa nikah mendadak "
jawab ketus peony.
"nyasudah kamu mau nya kapan? "
(aku sih.. maunya nanti saat aku sudah siap)
Jovan mengira akan secepat nya menikahi peony namun ia salah peony masih belum siap dengan hal itu.
"jangan sedih dong.. masa gitu doang sedih"
"bagai mana aku tidak sedih aku ingin menikah dengan mu secepat nya".jawab Jovan dengan wajah muram.
peony yang merasa bersalah pun ingin membuat Jovan senang kembali.
"jangan sedih lagi ya... aku minta maaf "
jovan hanya menjawab peony dengan anggukan.
"bagaimana aku kasih kejutan saja untuk mu "
"kejutan apa? "tanya jovan sambil menatap mata peony.
"tapi.. kamu harus janji" peony memberikan jari kelingking nya.
"aku tidak mau janji terlebih dulu aku mau kamu mangatakan nya terlebih dulu" ucap tegas jovan.
"emmm baiklah... "
"kamu harus janji tidak akan kaget atau pun syok dengan kejuatan ku ini, kamu tidak boleh memberi tahu siapa pun tentang ini kecuali izin terlebih dahulu kepada ku, dan kamu jangan sedih lagi ok. "peony berbicara sangat jelas dan teliti.
"hmmm.. baiklah aku janji" Jovan mengangkat jari kelingking nya sebagai tanda ia ingin berjanji dengan peony.
peony punmenerima kelingking Jovan.
meraka pun berjanji dengan ucapan peony yang sebelum nya.
maff ya sebelum nya cerita author pada pendek...
jangan lupa like, komen, vote, love plus kalau yang mau ngasih bintang lima.
sekian dari author terima kasih...