
Jovan masih tetap berada di dalam ruangan peony hingga peony terbangun.
"jov.. "ucap peony, kini kondisi peony lebih membaik.
"ada apa ony? tanya jovan kepada peony.
"ayo cerita di mana ibu?.. "degus peony yang menunggu jawaban jovan.
"ony sarapan dulu setelah itu minum obat ya."
ucap jovan menerangkan sambil membujuk peony.
"tidak mau jov.. katanya janji sekarang bakal bilang.. ayo jov beritahu aku.. "
peony tetap saja memaksa jovan sambil mengguncang guncang kan tangan jovan.
"ony.. pliss dengerin aku biar kamu cepet pulih.. "ucap jovan dengan nada lembut.
"tapi.. jov kenapa kamu ngulur ngulur waktu terus?.. "jovan hanya terus menasehati peony.
tok... tok... tok..
"masuk.. "(jov gimana ony?) tanya ibu jovan.
"tante ibu mana? kenapa jovan gak mau jawab terus tante? ibu kenapa? "peony bertanya terus menerus tapa jeda.
"ony.. sarapan dulu ya.. setelah itu minum obat"
"tapi tante.. ony mau tau ibu ke mana?.. "
ucap peony keras kepala.
"ony dengerin tante.. tante mau kamu cepat sembuh jadi kamu turutin kata kata tante ya.."
peony hanya menjawab dengan anggukan.
mereka pun sarapan bersama. setelah peony selesai sarapan dan meminum obat ia pun mulai mengulang pertanyaan nya.
"jovan, tante dimana ibu? "
ibu jovan pun memberi kode agar cepat memberi tahu peony. Jovan yang mengerti kode yang di berikan ibunya iya pun menganguk tanda mengerti.
"sebenarnya.. emmmm.. ibu kamu me-meninggal di tempat waktu tertabrak mobil.
"apa.. jov meninggal? "peony mengulang kata meninggal untuk memastikan ia salah dengar dengan ucapan Jovan.
peony yang melihat jovan diam saja pun tanpa terasa air matanya mengalir di pipi mulus peony.
Jovan yang melihat peony menangis ia pun segera memeluk peony.
kamu bohong kan jov? ini prank? jawab jov..
jovan dan ibunya pun menangis dan terdengar ada suara yang mengetuk pintu.
"masuk".
ternyata itu Lola, Lola yang melihat pun langsung khawatir melihat peony, jovan, dan ibu jovan menangis.
"ony ada apa? kamu baik baik saja kan?
tanya Lola cemas.
"ibu.. La ibu... "ucap peony dengan suara serak.
Mendengar ucapan peony Lola pun menagis karna telah mengetahui jika ibu peony telah meninggal.
Lola langsung memeluk sahabat nya itu tangisan pun pecah seketika.
"hiks... hiks.. aku sudah tidak ada siapa sipa
lola.. hiks.. ".
"kamu gak sendirian ony disini ada aku selalu ada buat kamu. "ucap peony.
peony pun terus menangis ia sangat syok kehilangan orang yang sangat di sayangi nya.
kini ia sebatang kara ayah dan ibunya telah meninggal. kini peony tidak akan ada yang menyambut nya ketika pulang, tidak ada yang memasak makanan, tidak ada yang membangunkan nya.
peony terus menangis hingga ia tidak mau makan apa pun.
"ony makan dulu ya.. "ucap jovan.
(aku gak mau jov.. hiks...hiks..)
"ony jangan menangis lagi ya.. ibu kamu pasti bahagia di sana.. kamu jangan nangis lagi nanti ibu kamu jadi sedih kalau melihat kamu menangis"ucap Lola menenangkan peony.
peony pun makan sedikit dan itu pun harus susah payah memaksanya makan.
"sekarang kamu istirahat ya.. "ucap jovan dengan nada penuh perhatian bagai mana pun jovan sangat menyayangi peony dan akan menikahinya.
"baiklah.. peony pun menuruti ucapan jovan dan mulai tertidur..
Jangan lupa like, komen, vote, love supaya author semangat bikin ceritanya..
jangan lupa vote author nanti author bakal vote balik.. sekian dari author..