
Disebuah ruangan yang terdapat banyak alat medis. ada seorang pria yang tengah berbaring dibrankar dengan keadaan seluruh tubuhnya terpasang alat medis.
"bagaimana tanda vital pasien sus"tanya dokter sembari mengecek pasien
"semuanya menurun dok" ucap suster
"dokter"lirih abimanyu sadar akan pingsannya
"tenang pak. bapak belum pulih, jangan dipaksakan itu akan memperburuk kondisi bapak" ucap dokter menjelaskan
"saya hanya ingin menemui istri dan anak saya" ucap abimanyu sambil menarik nafasnya dalam
"baik pak" ucap dokter
Sedangkan ibu dan azka yang khawatir akan keadaan abimanyu sedari tadi hanya menangis diluar ruangan.
"bu gimana keadaan ayah" tanya azka sesegukan sambil memeluk lengan ibunya
"tenang ya. kita doakan semoga ayah cepet pulih" ujar ibu
**Ceklekk
Ibu dan azka yang melihat pintu terbuka lalu berdiri dari duduknya dan menghampiri dokter dan suster yang berdiri di depan pintu**.
"bagaimana keadaan suami saya dok" tanya arumi
"keadaan pasien menurun"ucap dokter hati hati
"ayah" lirih ibu sambil menutup mulutnya mengunakan telapak tangan
"pasien ingin menemui anda. tapi saran saya jangan terlalu lama dan jangan terlalu mengajak pasien untuk bicara terlalu banyak" ucap dokter
"iya dok" ucap ibu .lalu ibu dan azka masuk saat dokter mempersilahkannya
"ayah" ucap ibu dengan deraian air mata
"azka. sini nak" ucap ayah dengan lirihnya
"ayah cepet sembuh ya. azka janji azka gak bakal bikin ayah marah marah lagi" ucap azka sesegukan sesekali ia mengelap air mata dan ingusnya dengan kerah bajunya. hal itu membuat ayah teringat akan bian
"ayah minta maaf ya. ayah salah,harusnya ayah tak mengusir bian" ucap ayah. hal itu membuat ibu merasa sakit di ulu hatinya saat melihat dan mendengar berita kematian bian tersiar di tv
"ayah yakin itu bukan kak bian" ucap ayah yang kian lirih
"udah ayah jangan banyak bicara dulu ya. nanti biar ibu yang mengurus jenazah bian.
"azka tolong jaga ibu dengan baik ya.. maaf belum bisa menjadi yang terbaik buat kalian berdua" ucap ayah lalu ia menutup mata secara perlahan. reflek ibu langsung memanggil dokter
"bagaimana keadaan suami saya dok" tanya ibu saat dojter telah selesai memeriksa abimanyu
"maaf bu. pasien sudah meninggal dunia" ucap dokter
**Jderrr
ibu yang terkejut langsung merosot kelantai dengan keadaan tatapan kosong. entahlah dunianya sekarang benar benar hancur. kemarin anaknya yang pergi sekarang suaminya juga ikut meninggalkannya**.
"jangan dilepas. aku mohon jangan lepas alat itu. ayahku tidak meninggal ayahku hanya tidur" teriak azka sambil meninju perut dokter
"azka"lirih ibu lalu menghentikan aksi azka yang sedang memukul dokter
"suster catat tanggal kematian pasien" ucap dokter
"baiklah bu. jika begitu kami permisi dulu. kami akan mengurus kematian pasien" ucap dokter lalu pergi di ikuti suster..
......................
sedangkan ditempat yang lain seorang wanita tengah berjalan kaki ditempat yang tak terlalu ramai.
"kenapa perasaanku gak enak ya. dari tadi kepikiran orang rumah" ucap bian sambil melamun tanpa melihat kiri jalan.
Saat berjalan dengan melamun bian hampir saja tertabrak mobil karena berjalan di tengah jalan.
**ckitttt
Orang yang ada didalam mobil memaki maki wanita yang hampir ia tabrak. lalu ia turun untuk mengecek wanita itu**.
"nona kau jalannya kurang ketengah" ucap dingin pria itu sambil melepas kacamata hitamnya yang bertengger dihidung mancungnya.
Sedangkan bian yang mendengar suara bass dari seorang pria seketika mendongak ke atas dan mendapati seorang pria tampan dengan pahatan wajah yang sempurna dengan memakai pakaian casual, tak lupa wajah dingin yang pria itu miliki.
"maaf pak. saya tidak tahu" sadar bian lalu berdiri dari jongkoknya
"dia wanita yang kutolong kemarin" batin pria
"kau mau kemana" tanya pria itu dingin
"dingin banget sih" batin bian
"gak tahu juga pak. saya aja bingung mau ngapain, saya gak punya tempat tinggal" ucap bian sambil gigit bibir
"siapa namamu" tanyanya
"bian" ucap bian yang sedikit takut karena sedari tadi pria itu bicara dengan nada dingin dan jangan lupa tatapan matanya yang tajam.
"kebetulan aku sedang mencari art yang mau bekerja dirumahku. karena art yang lama sedang cuti untuk beberapa bulan"ucap pria itu
"benarkah" tanya bian dengan senyuman manisnya.. "aku sangat membutuhkan pekerjaan itu" batinnya
"tapi bapak serius. tidak berbohong kan" tunjuk bian dengan tatapan memincingkan matanya
"jika tak mau ya sudah" ucapnya lalu memasuki mobil hendak pergi namu dicegah oleh bian
"aku mauu" teriak bian diluar mobil
Sedangkan pria yang duduk didalam mobil langsung tersenyum kecil tanpa ada yang melihatnya.
...----------------...