
"Bagaimana kondisi anda . apa yang sedang anda rasakan" tanya dokter itu beruntun
"saya sudah baikan, sekarang saya sudah begitu bersemangat ingin segera meninggalkan rumah sakit ini" ucap bian diselingi tawa
"emm. untuk biaya rumah sakitnya emmm" ucap bian ragu
"tenang, biayanya sudah lunas" ucap dokter itu tersenyum
"apa.. siapa yang melunasinya" tanya bian
"tuan marvindra" ucap dokter. "baiklah mari saya antar sampai depan"lanjut dokter sedangkan bian hanya mengangguk
"jika boleh tahu siapa marvindra" tanya bian penasaran
"dia pemilik rumah sakit ini" ucap dokter. sedangkan bian yang mendengarnya hanya mangut mangut
......................
sedangkan ditempat yang lain
seorang pria tengah berjalan tergesa gesa dikoridor sekolah. sedangkan para gadis yang melihatnya sampai tak berkedip untuk beberapa detik. ia berjalan sampai ke kelas 11 Mipa
"gue harus menemui bian. gue bakal tanggung jawab. bayangan kesalahan itu selalu saja menghantui gue" batin zayn
Sesampainya didepan kelas 11 mipa ia dihadang oleh rashi didepan pintu masuk. rashi yang melihat zayn ingin memasuki ruang kelasnya langsung mencegahnya.
"Apa apaan sih lo. minggir gak" sarkas zayn
"mau ngapain lo kesini" tanya rashi.dengan tatapan tak bersahabat
"gue mau ketemu sama bian"
"bian gak ada"
"gue gak percaya" ucap zayn yang mencoba ingin menerobos namun tetap dicegah oleh rashi yang berdiri ditengah pintu hal itu tak luput dari penglihatan beberapa siswa siswi disana
"mau lo tu apasih" ucap zayn sedikit menaikkan nada suaranya
"gue mau lo pergi. jauhi bian karena cowok kaya lo itu gak pantes bersanding dengan bian" ucap rashi sedikit menekan kalimat yang ia ucapkan
Zayn yang tak tahan dengan tindakan rashi lalu mendorongnya kelantai, ia memasuki kelas dan mencari bian namun orang yang ia cari tak ada
"udah gue bilang bian gak ada" teriak rashi tepat di depan zayn
"dimana bian" tanya zayn
"gue gak tahu"
"rashi. dimana bian" ucap zayn penuh penekanan
Tapi bukannya menjawab rashi malah pergi meninggalkan ruang kelasnya hal itu membuat geram zayn. zayn mengikuti kemana perginya rashi, dan ternyata rashi memasuki ruangan perpustakaan yang sepi tak ada orang
"gue tanya sekali lagi dimana bian, kenapa dia tidak ada dikelas" tanya zayn sambil mencekal kuat pergelangan tangan rashi yang membuat sang empu merasa kesakitan
"aww sakiiitt.. lepasin ini sakit" teriak rashi
"beritahu gue dimana bian" tanya zayn lalu ia melepaskan cekalan tangan rashi
"bian udah pergi jauh. dan jujur gue gak tahu dia kemana" ucap rashi sambil memilih buku di antara buku yang lain
"pergi jauh"beo zayn
"dia diusir dari rumah sama bokapnya. dan itu semua karena elo" teriak rashi sambil menunjuk zayn
Zayn yang mendengar penuturan rashi hanya terdiam merenungi kesalahannya. disaat ia ingin bertanggung jawab disitu juga bian pergi darinya.
"kenapa. elo nyesel udah nyakitin bian iya. gue benci sama elo zayn gue benci sama lo" teriak rashi lalu pergi dengan deraian air mata
"maafin gue bi. gue janji jika gue nemuin lo gue bakal tanggung jawab"
......................
sedangkan di rumah keluarga bian, semuanya tak lagi hangat. sejak kejadian kemarin malam keluarga itu tak lagi harmonis
"azka makan dulu nak nanti kau akan sakit" ucap ibu. sedangkan azka sama sekali tak mengeluarkan kata apapun ia hanya diam dengan tatapan hampa
"kau hari ini tak masuk sekolah. ibu mau kau besok harus berangkat sekolah ya" ucap ibu namun tak ada jawaban sama sekali yang keluar dari bibir azka.
Sedangkan sang ayah hanya mengamati kedua orang tersayangnya yang didepan. jujur ia menyesal telah mengusir bian dari rumah ini dan sekarang berakibat ke azka putranya yang sejak kemarin malam tidak mau bicara.
"mm azka bukannya hari ini ada film robot kesukaannya azka" ucap ayah lalu berjalan ke arah tv dan memencet tombol on
"yah sudah selesai filmnya sekarang sudah berganti dengan berita terkini" ucap ayah saat melihat channel yang isinya berita. sedangkan azka hanya menatap datar ayahnya tanpa berucap
saat ayah ingin mengganti channel ia tak sengaja mendengar nama diberita tv itu yang membuat jantungnya hampir terlepas dari tempatnya.
..."Ditemukan seorang wanita yang sudah meninggal dengan keadaan wajah yang rusak dan mengapung disungai cikam dikota C pada hari rabu ini pukul 12 siang. korban yang ditemukan memakai seragam abu abu sma. diketahui nama korban Adiba bian aruna" Ucap reporter didalam tv....
Untuk beberapa saat semuanya terdiam, hingga sang ibu membuka suara
"itu bukan bian kita kan yah"ucap ibu menutup bibirnya yang bergetar sedangkan matanya menatap layar tv dengan berkaca kaca
"kakak" lirih azka
"ini gak mungkin. pasti itu bukan bian" teriak ayah sambil menunjuk tv
"tapi yah. saat bian pergi dari rumah ia memakai seragam sekolah. dan lihat itu diberita ditemukan koper milik bian" teriak ibu histeris. sedangkan azka ia menangis dipelukan sang ibu
"biann"ucap ayah penuh penekanan. setelah mengatakan itu ayah memegangi dadanya yang terasa amat sakit
"akhh" teriak ayah sambil memegangi dadanya. ibu dan azka yang melihat itu langsung menghampiri ayah
"ayah kenapa" teriak azka
"dada ayah sakit naakk" ucap ayah dengan mata yang memerah lalu ia terjatuh dilantai
"kita kerumah sakit ya yah" ucap ibu
"bu, azka. ayah minta maaf sama kalian, karena ayah mengusir kak bian dari rumah dan berujung seperti ini" ucap ayah
"ini semua salah ayah" ucap ayah sambil memukul dadanya
"ayah jangan kaya gini" histeris ibu
"ayo sekarang kita kerumah sakit" lanjut ibu. saat ingin membantunya berdiri ayah menolak dengan tegas
"ayah u udah gakk kuaat. a ayah mi nta ma af ya" ucap ayah tesenggal senggal
"ayah nitip i ibu azka"ucap ayah sambil sesekali menutup mata
"ayah" teriak azka. "ayo kerumah sakit" ucap azka sambil memeluk ayah
"akhhh" teriak ayah lalu perlahan ia menutup matanya
"ayahhhhh" teriak ibu dan azka
......................