The Mafia's Twins

The Mafia's Twins
Bab 22. Neraka di dunia (Permulaan)



Neraka di dunia


Apa kalian tahu apa arti neraka di dunia tersebut?


Itu bukan hanya sebuah sajak puisi yang melengkapi sebuah narasi


Neraka di dunia adalah sebuah kejadian mengerikan yang disengaja oleh seseorang tersebut entah untuk balasan dendam merundung kesalahan melakukan emosi dan hal negatif lainnya.


......................


Hari ini Jeanne dan Jo mendapat perintah dari kepala sekolah untuk melakukan kegiatan belajar efektif di sekolah. tapi tidak hanya Keane dan Jo semua murid di sekolahan tersebut akhirnya masuk sekolah dan melakukan pembelajaran efektif.


Setelah Jeanne dan Jo sarapan bersama, mereka berdua akhirnya berangkat ke sekolah bersama dengan mobil yang di setir oleh Karl.


Kenapa mereka berdua bersama? karena Arnold yang menyuruh mereka berangkat bersama ke sekolah untuk pertama kalinya.


Tentu saja Jo sempat memberontak dan tidak mau berangkat bersama Jeanne apalagi semobil dengan Jeanne. Tapi ibunya, Felly meredakan amarah Jo dan dengan suara lembutnya merayu agar mau semobil bersama Jeanne. Akhirnya Jo luluh dan berakhir berangkat bersama dengan Jeanne.


Di perjalanan menuju sekolahpun, mereka berdua tidak bertatapan muka atau melirik sama sekali dan juga tidak berbicara atau mengobrol sama sekali.


Karena mereka sama-sama diam, yang satu ketakutan karena takut merusak mood Jo, yang satunya lagi memang seperti kulkas 100 pintu.


Karl pun yang sedang mengendarai mobil itu beberapa kali melirik mereka berdua dari spionnya. Karl pun merasakan suasana yang sangat berat disana.


"Kau harus lebih fokus berkendara pak tua, atau kau ingin kami kecelakaan di hari pertama sekolah?"


Karl sangat terkejut mendengar perkataan Jo tersebut. ternyata Jo dari tadi menyadari kalau Karl melirik mereka berdua dari spion.


Dengan panik Karl segera segera memfokuskan pandangannya ke arah jalan raya di depannya itu.


Jo menghembuskan nafas kesal sambil menempelkan dahinya ke kaca mobil untuk bersandar.


Jeanne juga sempat terkejut dengan perkataan Jo, jantung Jeanne berdegup kencang dengan setiap kata yang di lontarkan Jo tadi.


Kemudian Jeanne beberapa kali mengambil nafas dalam dalam dan menghembuskannya untuk meredakan ketakutan dan kepanikannya sambil mengelus dadanya beberapakali


Huh... Tenang semuanya akan baik-baik saja...


......................


Tak berselang lama sampailah mereka di sekolah. Mobil melaju pelan melewati jalan sekolah dan berhenti di depan teras lobby sekolah.


Begitu mobil berhenti, Jo membuka pintu mobilnya dan keluar dari mobil tersebut. Tanpa menoleh Jo pun masuk ke dalam sekolah.


Jeanne dan Karl yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum getir dan saling memandang. Dengan segera Jeanne membuka pintu mobil, dan berjalan sisi luar jok pengemudi tempat di mana Karl berada


Karl sempat ingin keluar dari mobil untuk mengantar Jeanne tapi Jeanne segera menahan pintu mobilnya. Dan Jeanne sedikit membungkuk dan berkata pada Karl


"Sampai sini saja Karl, aku bisa sendiri... Terimakasih" ucap Jeanne sambil tersenyum.


Karl hanya bisa pasrah dan mengangguk pelan menanggapi perkataan Jeanne


"Kalau begitu sampai jumpa lagi!" ucap Jeanne sambil menegakkan badannya lalu berjalan masuk ke arah sekolah.


Karl yang ada di dalam mobil tersebut melambaikan tangan kepada Jeanne yang tersenyum itu. Kemudian Karl melajukan mobilnya pergi dari teras lobby sekolah itu.


Tanpa mereka sadari, beberapa pasang mata mengamati kejadian tadi. Tatapan yang penuh kebencian dan amarah


"Ah.. Sialan... padahal aku tidak ingin mengotori kuku ku hari ini"


"Apa peringatanku itu dianggap angin saja?"


"Vivian, sepertinya dia ingin merasakan 'kasih sayang' kita" ucap Noella


"Ya kalau begitu kita harus menyayanginya dengan sepenuh hati" ucap Vivian sambil menampilkan senyum jahat di wajahnya yang cantik itu


Kemudian mereka pun segera berlari masuk ke dalam gedung sekolah yang megah itu.


......................


Brukkk


Tanpa sengaja Jeanne menabrak sesuatu di depannya, dan karena tubuh Jeanne yang tidak pernah berlatih fisik, Jeanne yang lemah itu terjatuh.


"Aduh...."


Jeanne meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya. Kemudian Jeanne dengan segera mendongak keatas. Dan alangkah terkejutnya lagi, yang dia tabrak adalah Noella.


Dengan segera Jeanne langsung berdiri dan membersihkan roknya yang kotor karena debu. Sementara Noella hanya diam sambil memasang senyum cantik di wajahnya


Jeanne kembali menatap Noella yang sedari tadi menatapnya itu. Dengan ketakutan sambil memegang ujung roknya, Jeanne membuka mulutnya


"Ah.. Aku... aku minta maaf"


"Ya aku maafkan, kau tidak sengaja kok" ucap Noella dengan cepat membalas permintaan maaf Jeanne sambil menepuk pundak Jeanne.


Mendengar jawaban Noella yang cepat dan di sertai senyuman itu, Jeanne tersenyum dengan canggung.


Tapi kemudian


Buakh!!!


Entah apa yang mendorong Jeanne dari belakang dengan sangat kuat itu sampai-sampai membuat Jeanne bertekuk lutut dan harus menahan badan bagian atasnya dengan kedua tangannya.


Tapi tak berhenti sampai situ, Noella segera menarik poni Jeanne yang membuat kepala Jeanne mendongak keatas menatap Noella


"Ya seperti ini cara minta maaf, kalau bisa kau harus sambil bersujud meminta maaf padaku" ucap Noella sambil tersenyum jahat


Jeanne yang meringis kesakitan itu mencoba memegang tangan Noella yang menarik poninya, Jeanne berusaha melepas jambakan Noella itu. Tapi sayangnya cengkraman itu terlalu kuat sampai-sampai air mata Jeanne menetes membasahi pipi Jeanne


Melihat air mata Jeanne yang mengalir di pipinya itu, Noella tertawa terbahak-bahak.


"Baru segini kau sudah menangis? Hahahaha.."


Noella menghempaskan Jeanne yang menyebabkan Jeanne tersungkur di lantai.


"Ini hanya permulaan sayang, dan ini sambutan bagimu di hari pertama masuk sekolah" ucap Noella sambil merentangkan kedua tangannya seakan ingin memeluk Jeanne.


Jeanne yang ketakutan itu menarik badannya mundur. Tapi sayangnya di belakangnya sudah ada Vivian yang menghadangnya. Hal itu membuat Jeanne semakin ketakutan dan menangis tanpa suara.


"Sebenarnya apa yang terjadi--"


Mereka bahkan tidak membiarkan Jeanne berbicara dan Vivian menarik rambut Jeanne kebelakang yang membuat Jeanne terjengkang.


" Aku tidak suka tikus yang banyak nanya~"


Jeanne berusaha memberontak supaya Vivian melepas rambut Jeanne. Tapi nihil, bukannya melepaskan, Vivian semakin menarik rambut Jeanne


"Kalau begitu sampai jumpa nanti~" ucap Noella sambil menepuk kepala Jeanne beberapa kali


Vivian segera melepas tarikannya dan melompati Jeanne sambil tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Jeanne. Kemudian Vivian segera berbalik dan mengejar Noella yang berjalan sudah agak jauh itu.


Koridor yang ramai itu seketika sepi, beberapa siswi yang bersimpati pada Jeanne segera membantu Jeanne untuk berdiri dan merapikan rambutnya Jeanne


"Terimakasih" ucap Jeanne lirih sambil kemudian berjalan pelan menuju ke kelasnya


Para siswi itu hanya mengangguk pelan tanpa suara. Mereka sendiri juga takut kalau mereka membantu Jeanne, mereka akan melakukan hal yang sama pada mereka


"Kasihan ya..."


"Iya padahal masih hari pertama"


"Entah apa yang akan dia terima nanti"


"Hush sudahlah, nanti kita juga kena"


Itulah beberapa percakapan siswa dan siswi setelah melihat kejadian tadi. Jeanne berjalan sambil memegangi punggungnya yang sakit menuju ke kelas sendirian sambil menahan air matanya agar tidak jatuh lagi.