
Gelar bangsawan terendah sampai tertinggi.
(1) Knight; gelar yang di berikan pada seseorang karena telah berjasa untuk kerajaan.
(2) Baron(untuk wanita Baroness); Gelar turun temurun yang di wariskan pada mereka yang memiliki kemampuan untuk memimpin kelurga.
(3) Viscount (Viscountess); gelar yang lebih tinggi dari Baron.
(4) Earl; gelar ini berada di bawah Marquess dan kedudukan nya di samakan dengan count.
(5) Count(Countess); gelar ini memiliki bermacam status dalam urusan daerah di wilayah nya.
(6) Marquess (Machioness); gelar ini lebih tinggi tingkatannya dari Count.
(7) Prince(Princess); ini adalah gelar yang di berikan pada keturunan raja. Namun masih di bawah Duke.
(8) Duke (Duchess); gelar ini berada di bawah Raja. Duke di sandang oleh pemimpin militer negara dan di pandang layak di mata keluarga kerajaan.
(9) King(Quen); Raja atau Ratu yang memimpin kerajaan dan gelar tertinggi dari semua gelar bangsawan, kecuali dengan pihak gereja yang di percaya penghubung dengan dewa. Namun masih di bawah Emperor.
***
Sebelumnya Rossebed dan lima ksatria sihir yang bersamanya di teleport ke bagian terdalam hutan terlarang oleh pria misterius bernama Diagra.
Sekarang mereka didatangi oleh orang misterius lainnya dengan topeng bulat hitam serta seragam besi hitam yang selaras dengan topengnya, dan bersamanya sebuah tongkat hitam legam di tangan belakangnya.
Rossebed yang penasaran bertanya padanya,
"Siapa lagi kau ini?, aku sudah muak dengan manusia yang muncul dengan misterius seperti mu".
***
Ksatria lain di belakangnya juga sepertinya sependapat dengan Rossebed, mereka semua mengarahkan pedang nya kepada ku dengan tetap waspada.
["Lancang!, beraninya kau bicara sombong seperti itu pada raja agung tertinggi"].
Mereka yang mendengarnya kebingungan dengan kata-kata yang ku ucapkan. Dan Rossebed pun kembali berbicara.
"Raja?, Apa maksudmu raja, jangan bilang kalau kau adalah raja para kera itu?, lelucon apa yang kau gumamkan?".
"Heh sepertinya ketakutan kita sia-sia, ternyata orang yang datang malah seorang badut dengan pakaian besi aneh" salah seorang ksatria yang sedang mengejek penampilan ku.
"Tuan Rossebed lebih baik kita minta dia untuk menunjukkan cara kembali ke pasukan lainnya, kalau dia tidak mau bicara kita akan menyiksanya sampai dia tahu siapa kita" ksatria dengan pedang mencolok dan gaya yang menyebalkan.
"Tunggu dulu.., sebaiknya kalian pikirkan dengan baik, memangnya ada manusia yang biasa yang bisa hidup di tempat seperti ini?, Kalau ada bukankah itu aneh kalau dia lemah?" Salah satu yang berdiri di samping kiri Rossebed dengan perisai besar.
(Itu ada benarnya, kami tidak boleh sembarang bertindak seperti sebelumnya, memang aku merasa ada yang aneh pada pria ini, tapi dia sedikit berbeda dengan pria berambut perak sebelumnya).
Mereka semua yang tengah berdiskusi dan tidak memperdulikan ku benar-benar membuat darah ku mendidih, karena sudah tidak tahan aku lalu memerintahkan tongkat ku untuk menyerang salah satu dari mereka.
Dan tanpa tau apa yang terjadi ksatria dengan gaya menyebalkan itu langsung terbunuh dengan tongkatku, sampai membuat kepala nya hancur berkeping-keping.
"Apa-?!", Rossebed yang terkejut melihat anggota nya tewas dengan cepat di depan matanya menjadi benar-benar khawatir dengan kekuatan ku.
"Sialan! aku tidak bisa melihat itu datang".
"Sungguh kecepatan yang tinggi".
"Tuan Rossebed!, Sebaiknya kita-"
"Kalau sudah begini kita tidak punya pilihan lain, ayo semuanya kita serang bersama jangan biarkan orang ini menyerang balik!".
Mereka semua maju ke hadapan ku dengan berteriak dan menggunakan sihir terkuat masing-masing-, dua orang berhasil mengenai tubuh ku sedangkan dua orang lainnya menyerang ku dengan sihir, di tambah Rossebed dengan gaya pedangnya yang kuat berhasil mengenai topeng ku.
"Haha makan itu, tidak mungkin kau bisa-?!".
"Apa tidak ada goresan sama sekali?".
"Ini- apa-apaan dengan baju besi nya itu, aku tidak tahu ada yang seperti itu?".
Rossebed juga terkejut karena ini kedua kalinya jurus terkuat nya di patahkan dengan mudah.
"Pakaian nya itu pasti terbuat dari sesuatu yang berbeda, karena tidak ada jenis besi yang tidak bisa ku tebas dengan jurus pedang ku walau itu hanya menggoresnya saja, itu terbuat dari bahan yang sama sekali belum pernah di temukan manusia atau siapapun".
"??!".
**
[Tentu saja itu karena baju besi milik ku terbuat dari mineral vibranium yang tak sengaja ku temukan saat sedang melakukan misi raja agung dengan Celine 2 tahun lalu, awalnya dia tidak tahu jenis mineral ini karena belum pernah ada yang menemukannya, namun karena aku sudah tahu kalau ini sangat berharga jadi aku menyuruh nya dan para kera bumi untuk menambang mineral ini. Mereka bertanya padaku untuk apa, dan aku memberi tahu mereka tentang kehebatan vibranium sampai mereka semua bahkan Boo sampai terkejut].
Dan aku mengetahui itu semua berkat film superhero yang ku tonton bersama temanku dan adik lelakiku di kehidupan sebelumnya, karena di sana juga tidak ada mineral seperti vibranium karena hanya fiksi ilmiah saja.
["Saa... Sekarang waktunya kalian merasakan hukum sang raja agung,... bersiaplah karena aku tidak akan menanyakan tujuan kalian datang kemari dan mengganggu kami"].
Setelah mendengar Rossebed dan yang lainnya kembali merasakan aura tekanan yang mereka rasakan saat kedatangan Boo, tapi kali ini lebih kuat seratus kali daripada itu.
***
Di tempat lain seorang wanita dengan gaun yang cantik dan topi lingkar di kepalanya yang menunjukkan kemenawannya tengah menyeduh teh di mejanya bersama dengan wanita berambut merah darah dengan pakaian seragam militer bernama Bellanca.
"Aku ingin tahu bagaimana berita mengenai misi penaklukan yang di pimpin oleh Count Rossebed saat ini".
"Jangan khawatir yang mulia, Rossebed pasti akan menyelesaikan misi yang di berikan padanya dengan baik".
Wanita itu tertawa kecil mendengar nya
"Kau bahkan tidak menyebut nya tuan padahal status nya lebih tinggi dari mu".
"Bagi saya hal itu tidak terlalu penting".
Wanita itu kembali tersenyum lembut.
"Seperti yang ku harapkan dari rival ku si gadis Phinix Api Bellanca Dalbert, kau memang tidak peduli dengan hal seperti itu ya. Dan bukankah sudah aku bilang untuk memanggil ku seperti biasa saja kalau kita sedang berdua seperti ini, lagi pula kita ini kan teman sekelas".
"Haeh baiklah, kau memang merepotkan ya tuan putri atau harus ku bilang sang Garuda Emas terkuat kerajaan, tuan putri kedua kerajaan Emine Worthiness?".
"Oh ayolah bahkan julukan ku lebih jelek dari milikmu-, dan kesampingkan dulu itu, sekarang aku benar-benar bosan, seharusnya aku juga ikut dalam misi itu" Emine yang sedang mengeluh di atas mejanya.
"Biarkan saja, itu hanya misi biasa lagi pula monsternya hanya kera bumi, itu tidak akan membuat mu atau aku akan puas".
"haaa..tapi tetap saja rasa bosan ini sangat membosankan,kau tahu?".
"Haa kau ini".
"Oh iya! Bukankah kelima anak Duke itu juga ikut dalam misi?".
"Ya aku dengar mereka di paksa oleh ayah mereka untuk ikut agar bisa mendapat pengalaman, tapi pengalaman apa aku juga tidak tahu".
"Omong-omong di antara mereka siapa yang menurutmu lebih baik? Apa ada dari mereka yang membuat mu tertarik?".
"Jangan bercanda, tidak ada yang menarik dari mereka semua, aku benar-benar benci dan muak dengan sikap percaya diri mereka yang tidak tau tempat-, bagiku hanya satu orang saja yang sangat luar biasa di dunia ini".
Emine langsung paham pada kata-kata Bellanca.
"Ah! Oh iya kau itu kan siscon akut".
Bellanca langsung menyemburkan teh yang di minum nya karena kaget dengan kata-kata Emine.
"A-ap apa yang ka kau katakan hah? Aku tidak seperti itu, itu hanya karena aku sangat menyayangi Key!" Bellanca yang terbata-bata membalas Emine.
"Dan bukannya kau yang seharusnya memikirkan itu?karena pria bernama Vos itu sangat mencintai mu sampai dia bilang akan melakukan yang terbaik pada misi kali ini!", Bellanca yang bicara dengan sedikit panik dan sangat cepat itu menunjuk kearah Emine.
"Hah? Aku kan sudah bilang tidak peduli, kenapa kau malah membicarakan hal bodoh seperti itu?" Emine yang membalas dengan nada kesal.
"Kalau kau tidak suka jangan bertanya seperti itu dari awal, dasar putri tomboy!".
"Hah! Apa katamu barusan? Dasar wanita licik".
Mereka bertengkar seperti anak kecil dan saling menjambak rambut satu sama lain.
"Dasar dada besar sialan!" Emine yang menampar payudara Bellanca.
"Kyaa!...dasar wanita tak bermoral, padahal kau putri tapi melakukan pelecehan seperti itu-" Bellanca yang mencubit pipi dan hidung Emine sampai memerah.
Karena mereka sangat berisik, seorang pelayan paru baya yang terlihat maskulin dengan kumis di wajahnya yang mengenakan tuxedo dan sedang berjaga di luar pintu memberi kode agar mereka bisa lebih tenang.
Dan merekapun seketika langsung berhenti dan kembali duduk di tempat masing-masing sambil merapikan rambut yang acak-acakan karena perkelahian.
"Haa walaupun begitu aku jadi ingin bertemu dengan adik laki-laki mu, kira-kira seperti apa dia".
"Hemp Key itu sangat hebat, dia bahkan terus memuji masakanku" Bellanca yang terlihat sangat bangga membicarakan adiknya itu.
(Bukankah itu karena dia tidak mau mati olehmu? Kalau boleh jujur makanan buatan mu itu bisa membunuh seekor naga tau, dan aku heran bagaimana adikmu masih hidup setelah memakannya? Aku jadi kasihan).
"Oh iya aku juga sudah bertemu dengan saudara perempuan mu, kalau tidak salah namanya Bernika kan?".
Mendengar nama Bernika entah kenapa wajah Bellanca menunjukkan ekspresi jijik dan kesal yang membuat Emine terkejut melihatnya.
***
Kembali ketempat Diagra dan Boo sedang bertarung melawan pasukan kerajaan.*
Separuh pasukan sudah tumbang oleh kristal yang di keluarkan Diagra dan kera Boo juga sudah mengalahkan Bag. Para anak Duke itu semuanya tak sadarkan diri dan yang hanya tersisa tinggal 50 prajurit yang terluka parah.
"Sebenarnya a...apa yang terjadi?...".
"Kita... di kalahkan dengan mudah...oleh monster lemah...aku tidak mau menerima ini" seorang prajurit yang terluka dan berbaring di tanah.
"Apa kita semua akan mati di tempat seperti ini?" Prajurit wanita yang masih memegang pedangnya.
Mereka sudah putus asa dengan pertarungan yang berat sebelah ini, dan di tambah pemimpin mereka telah di kirim ke suatu tempat lain dan Bag juga yang sudah di kalahkan.
*"Apa yang membuat mereka berpikir kalau kita ini lemah, padahal mereka sendiri sudah dikalahkan, dan kita bahkan tidak membunuh mereka semua" Diagra yang menyandarkan pipi di tangan kanan itu bingung kepada pasukan yang tidak terima kekalahan mereka.
"Mereka masih beruntung karena kita tidak mengambil nyawa mereka di sini".
"Kau benar Boo-san, mereka sudah menerima belas kasihan yang mulia tetapi tetap saja sombong. Jika saja beliau mengizinkan ku untuk-" Diagra yang berbicara dengan nada lembut.
"Hentikan itu Diagra, yang mulia menyuruh kita untuk hanya memberi pelajaran pada manusia-manusia yang berani mengganggu nya, ingat itu jangan melanggar perintah nya".
"Aku tau itu Boo-san, kau pikir aku orang yang melakukan semaunya sendiri?".
(Kau memang orangnya seperti itu).
"Dan aku penasaran kenapa yang mulia tidak ingin menyingkirkan para serangga yang menganggu itu" Diagra kemabali memegang pipi kanannya.
*"Apa mereka bicarakan dari tadi?, Aku merasa kalau kami sedang di rendahkan" salah satu prajurit yang masih berdiri berbicara dengan nada kecil.
Lalu dia berpikir untuk lari sendiri dari tempat itu tanpa mereka sadari, namun Diagra langsung melihat nya dan tiba-tiba saja tubuh prajurit itu tidak bisa bergerak.
"Ap apa yang terjadi? Tubuh ku ti..dak...bisa ber..gerak".
Diagra dan Boo yang melihatnya menjadi bosan dan mereka berpikir untuk membiarkan nya seperti itu saja sampai mendapat perintah selanjutnya.
***
Rossebed dan anak buahnya yang sudah kelelahan karena bertarung melawan ku berbipikir untuk sekali lagi menggunakan sihir suci dengan menggunakan sisa energi sihir mereka.
"Kami sudah berusaha menyerang nya dari tadi namun bahkan sehelai rambut nya saja kami tidak bisa...dan sudah 2jam kami bertarung bahkan matahari hampir terbenam".
"Tuan Rossebed kami sudah menggunakan hampir seluruh sihir untuk bertarung di pertarungan tadi, jadi kita tidak bisa menggunakan sihir suci ditambah Silvc juga sudah mati, kita kekurangan orang".
"Kalau begitu carilah jalan keluar dari hutan ini sementara aku menahannya dan kabarkan pada raja tentang makhluk berbahaya ini".
"Itu mustahil untuk anda, bahkan dengan gabungan kita semua saja tidak bisa mengalahkan monster itu. Terlebih lagi... yang kita lawan bukanlah dirinya tapi hanya senjata nya saja!".
Mereka semua sampai terdesak seperti ini, itu karena melawan tongkat besi adamantium milikku. Mereka melihat putus asa kearahku yang terkena cahaya matahari terbenam yang menembus dedaunan pohon seakan berharap kalau aku akan memberi mereka hidup.
["Ini sudah menjadi sangat membosankan, sebaiknya ku selesaikan dengan tangan ku sendiri saja"].
Melihat ku maju tubuh Rossebed dan ksatria nya langsung menggigil.
(Sebaiknya sejak awal aku tidak mengambil misi ini, kenapa ini harus terjadi padaku?. Aa... Berly... keponakan ku yang manis, sepertinya paman tidak akan kembali untuk merayakan ulang tahun mu, padahal aku sudah memilihkan kado untuk mu), pikiran Rossebed yang sudah benar-benar putus asa dan mengingat keluarga nya.
Melihat wajah nya aku berpikir untuk secepatnya menyelesaikan ini, ["jika kau memang tidak mau mati maka sejak awal jangan melakukan sesuatu yang tidak bisa kau tangani, sekali kau masuk ke neraka maka kau tidak akan bisa kembali lagi"].
Mendengar kata-kata ku mereka memutuskan untuk berjuang sampai akhir walaupun mereka sudah tahu bagaimana akhirnya. Tangan yang memegang pedang dan kaki yang gemetaran itu, beralrih menuju padaku sambil berteriak dengan suara yang terdengar seperti keinginan untuk hidup.
Disaat mereka berlari kearah ku,
~Segel Penghukum~ terbuka...~Hukuman Raja~
Setelah mengucapkan mantra dengan segel tangan, sebuah bola hitam transparan menahan Rossebed dan yang lain di dalamnya, sebuah tekanan besar menghentikan tubuh dan jiwa mereka seakan sejak awal tubuh mereka memang seperti itu.
["Dengan ini sudah selesai"].
Lalu tubuh mereka yang ada di dalam bola transparan itu tertiup seperti butiran debu lalu lenyap tanpa mengeluarkan suara ataupun angin.
"Haa... Akhirnya selesai juga, kenapa mereka tidak mau lari, padahal dari tadi aku sudah memberi mereka kesempatan untuk kabur, agar semua orang tahu kalau di dalam hutan ini ada seorang raja agung seperti ku-, dan aku tidak menyangka kalau sihir yang biasa nya kugunakan untuk membersihkan sampah bisa berguna untuk pertarungan".
Mereka semua sangat bodoh, karena itulah aku benci ksatria, mereka terlalu mencintai harga diri dari pada nyawa.
Dan karena disini sudah selesai aku berpikir untuk pergi ke tempat Diagra dan Boo untuk melihat kerjaan mereka.
***
"Apa yang mulia sudah selesai dengan urusan nya, ya?".
"Itu bukan urusanmu Diagra-, apa yang beliau lakukan itu tidak perlu di ketahui oleh-".
Di tengah Boo masih berbicara, aku pun tiba di situ dengan angin yang berhembus di malam hari. Saat mereka melihat ku mereka berdua dan para kera bumi lainnya terkejut akan kedatangan ku.
"Ya- yang mulia!" Sentak Boo yang kaget.
Sementara Diagra yang membungkuk hormat dengan tangan kanan di dada dan satu di belakang berkata.
"Senang bertemu dengan anda yang mulia, apa anda juga sudah selesai?".
"Tidak sopan Diagra, jangan bertanya seperti itu pada yang mulia raja-!".
["Tenanglah Boo... Tidak apa-apa"].
"Maaf yang mulia" tunduk Boo.
Saat aku melihat kesekitar aku tidak menemukan satu pun kera bumi yang terbunuh. Namun yang kutemukan malah tubuh para prajurit yang tumbang tak sadarkan diri, bahkan ada beberapa yang tampaknya tidak bisa bergerak. Dan yang paling membuat ku terkejut adalah mereka semua hanya pingsan dan terluka parah sampai hampir mati. Aku tahu karena aku melihat energi sihir di tubuh masing-masing prajurit itu masih menyala.
[Hebat mereka melakukan semua ini namun masih bisa untuk tidak membunuh bahkan salah satu prajurit pun.].
["Diagra lepaskan sihir mu, aku ingin bicara dengan salah satu dari mereka"].
Diagra pun menjentikkan jarinya
~tak!~.
Akhirnya tubuh prajurit yang tidak bisa bergerak semua nya kembali normal.
"Ha..ha...ha... Apa..apa yang terjadi, aku masih hidup?".
Mereka semua kebingungan apa yang terjadi dan memeriksa tubuh masing-masing.
Setelah bisa bergerak, aku maju ke hadapan salah satu dari prajurit itu. Dan berdiri melayang di atasnya, aku pun mendekatkan wajahku dengan nya dan berkata.
["Jika kalian ingin hidup segera pergi dari sini, aku tidak memberi kalian kesempatan lain jika kalian masih keras kepala"].
Mendengar ku prajurit itu mengangguk dengan cepat dan sambil mengeluarkan air mata seperti akan menangis. Dan mereka bergegas menaiki kuda untuk pergi tapi
["Tunggu..."].
Mereka yang mencoba pergi itu langsung berhenti saat aku mengatakan tunggu dan kembali ketakutan.
["Kenapa kalian langsung pergi sementara semua tubuh rekan kalian masih terbaring di tempat ini, jika kalian ingin pergi maka bawa kembali mereka juga karena aku tidak ingin ada sampah di wilayah ku"].
Mendengar itu mereka langsung memasukkan dan menaikkan prajurit yang lain yang tak sadarkan diri ke atas kuda, dan aku juga menyuruh mereka untuk melucuti zirah prajurit dan ksatria itu dan memberikan nya pada kera bumi.
Setelah semua itu selesai mereka semua bergegas kembali sambil membawa kabar yang juga ku katakan pada mereka kalau Rossebed sudah tewas di tanganku.
"Akhirnya tenang juga, mereka memang pengganggu brengsek" setelah mengatakan itu aku naik ke atas Boo dan istirahat bersama Diagra di situ, tapi aku terus merasa aneh di belakang leherku seperti ada yang bernapas dengan kencang di belakang ku sepanjang perjalanan pulang kami.
BERSAMBUNG