THE LIFE OF A BIAN

THE LIFE OF A BIAN
episode 2



Setelah pulang dari sekolah bian hanya duduk termenung didalam kamarnya. bahkan ia seperti mayat hidup. air mata tak henti mengalir membasahi pipinya, ucapan zayn selalu tergiang ngiang di kepalanya.


TOK~TOK


“bian.. sayang buka pintunya nak. kamu dari tadi pagi sampai siang belum makan loh. nanti kalo ayah pulang dari toko terus tau kamu belum makan nanti malah ibu yang kena marah” ucap ibu arumi (ibu bian)


Bian yang mendengar perkataan ibunya dari balik pintu merasa dadanya begitu sakit bahkan matanya sekarang sembab karena terus menangis. ayahnya sangat menyanginya selalu memberikan apa yang bian mau, tapi bagaimana jika sampai ayahnya tau jika putrinya sudah sangat kotor.


“ibu” lirih bian dengan deraian air mata


“maafin bian. bian salah” lanjutnya


“bian. kamu dengar ibu bicara kan. sekarang buka pintunya”teriak ibu arumi


“kamu baik baik aja kan nak” lanjutnya


“apa mungkin bian tidur ya”lirih ibu arumi. lalu setelah itu ibu arumi melangkah pergi menjauhi kamar putrinya. tapi baru beberapa langkah putra kecilnya memanggilnya.


“ibu” teriak Azka


“iya nak. ada apa”tanya ibu sambil melangkah menghampiri putranya


“kak bian dari pulang sekolah gak keluar ya dari kamar” tanya azka. azka adalah adik satu satunya yang paling bian sayangi. azka sekarang baru menginjak usia 11 tahun yang artinya dia masih sd kelas 5


Hingga sampai makan malam pun bian belum juga turun untuk makan


“tumben bu bian belum turun. biasanya kalo soal makan dia gercep” tanya ayah abimanyu


“ibu rasa akhir akhir ini putri kita sepertinya sedikit berubah”ucap ibu arumi. “dari pola makannya, dulu bian tidak terlalu banyak makan tapi sekarang makan nya sangat banyak dan juga kemarin malam saat ibu mau menuju kedapur ibu mendengar suara bian muntah. apa bian sedang sakit ya yah”lanjut ibu


“kalo kak bian sakit lebih baik bawa kak bian kerumah sakit aja bu” ucap azka sambil sekali memandangi kedua orang tuannya


“ayah mau ke kamar bian dulu ya” ucap ayah


baru saja sampai di depan kamar bian, knop pintu pun terbuka dan menampilkan sosok bian yang tersenyum. sebelum keluar bian berdandan agar wajahnya tidak kelihatan sehabis menangis.


“ayah udah dari tadi disini”ucap bian sambil menampilkan senyuman manisnya


“ayah baru sampe eh bian kesayangan ayah ini langsung keluar”ucap ayah diselingi tawa


“tapi tunggu. kenapa wajah anak ayah yang satu ini terlihat seperti habis menangis”lanjut ayah sambil menelisik wajah bian. sedangkan bian sedikit gugup dengan pertanyaan ayahnya.


“e eh. i ini emm bian tadi kelilipan”ucap bian berbohong


“bian habis menangis”tanya ayah


“enggak yah. bian tadi pas mandi kelilipan gak tau apa” ucap bian


Saat dimeja makan bian menahan mual. entah lah ia tidak suka dengan makanan yang ada dimeja,rasanya ia ingin muntah saat melihat makanan di atas meja. ibu yang melihat adegan itu merasa ada yang aneh pada diri bian.


“bian kok gak dimakan sih makanannya, apa gak suka ya sama masakan ibu”ucap ibu. sedangkan ayah dan azka langsung melihat ke arah bian


“bian kamu sakit” tanya ayah saat melihat bian membungkam mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


“kak bian kok muka nya pucat sih”tanya azka. walaupun bian dandan simple tapi muka nya masih terlihat pucat. “lebih baik kedokter aja ka,biar azka ya yang nemenin kak bian kedokter”lanjutnya


“mungkin kak bian telat makan jadi mual kaya gini” ucap bian. lalu ia ingin memasukkan makanan kedalam mulutnya tapi malah ia rasanya sudah muntah,lalu ia bergegas pergi meninggalkan ketiga orang yang ada dimeja makan.


Saat ini bian ada di kamar mandi kamarnya. ia mengeluarkan sesuatu yang ada diperutnya yang membuat ia sedari tadi mual. tapi yang keluar hanyalah cairan bening.


“kenapa akhir akhir ini gue sering sekali mual”ucap bian. lalu ia keluar dari kamar mandi dan menuju kasur empuknya untuk mengambil benda pipih berwarna hitam itu.


“gue harus mencari tahu tentang tanda tanda yang sering gue rasakan saat ini”ucap bian. dengan gerakan cepat ia membuka aplikasi mbah google dan mengetik tanda tanda yang sering ia rasakan dan klik. ia terkejut saat jawaban dari google ini. kenapa jawabannya mengarah ke ibu hamil,pikir bian.


“enggak bian. ini pasti salah,gak mungkin gue..”ucap bian terhenti saat ia berfikir jika ia hamil. “tapi gue baru ngelakuin sekali itu pun pakai pengaman”lanjut bian. ia sangat takut apa yang difikirkan itu benar. ia juga telat tamu bulanan.


TOK~TOK


“bian. bian”teriak ibu dari luar pintu. “kamu baik baik aja kan nak”lanjut ibu


“iya bu. bian baik baik aja”teriak bian


“bian gak makan dulu ya bu. bian masih kenyang, soalnya tadi bian udah makan roti dikamar jadi masih kenyang”teriak bian. ia tak sanggup jika harus membuka pintu.


“beneran kamu udah makan”tanya ibu. ia merasa ada yang disembunyikan oleh bian terhadap dirinya


......................


Setelah makan malam selesai kedua orang tua itu langsung memasuki kamar mereka sedangkan putra kecilnya langsung tidur sehabis makan.


“apa putri kita sudah mengenal pacaran bu” tanya ayah


“ibu tidak tahu yah. tapi yang jelas setiap pagi dia selalu mual dan saat ibu bertanya ia hanya menjawab mungkin karena kebanyakan begadang bu” ucap ibu


“sudah berapa lama dia selalu mual”tanya ayah


“ibu hanya melihat adegan itu selama 3 hari ini yah” ucap ibu. “apa yang sedang ayah pikirkan”tanya ibu. karena melihat suaminya tengah duduk melamun menatap kosong kedepan


“ayah takut jika bian salah pergaulan”ucap ayah. “ayah takut jika bian akan mengecewakan ayah. bian selalu meminta apa pun dan ayah kabulkan itu selagi ayah mampu” ucap ayah. ayah bian hanyalah penjual roti dan kue ditoko nya. toko nya tidak terlalu besar


“jangan terlalu dipikirkan yah. mungkin apa yang bian katakan kepada ibu itu benar” ucap ibu .


“ya semoga apa yang dikatanya itu benar” ucap ayah