
setelah Peony dan Jovan membayar makanan mereka pun menuju butik gaun pengantin.
"kamu mau yang mana? pilih saja sesuka mu nanti aku tunggu di sana"ucap Jovan sambil menunjuk kan nanti ia berada.
"wahhhh... siipppp deh.. "ucap peony dengan senyum gembira nya.
peony pun memilih gaun berwarna ungu muda, dan gaun berwarna putih.
Peony pun membawa gaun tersebut ke kasir untuk di hitung total jumlah nya.
peony pun memberikan kartu yang di berikan oleh Jovan. tentu saja Peony sudah mengrtahui kode kartu tersebut.
"jov... "
"hmmm"
Jovan pun mematikan hand phone nya yang sejak tadi di mainkan ketika sedang menunggu Peony memilih gaun.
"apa sudah selesai? "tanya Jovan kepada peony.
"sudah.. ayo jov kita pulang "ajak Peony.
"kamu tidak mau jalan jalan dulu gitu? atau belanja makanan? "tanya Jovan menawari Peony.
"hmmm.. yasudah aku ingin membeli cemilan saja.. dirumah tidak ada cemilan. "
mereka pun menuju lantai satu untuk membeli cemilan.
setelah peony dan Jovan membeli makanan ringan mereka pun pulang menuju rumah peony.
di dalam mobil Jovan peony sedang tertidur nyeyak.
"ony... "Jovan membangun kan peony dengan mengusap pipi putih mulus peony's.
"hooaaammmm.. udah sampe ya.. "tanya peony.
"sudah... "
mereka pun keluar mobil dan masuk ke dalam rumah peony.
"kamu mau makan siang gak jov? kalau mau aku mau masak... "tanya Peony kepada Jovan.
"hmm.. bagai mana jika kita makan siang di luar saja ? kamu kan pasti cape abis dari mall".
"baiklah... tapi kita makan di mana? "
"di.. cafe mau tidak? "
"oke.. aku sih mau mau aja.. pergi nya naik motor ya.. biar cepat. "
"siapp.. calon istriku.. "
mereka pun pergi ke sebuah cafe. peony memesan sebuah rice boll isi mozarella dan chessee cake dengan pelengkap minuman jus stawbarry.
sedangkan Jovan memesan nasi goreng plus seafood cumi dengan minuman soda.
chesse cake adalah makanan kesukaan peony. setiap kali Peony ke restourant atau pun cafe ia selalu memesan chesee cake.
setelah mereka memekan makanan nya sampai habis. tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama jovan.
"Jovan.. " suara tersebut adalah seorang mantan pacar Jovan.
"hai jov.. "ucap wanita tersebut namun di hirau kan oleh Jovan.
"kamu kok gitu sih... apa kamu udah move on dari aku.. "tanya si wanita tersebut.
"kamu masih sayang aku kan? jov.. tolong maaf kan aku.. kamu mau balikan lagi sama aku ya.. pliisss.. aku janji gak bakal nge cewain kamu lagi...
ayo kita mulai dari awal lagi jov... kayak waktu pertama kita bertemu di smp" .
wanita itu pun duduk di sebelah jovan dan mengengam tangan jovan.
namun Jovan langsung menepis si wanita tersebut tanpa berbicara apa pun.
sedangkan peony hanya melihat tingkah wanita tersebut.
hati Peony seperti diledakan oleh bom ketika melihat Jovan di gengam oleh wanita tersebut.
tak terasa air matanya menggenang di pipi mulus peony. Peony pun segera berlari keluar cafe.
Jovan yang melihat peony menangis pun langsung berdiri dari tempat duduk nya dan akan mengejar peony.
(hap) tangan Jovan di gengam oleh wanita tersebut.
"kamu ini tidak tahu malu "Jovan pun melepas genggaman si wanita tersebut.
"kamu yang tidak tahu malu jov... "
wanita itu berteriak kepada Jovan. namun Jovan tidak nenghirau kan apa yang wanita itu bicara kan.
"sialan.. poko nya aku harus ngambil hati Jovan kembali "ucap si wanita tersebut.
setelah jovan menemui peony. jovan pun langsung menceritakan yang sebenar nya kepada peony.
"ony.. kamu jangan salah paham dulu, aku bisa jelaskan.. ayo kita duduk di sana "
Jovan dan peony pun pergi menuju kursi panjang tersebut.
"apa ynag akan kamu jelas kan.? "ucap peony datar.
"dia bukan siapa siapa aku.. dia hanya pacar aku ketika aku masih kelas delapan smp.. kamu jangan salah paham dulu.. aku sudah putus dengan nya sejak kelas sembilan smp."
"bagai mana tidak salah paham? wanita itu menggengam mu? "ucap Peony dengan tangisan nya.
"aku minta maaf.. tapi dia yang menggengamku dengan erat.. maaf kan aku ony telah menyakiti mu "
ucap Jovan tulus.
setelah menjelas kan kepada peony. Jovan pun langsung pergi membawa peony menuju rumah nya.
Jovan mengetahui jika wanita tersebut masih berada di sekitar cafe. Jovan hanya tidak ingin wanita tersebut memperlakukan nya seperti sebelum nya..
jangan lupa like, vote, rate buat author..
author udah minta di vote tapi gak ada yang mau vote author**..
author sedih.. kakak-kakak gak ada yang mau vote athor..
padahal author mau vote balik kakak-kakak yang udah vote author**..