THE GREAT KINGS

THE GREAT KINGS
Chapter 14



Di pagi yang cerah kami akhirnya melanjutkan tugas yang diberikan academy dan mencari orang-orang yang tampaknya bisa kami jadikan narasumber untuk tugas menyebalkan ini. Sudah lewat beberapa jam namun kami tidak menemukan satu pun yang bersedia, bahkan seorang petani yang tengah memanen gandum juga enggan untuk bicara kepada kami bertiga, aku bertanya-tanya kenapa mereka seakan menghindari kami seperti bertemu dengan bandit, yah aku paham kalau wajah kedua idiot yang bersamaku ini memang tampak mencurigakan tapi ini cukup aneh, mereka seperti ingin menyembunyikan sesuatu.


"haa..aku sudah lelah, sebaiknya kita kembali ke penginapan saja, aku benar-benar sudah tidak tahan lagi" keluh Axton sambil berbaring di rerumputan saking lelahnya.


"tapi kita belum mendapatkan apa-apa, akan merepotkan jika kita tidak segera-"


"ahhh masa bodoh aku tidak peduli lagi, hei Baul bukankah kita bisa membuat laporan nya bahkan tanpa harus melakukan hal merepotkan ini?, kau tau kan maksudku?"


"kalau bisa seperti itu maka aku tidak perlu datang ke tempat ini, bodoh".


"ha! apa kau bilang?..haa lupakan saja aku terlalu lelah untuk bertengkar dengan mu".


Saat kami tengah beristirahat seorang gadis dengan gaun putih dan topi jerami di kepalanya dengan rambut biru yang tampak berkilau saat terkena cahaya matahari berjalan melewati kami, tentu saja Axton dan Baul langsung bersemangat ketika melihat seorang wanita cantik lewat di depan matanya.


"sialan, tuh cewek cantiknya bukan main ***" Axton yang tatapannya terfokus pada satu titik ke arah gadis itu.


"tuh cewek mau gak yah kenalan sama kita?" ucap Baul dengan wajah anehnya ketika melihat wanita cantik.


Sementara aku entah mengapa merasa tidak nyaman dengan aura milik gadis itu, terutama sesuatu yang ada di dalam tas keranjang yang di bawanya, seperti aku mencium bau yang aneh.


Tepat beberapa saat setelah kami terus memperhatikan gadis itu, dia kemudian sadar dan menoleh kearah kami bertiga dan sepertinya tampak sedikit tertarik lalu mulai berjalan menuju tempat kami bertiga.


"ah! dia datang"


"ada apa, apa mungkin dia akhirnya sadar ada pria tampan yang memperhatikannya dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama?", ucap Baul sambil menyisir rambutnya dengan tangan.


"apa yang kau katakan?, sudah pasti dia datang untuk menemui pangerannya disini", Axton yang sambil membuka kancing kerahnya dan berpose aneh.


"(apa yang orang-orang bodoh ini lakukan?)". pikir ku yang bingung dengan tingkah para idiot ini.


"permisi?, aku sepertinya belum pernah melihat kalian disini, apa kalian orang baru?" tanya gadis itu dengan wajah penasaran.


"iya kami datang dari academy kerajaan untuk menyelesaikan tugas sekolah" Axton yang menyisir rambutnya dengan tangan sambil bergaya


"ooohh jadi kalian dari kerajaan?, aku belum pernah bertemu dengan orang kota sebelumnya"


"oh? Jadi ini kali pertama mu? Seperti nya kau beruntung bertemu kami nona, sebagai orang kota pertamamu, aku jadi merasa terhormat" ucap Baul dengan gaya sok keren yang gak dengan wajah bulat nya.


"i iya sepertinya begitu?"


"aku juga baru tau kalau di desa seperti ini akan ada wanita secantik dirimu" Axton dengan wajah menggoda nya.


"e eh!?" tampak bingung


"apa nona yang cantik ini sudah punya pacar?" Baul dengan senyum anehnya yang akan membuat orang lain merasa jijik.


Wajah gadis itu menjadi datar melihat tingkah menjijikan Axton dan Baul dengan tatapan kosong di wajahnya,


["apa yang sebenarnya dilakukan kedua idiot ini, membuat orang malu saja, aku menyesal mengikuti mereka" ].


Tapi kemudian gadis itu mengambil beberapa bunga dari keranjang di tangan nya dan berkata sambil memasang wajah sedih


"sebenarnya aku sedang menjual bunga yang baru kupetik sendiri dari tadi, tapi belum ada satupun yang mau membelinya padahal aku mau membeli obat buat nenek yang sedang sakit" dengan ekspresi sedih dan memelas, siapapun pria yang melihat itu pasti akan menuruti kemauannya.


"ha? Kau pasti bercand-?!"


Sebelum aku selesai bicara kedua idiot itu tanpa pikir panjang langsung membeli semua bunga gadis itu dengan wajah penuh semangat.


"aku akan membelinya tenang saja, nona kau tidak perlu khawatir lagi sekarang " ucap Axton sambil mengangkat tangan kanannya.


"aku juga akan membeli semuanya, jadi kau akan bisa membelikan obat untuk nenek mu"


"eh benarkah?, aku takut merepotkan kalian".


"tenang saja kami punya banyak uang, lagi pula kami ini bangsawan" ucap Baul dengan sombong.


Mendengar kata-kata Baul senyum licik muncul di wajah gadis itu


"eh jadi kalian bangsawan? Aku tidak menyadarinya tadi , maafkan aku jika mengganggu kalian"


"ha dasar orang bodoh " kataku mengejek dari belakang mereka berdua


"katakan berapa harga nya?"


"ka kalau begitu semuanya 50 koin emas"


"oi!" aku.


Mereka langsung membatu setelah mendengar itu.


"gadis ini ingin merampok ya? 50 koin emas itu bahkan sudah setara dengan modal diriku ketika menjadi raja agung dan aku bahkan masih harus mengambil beberapa dari bandit yang ku tabung untuk mendapatkan uang".


Note//(Maksudnya tabung di sini itu, Key membiarkan beberapa bandit/penjahat untuk merampok orang lain dan setelah itu dia akan merampok kembali para bandit itu dan mengambil jarahannya...itu dia lakukan ketika gabut).


"ka kalau 50 koin emas sepertinya akan sulit bahkan bagi kami"


Wajah gadis makin menurun sambil menatap mereka


"ta tapi jika kami menggabungkan uang nya aku rasa itu akan cukup" panik.


Walaupun bilang begitu yang terkumpul hanya 35 koin emas saja, tentu saja aku tidak memberi uangku.


"hehe hanya ini yang kami punya kalau bisa terimalah"


Wajah gadis itu langsung menunjukkan ekspresi yang mengatakan"apa kalian ini benar-benar bangsawan,aku kira kalian gembel dengan uang segini"tanpa bicara.


"baiklah tidak apa, ini bunga nya semoga ini berguna untuk kalian "


"itu gak akan berguna"dalam hatiku.


"i iya sama-sama"


Lalu gadis itu pergi dengan wajah puas dan senyum licik di wajahnya meninggalkan Axton dan Baul seperti orang orang bodoh, tapi mereka memang bodoh si.


"haa dia sangat imut ketika tersenyum"Axton.


"iya,aku sampai meleleh"Baul.


"dasar bodoh kalian baru saja di tipu, kalian memberinya semua uang di kantong baju dan celana kalian".


"eh?"


"eh"


"ha?


"eh"


"eeeeeeeehh!?"


"kenapa kau tidak bilang dari tadi?"


"kau pasti bercanda kan, lagi pula kalian pasti tidak akan mendengar ku".


"uangkuuuuu!"×2.


......................


Di tempat lain


"dasar orang bodoh,hehehe aku bisa dapat uang berkat kalian, sebaiknya aku tidak kasih tau ibu ah, aku ingin menghabiskan semua uang ini untuk diriku saja" Rita menari-nari dengan ekspresi bahagia di wajahnya.


Sementara itu sesuatu keluar dari dalam gua yang gelap dan menuju desa.


^^^~BERSAMBUNG ~^^^