THE LIFE OF A BIAN

THE LIFE OF A BIAN
Episode 4



“gue cinta sama lo. elo mau kan kasih apa pun itu buat gue”


“selamat anda hamil”


“jika bian hamil, gue bakal kasih banyak uang buat di gugurin kandungannya”


Kata kata itu bagaikan sayatan tajam yang melukai dirinya. ia begitu pilu saat dokter menyatakan bahwa dirinya tengah hamil. ia takut jika zayn tidak mau bertanggung jawab akan hal ini.


“Gue harus bilang sama zayn kalo gue hamil” ucap bian sambil memandangi kertas putih yang menyatakan bahwa dia positif hamil


Tok tok


“biaann. makan malam sudah siap” ucap ibu


“iya bu. bentar lagi ya”teriak bian. lalu dengan tergesa gesa ia menyembunyikan kertas hasil kehamilannya di bawah bantal tempat ia tidur.


......................


“selamat pagi ibu, ayah, azka” ucap bian


“selamat pagi juga”ucap mereka bersamaan dengan iringan tawa


“andai aku juga bisa tersenyum seperti mereka”batin bian dengan mata berkaca kaca


“loh sayang kamu kenapa. kamu mau nangis ya”tanya ayah. seketika itu ibu dan azka menoleh ke arah bian


“kamu kenapa bian”tanya ibu


“gak papa bu. bian seneng banget punya keluarga yang begitu penuh kasih sayang”ucap bian


“bener gak ada yang lain” tanya ibu


“bener bu”ucap bian


“oh ya bu. bian mau langsung pamit berangkat sekolah aja lah. bian belum laper” ucap bian sambil menyambar tasnya. “dadah semuanya”lanjut bian lalu melenggang pergi


“biaann makan dulu. tadi malam kamu cuma makan sedikit loh”ucap ibu.


......................


Sesampainya di gerbang sekolah bian ingin menuju ke kelasnya, namun sebuah tangan dari belakang menahan pergelangannya.


“Zayn”lirih bian


“mm.. gue mau bilang sesuatu yang penting buat lo. gue udah nungguin lo lama dari tadi” ucap zayn. karena di halaman depan sekolah masih sepi zayn berani mendekati bian.


“tapi zayn. gue saat ini sedang ham.. ”ucap bian terpotong kala ada seseorang yang memanggil namanya


“bian” panggil rashi


“ada apa”tanya bian. bukannya menjawab rashi malah menarik tangan bian dan membawanya ketempat yang sepi


“berita tentang kehamilan lo sudah tersebar. sekarang tinggal menunggu lo dipanggil ke ruang kepsek” ucap bian dengan pandangan mengiba


“untuk masalah ini gue bener bener gak bisa bantu lo. gue kecewa sama lo, gue bener bener gak bisa berkata kata lagi. gue harap zayn akan bertanggung jawab”ucap rashi lalu pergi meningglkan bian. tapi tanpa mereka sadari zayn mendengarkan semuanya.


“ini semua gak mungkin terjadi. gak mungkin sampai dia hamil” batin zayn


“bian” ucap zayn dengan lirihnya. setelah menoleh bian kaget mendapati zayn tengah dibelakangnya dengan tatapan yang tak lepas dari dirinya


“aku hamil” ujar bian


“aku hamil calon anakmu”ucap bian sesenggukan. sedangkan zayn ia hanya diam


“gugurkan” ucap zayn datar


Degg


Bian terdiam dengan pandangan lurus kebawah, air mata turun tanpa diminta. bibirnya terasa kelu. bagaimana bisa seorang ayah menginginkan anaknya mati.


“ini anakmu zayn”ucap bian dengan suara lirihnya


“aku tidak menginginkan anak itu” ucap zayn. sedangkan bian langsung menutup kedua matanya.


“gue udah denger semuanya tentang yang elo bicarakan dengan temanmu itu ditaman kemaren”ucap bian


“bagus kalau elo udah denger. gue minta gugurkan kandungan itu, karena gue gak sudi punya anak dari lo”.ucap zayn


“elo mau gugurin kandungan itu sendiri atau mau ku bantu” ucap zayn


“gue bisa sendiri” ucap bian dengan bibir yang bergetar.


“ini cukup” ucap zayn dengan melemparkan uang ratusan di muka bian dengan kasar


“ini ada uang cukup buat lo gugurin. jika kurang dateng aja ke gua, nanti biar gue kasih uangnya” ucap zayn lalu pergi dari hadapan bian yang sedang menangis tersedu sedu


“gue gak akan gugurin anak ini zayn gak akan pernah”...