
Ryouta dengan berani berdiri di hadapan monster yang sekarang sudah bangkit kembali itu.
Dengan tatapan mata yang serius, Ryouta merapalkan sihirnya.
Simbol bintang kemerahan muncul dari belakang tangannya, saat simbol itu semakin besar, cahaya kemerahan menyelimuti tubuh Ryouta.
Lalu bola api keluar dari simbol sihir di belakangnya dan menyerang monster dengan lima kepala itu.
Serangan Ryouta berhasil mengenai perut monster sampai berlubang cukup besar.
Melihat kemampuan itu,para guru menjadi kagum kepada Ryouta.
Namun walaupun serangan Ryouta sebelumnya mengenai telak tubuh monster itu, itu hanya akan beregenerasi lagi dan akan kembali seperti semula.
Ryouta dan para guru senior tampaknya sudah tidak terlalu terkejut dengan kemampuan monster itu.
"Ini akan sedikit lebih lama dari yang kupikirkan"ucap guru dengan kaus tangan.
"Guru, makhluk ini tidak akan mati jika kita tidak menghancurkan mereka secara bersamaan sampai menjadi debu, atau menyegelnya" balas Ryouta.
"Haa aku tau itu, sebaiknya kau mundur saja, aku yang akan membereskan sampah besar bodoh ini".
"Aku juga bisa membantu, bahkan ak-"
"Sudah tugas seorang guru untuk melindungi muridnya, sebaiknya kau selamatkan yang lainnya dan segera pergi dari sini ".
"A-".
Saat Ryouta hendak bicara, monster besar itu menyerang dengan sebuah tombak hitam yang muncul dari tubuhnya.
Dan berhasil di blokir oleh teknik guru berkacamata menggunakan benteng tanah yang di keluarkan nya.
Walaupun benteng itu meleleh akibat terkena racun yang berada di tombak hitam saat tertancap.
"Racun?, Ini semakin merepotkan karena harus bertarung sambil melindungi" kata guru pria itu dengan wajah sedikit khawatir.
Lalu monster itu merapalkan mantra sihir yang sama seperti sihir peledak sebelumnya dengan kekuatan yang lebih besar.
Mengetahui itu, salah seorang guru langsung memasang pelindung sihir yang berbentuk seperti kubah setinggi 40m.
Namun berhasil hancur karena tak kuat menahan ledakan.
Walaupun hancur, dampak ledakan berhasil di redam.
Namun monster itu kembali membacakan mantra yang sama.
"Apa-apaan makhluk ini, apa dia tidak punya batas mana sihir?"kata pria yang memasang pelindung.
Karena 10 orang guru yang bisa menggunakan sihir pelindung sekarang kekurangan sihir, Ryouta akhirnya menggunakan kemampuan nya dan memasang batas penghalang.
Walaupun begitu, itu tetap tidak bisa menghentikan monster yang masih mengumpulkan energi ledakan.
Ryouta yang berpikir sekarang waktunya untuk menyerang, bergerak dengan kecepatan tinggi dan mengayunkan pedangnya ke leher monster itu.
Di ikuti 5 orang guru lainnya dengan jurus mereka masing-masing.
Serangan mereka semua berhasil mengenai makhluk itu.
Dan hanya menyisakan satu kepalanya saja.
Tapi monster itu masih bisa memukul mereka semua yang masih di udara.
"Duaak!".
Mereka semua terlempar,namun tidak sampai terjatuh dan masih bisa berdiri.
Karena sudah terluka sangat parah, monster itupun ingin meledakkan dirinya bersama seluruh orang dan kota.
Bernika yang sadar langsung berlari memegang pedang sihir nya.
Tubuh monster itu bercahaya terang dan akan segera meledak.
Dan di saat momen menegang kan itu, entah dari mana seorang pria dengan pakaian pelayan berdiri dengan tenang di depan monster yang akan meledak.
Sontak Bernika, para guru, Ryouta dan semua orang terkejut sekaligus kebingungan.
Rambut pria itu yang tadinya coklat perlahan-lahan berubah menjadi putih perak dari bawah keatas.
Dan matanya yang tadi biasa saja kini berubah seperti kristal salju yang indah.
Pria misterius itu adalah Diagra yang menyamar menjadi pelayan di pesta dansa sebelumnya.
"Menjauh darinya, benda itu akan meledak!"teriak salah satu guru yang belum sadar akan siapa Diagra.
Di menit-menit sebelum Diagra muncul sebenarnya aku sudah bersiap untuk memunculkan diri ku dalam mode raja agungku, "ini akan menjadi momen di mana karakter kuat misterius muncul dan mengalahkan monster yang tak bisa di kalahkan oleh semua orang, hehehe...di tambah mungkin ini akan menjadi saat pertama kali raja agung menampakan dirinya". Saat aku akan melompat ke monster itulah Diagra yang pertama muncul dengan sangat keren menurut ku.
"Oooiiiii!!"teriak ku dengan kesal di dalam hati.Karena aku berpikir kalau Diagra mengambil momen terpenting dalam hidupku.
Semua orang yang melihat Diagra muncul, terdiam dengan keterkejutan di wajahnya masing-masing.
Ketika monster itu akan meledak seketika tubuhnya langsung membatu tertutup kristal putih transparan.
Bernika dan Ryouta kaget.
Guru-guru pun juga terkejut.
"Lenyaplah, hancur lah dalam kebodohan mu karena sudah menghalangi tuanku" ucap Diagra dengan dingin.
Dan aku yang menganggap kalau kata-kata nya itu keren, menjadi kesal.
"Awas kau Diagra, aku akan menghukum mu suatu saat nanti, lihat saja".
Tubuh monster itu langsung terpotong secara vertikal lalu hancur berkeping-keping dalam sekejap.
Karena puing-puing kristal yang berterbangan, membuat orang lain kesulitan untuk melihat apa yang dilakukan oleh Diagra.
Bahkan Bernika penasaran dengan orang yang mengalahkan monster-monster itu,dan dalam sekejap Diagra menghilang dari mata semua dengan sangat cepat.
Aku semakin kesal karena Diagra yang pergi secara misterius bagaikan orang kuat yang misterius, membuatku sangat iri.
"Apa-apaan itu?-".
"Duaak!".
"!!!"2×.
Tubuh dua pria dengan jubah aneh tiba-tiba terlempar di tengah-tengah semua orang yang sedang kebingungan itu. Termasuk Bernika dan Ryouta.
"Si-siapa mereka?" Tanya seorang guru.
"Mereka adalah tikus-tikus lainnya yang bersembunyi, saat pesta masih di mulai aku menemukan mereka sedang melakukan hal yang mencurigakan, ketika aku mengikuti jejak mereka, mereka sedang melakukan sihir pemanggilan yang aneh, jadi aku langsung melawan mereka. Namun itu membutuhkan banyak waktu karena mereka sempat kabur dan bersembunyi".
Kata seorang siswa pria yang tampak seperti karakter utama di komik Jepang, dengan rambut coklat berkilau.
Ryouta yang melihat siswa itu seketika berekspresi tidak senang dengannya.
Siswa itu adalah Koyuki Masamune.
Yang peringkatnya berada di urutan kedua setelah Bernika di dalam academy sebagai siswa berprestasi.
Sedangkan aku sedang menggendong Axton dan Baul yang pingsan karena shock di kedua pinggang ku.
Akhirnya insiden itu pun berakhir dengan rasa penasaran dan kebingungan semua orang.
Besoknya...
Setelah para staf dan guru academy kerajaan membereskan kekacauan akibat insiden kemarin, para murid di ijinkan untuk kembali ke kampung halaman mereka masing-masing.
Terkecuali Bernika yang menunda kepergian nya, dia merasa harus mengetahui alasan penyerangan itu, dan mencari tau siapa pria yang muncul saat insiden itu.
Para guru kembali berkumpul di ruang rapat membahas tentang insiden kemarin.
"Bagaimana dengan penyelidikan nya?" Pria dengan kumis dan kacamata satu di mata kanannya.
"Berdasarkan pengakuan para siswa dan tamu yang terlibat,kami menemukan kalau dua orang yang di tangkap oleh Koyuki adalah bawahan dari raja iblis".
Beberapa guru agak tersentak kaget dengan pernyataan itu.
"Haa.. aku sudah menduga ini, tapi mereka langsung menyerang academy secara terang-terangan seperti ini, belum lagi beberapa murid berprestasi masih terluka akibat misi terakhir kali".
"Apa raja juga sudah mengetahui hal ini?".
"Ya, beliau sudah mengetahui nya, dan langsung mengirim ksatria elit untuk menyelidiki kasus ini, dan para tamu yang terluka serta keluarga siswa yang menjadi korban meminta ganti rugi ke pihak academy sekaligus untuk biaya tutup mulut".
"Huu...ini benar-benar merepotkan, kalau saja kita datang sebelum kejadian itu", kata guru Bayuni.
"Dan bagaimana dengan penyelidikan kalian mengenai orang yang mengalahkan monster itu?".
"Saat ini kami belum mendapatkan apa-apa, tapi sepertinya dia menyamar sebagai salah satu pelayan academy".
"Kalau begitu lanjutkan saja terus penyelidikan kalian, dan pertemuan ini sampai di sini, kembali ke kelas kalian masing-masing" kata kepala academy.
BERSAMBUNG