
~7 BULAN KEMUDIAN
Disebuah rumah yang bisa dibilang sangat mewah terlihat seorang perempuan tengah berjalan dengan sedikit kesusahan, ia berjalan menggunakan anak tangga padahal dirumah tersebut sudah ada lift untuk naik kelantai atas.
Cklekk
Perempuan itu membuka pintu lalu ia memasuki sebuah kamar yang sangat luas berwarna abu abu dan disitu terlihat seorang pria tengah tertidur dengan damainya dengan balutan selimut yang menutup seluruh tubuhnya.
"sudah jam 7 pagi dia belum bangun juga.. Ckck" ucapnya. Lalu ia berjalan ke arah jendela dan membuka jendela agar udara segar masuk kedalam ruangan.
"baik akan ku tunggu sampai kapan dia akan tertidur sangat pulas" ucapnya dengan senyuman khasnya
Tak membutuhnya waktu yang lama untuk menunggu pria itu terbangun. Wanita itu melihat pria itu sedikit terusik oleh tidurnya.
Dan perlahan kedua mata itu terbuka, hal yang pertama pria itu lihat adalah seorang wanita dengan senyuman yang lebar tengah duduk disofa ruangannya.
"selamat pagi pak galan" ucap bian
"selamat pagi juga bian" ucap galan sambil tersenyum ke arah bian
"apa sudah sejak tadi kau berada dikamarku" lanjut galan
"baru saja pak" ucap galan
"aku sudah menyiapkan pakainnya. Aku akan menunggu dibawah ya" ucap bian sambil berdiri dari duduknya
"eh tunggu" ucap galan saat melihat bian melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamarnya
"iya pak" ucap bian setelah menoleh
"kau selalu saja memanggilku pak. Sudah ku bilabng Panggil saja aku galan" ucap galan sambil turun dari ranjangnya
"ah. Baiklah galan ada apa" ucapnya
"bagaimana keadaan bayi ini" ucap galan sambil menunjuk perut besar bian
"dia sangat aktif dan sehat uncle" ucap bian sambil menirukan suara anak kecil dan disambut tawa oleh galan
"apakah aku boleh menyentuh perutmu. Aku ingin merasakan tendangan kakinya" ucap galan dengan hati hati
"silahkan uncle" ucap bian. Galan yang mendengar itu langsung menurunkan tubuhnya sejajar dengan perut besar bian lalu menyentuh perut bian dan mengelusnya hal itu langsung mendapat respon tendangan yang sangat dirasakan oleh galan
"dia menendang bian" ucap galan begitu semangat
"emm galan. Apakah aku boleh bertanya" ucap bian sambil mengamati wajah galan yang tampan yang sedang menyentuh perutnya dengan alas baju bian
"boleh. Katakan saja" ucap galan
Sedangkan galan yang mendengar itu langsung mendongak ke atas menatap wajah bian. Lalu berdiri dan memegang kedua pundak bian
"kenapa kau bertanya seperti itu" ucap galan
"aku merasa kau seperti menyembunyikan sesuatu dariku" ucap bian. "kau membedakan diriku dengan semua orang yang bekerja dirumah ini. Padahal aku dan mereka sama sama seorang pembantu" lanjut bian
"karena kau memang berbeda dari mereka bian" ucap galan lalu mengendurkan tangannya dari pundak bian
"aku pernah bilang padamu. Bahwa aku didunia ini sudah tak memiliki keluarga, semuanya pergi meninggalkan diriku termasuk cintaku" ucap galan lalu berbalik badan dan membelakangi bian
"agnes.. Apakah istrimu agnes yang selalu memasuki mimpimu" ucapan bian membuat galan menoleh ke arahnya. Yah galan sudah menceritakan kehidupannya pada bian bahwa dirinya sudah pernah menikah dengan seorang wanita bernama agnes. Namun bian belum pernah melihat wajah ayu agnes.
" kau belum tahu banyak tentang mendiang istriku”
"agnes adalah istriku. Dia sudah meninggal 2 tahun yang lalu" ucap galan dengan matanya yang sedikit mengembun
"lalu apa hubungannya denganku galan. Kenapa saat kau menceritakan tentang cintamu kau selalu saja bilang bahwa aku bisa mengobati rasa rindumu" ucap bian penasaran
"wajahmu" ucap galan. Bian yang melihat galan tengah sedih langsung menuntun galan untuk duduk disofa ruangannya
"ma. Maafkan aku galan. Gara gara aku kau jadi seperti ini. Aku tak akan pernah membahas seperti ini lagi" ucap bian yang hendak pergi namun dicegah oleh galan
" tunggu bian, Dengarkan aku. Wajahmu sangat mirip dengan mendiang istriku" ucapan galan membuat bian terdiam dari tempatnya
"kau pasti tak akan percaya dengan semua ini. Mari ikut aku, akan ku buktikan padamu" ucapan galan lagi lagi tak direspon oleh bian
"apa ini. Karangan macam apa yang tengah dia bicarakan" batin bian sambil mengamati galan yang tengah membawa sebuah bingkai foto yang besar
Dan saat galan menunjukkannya ia sangat kaget. Kenapa wajah pengantin wanitanya sangat mirip dengannya. Apa apaan ini. Sunguh bian sangat terkejut bahkan ia sampai tak berkedip saat menatap seorang wanita yang memakai pakaian pengantin berwarna putih.
"kau pasti tak percaya tapi inilah kenyataanya" ucap galan
"aku terkejut sangat terkejut galan. memang ada didunia ini yang memiliki wajah yang hampir sama tapi melihat wajah ini sama persis dengan wajahku bahkan tak ada bedanya" ucap bian lalu perlahan ia berjalan mundur dan langsung berlari keluar dari kamar galan sambil memegangi perutnya yang besar tapi saat berlari ia malah kepleset dan terjatuh dilantai.
Brukk
"akhh.. Perutku sakit sekali"teriak bian namun sedetik kemudian ia panik karena dipahanya mengalir sebuah cairan merah
"BIAAANNN" teriak galan saat mendapati bian terjatuh berlumuran darah dikakinya
"bian kau harus kuat aku akan membawamu ke rumah sakit" ucap galan
"ini sakitt sekali galan" teriak bian saat galan mengangkat tubuhnya
"bersabarlah bian" lirih galan. Jujur ia sangat panik saat melihat bian terjatuh dengan genangan darah.