
Sebelumnya para ksatria kerajaan yang di pimpin oleh Count Rossebed di beri misi untuk menyelidiki tentang kejadian aneh di hutan terlarang yang di perkirakan ulah dari para kera bumi.-
Saat ini seluruh pasukan sedang berhadapan dengan salah satu raja monster wilayah timur Boo. Ketua pasukan yaitu Count Rossebed yang terkejut melihat kedatangan nya langsung maju kedepan untuk menghadapi kera Boo, namun saat dia sedang bersiap- Boo langsung menegur nya.
"Aku tidak akan menanyakan tujuan kalian kemari, tapi sebaiknya kalian segera pergi dari tempat ini, jika kalian masih ingin melihat matahari terbit".
Mendengar itu Rossebed menjawab.
"Kami datang kesini karena di perintahkan oleh kerajaan, karena itu aku tidak bisa kembali sebelum mendapatkan apa informasi yang kami butuhkan, dan kalau kalian berniat buruk bagi kerajaan maka kami akan memusnahkan monster seperti kalian ini".
Saat mendengar Rossebed bisa berbahasa sepertinya Boo sedikit tertarik karena yang dia tahu hanya satu orang yang di kenalnya bisa berkomunikasi dengan para monster.
Sedangkan prajurit lain dan lima narsis itu tidak bisa mengerti dan hanya melihat saja dari tempat mereka.
"Apa yang kau lakukan Rossebed?, Jangan hanya diam saja cepat bunuh monster rendahan itu" Leo yang mulai bosan karena dari tadi Rossebed hanya berdiam diri di depan monster besar itu.
Disusul oleh empat lainnya mereka seakan meremehkan lawan mereka saat ini. Sedangkan prajurit lain yang tahu siapa monster ini hanya bisa diam melihat kelima anak Duke itu. Dan saat Rossebed mengambil ancang-ancang untuk menyerang tiba-tiba Bloord langsung mendahului nya menyerang Boo.
"Hah? Apa yang kau lakukan?" Omongan Rossebed di potong saat Bloord mengarahkan tombak nya pada Boo dengan cepat.
Saat Bloord mengira dia sudah menang dia terkejut ada seekor kera bumi yang menahan serangan nya itu.
"Ap-!?"
Kera itu langsung menendang perut Bloord sampai terlempar mundur kebelakang, melihat itu empat lainnya dan Rossebed kaget karena mereka tahu kalau serangan Bloord tadi sudah sangat kuat dan cepat sehingga mustahil bagi monster lemah bisa menahannya.
Walaupun begitu Bloord yang terlempar masih sanggup untuk berdiri.
"Ha....ha...ha sial, hampir saja aku tepar- dan apa-apaan kekuatan monster yang seharusnya lemah itu?"
Sambil berdiri dan memegangi perutnya dia mengambil tombaknya.
"Hmm Ini membuat ku terkejut, tak kusangaka monster sekelas kera bumi bisa melukai manusia seperti itu, ini membuat kalian harus secepatnya di musnahkan" Rossebed yang sudah menyelimuti dirinya dengan sihir berlari menuju Boo.
Kera bumi yang tadi menahan Bloord ingin menghadapi Rossebed tapi di hentikan oleh Boo, karena dia ingin mencoba kekuatan manusia itu.
" ~Wahai roh pedang kumohon berikan aku kekuatan mu~ Slayer Spirit!" Jurus pedang Rossebed yang seperti sabit cahaya pedang melesat cepat.
Menghadapi itu Boo memukul jurus pedang Rossebed dengan satu tangan dan membuat nya menghilang di udara. Rossebed yang tampak tidak terlalu terkejut melanjutkan serangan nya, dia lalu melompat ke udara dan langsung menggunakan jurus pedang yang melesat bertubi tubi kearah Boo.
"~Slayer Wave!~".
Kera Boo juga membalasnya dengan teriakan yang sangat kuat sampai membuat semua ksatria dan semua pasukan tidak mendengar apapun dan menutup telinga mereka. Karena Rossebed tidak bisa melukai Boo dia memberi kode pada wakil kapten bernama Bag yang terlihat seperti om-om dan memiliki kumis tipis seperti Rossebed yang berkumis agak tebal untuk membantu melawan monster itu.
Saat Bag maju untuk menyerang, ternyata Boo tidak membiarkan nya, dia langsung memukul kearah Bag. Tapi untung Bag bisa menghindar sehingga Boo hanya memukul tanah sampai hancur.
"Huu hampir saja jika aku tidak segera menghindar pasti aku tadi sudah mati- memang patut di sebut raja monster timur, dia sangat kuat".
Melihat kedua pemimpin mereka terdesak lima narsis itu sudah tidak tahan lagi, mereka juga langsung maju menyerang kera bumi lainnya. Saat Rayn berhasil menyerang salah satu kera bumi sampai kera itu tumbang, dia lalu berbicara pada ksatria dan prajurit lain.
"Lihat kan, mereka hanya makhluk rendahan, kenapa kalian hanya berdiam diri saja?" Rayn yang menyombongkan dirinya.
"Itu benar, sebaiknya kita selesaikan ini agar aku bisa pulang dan mengadakan pesta teh elegan ku"Brad yang merasa sudah bosan.
"Rasakan ini monster busuk, ini adalah bayaran kau menyerang ku tadi" Bloord yang melampiaskan kemarahannya.
Melihat mereka berlima bertarung mudah dengan kera bumi membuat pasukan yang ketakutan saat kedatangan Kera Boo tadi sekarang menjadi semangat untuk bertarung. Lalu tak lama para pasukan itu menyerang kera bumi dengan ekspresi tersenyum puas. Sedangkan Rossebed dan Bag yang melihat bawahan mereka bergerak tanpa perintah mereka menjadi kesal pada para anak Duke itu.
Dan di tambah Boo yang mengejek mereka.
"Hehe sepertinya para bawahan mu tidak mau mendengarkan tuanya lagi".
"Kenapa kau tertawa bukankah sekarang para anak buahmu sedang terdesak dengan pasukan ku?".
"Tuan Rossebed sebenarnya aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan tapi aku merasa ada yang aneh dengan monster-monster ini".
"Aku tidak mau mengakui nya tapi kau benar Bag".
Saat mereka masih waspada, tiba-tiba ekspresi kera Boo berubah menjadi tersenyum, lalu mereka yang melihat itu berbalik ke arah pasukan lainnya dan suara teriakan satu prajurit terdengar keras.
"Aaaaaah!".
"??!"2x.
Mereka semua kaget dengan teriakan itu dan tidak menyadari saat semua tubuh kera bumi yang mereka kalahkan tadi seketika bangkit kembali.
"Ha? Apa in?!".
"Bukankah kita sudah mengalahkan mereka?".
Bahkan kelima anak Duke yang ada di di situ juga terkejut melihat kejadian mustahil itu. Mereka langsung mundur menjauh dari tempat mereka berdiri.
"Nah sekarang giliran kami untuk menyerang".
Setelah itu akhirnya keadaan berbalik dan para ksatria dan prajurit kerajaan tengah dalam kesulitan dan terdesak dengan serangan balasan kera bumi. Para anak Duke itu juga kesulitan menghadapi para kera, Vos dan Leo hampir saja terpenggal dengan belati miliki salah seekor kera bumi.
Brad, Bloord dan Rayn malah berlindung di balik ksatria yang memegang perisai besar dengan wajah kesal karena harus di desak oleh monster yang mereka anggap lemah.
Karena situasi sudah menjadi buruk, Rossebed dengan wajah terpaksa memerintahkan Bag untuk menggunakan sihir tingkat tinggi.
"Bag cepat lakukan formasi sihir itu"
"Apa yang anda maksud? Jangan bilang kalau anda menyuruh saya untuk menggunakan sihir suci".
"Cepatlah!- aku akan memberimu waktu untuk merapal mantra, jika kita gagal kita semua akan mati di sini"
"Baiklah kalau begitu, akan saya laksanakan!".
Setelah menerima perintah Rossebed, Bag meminta lima orang ksatria sihir untuk membantunya merapal mantra sihir pemanggilan suci. Sementara Rossebed bersama beberapa prajurit menghadapi kera bumi yang berniat menyerang mereka-, melihat itu Boo hanya memerhatikan mereka dari jauh, dia seakan tertarik dengan kegiatan yang dilakukan oleh Bag.
"~wahai dewa pedang datanglah dan selamatkan kami~musnakanlah makhluk jahat ini~"
Setelah mereka membaca mantra seketika muncul lingkaran sihir pedang di langit, lalu muncul sebuah roh ksatria suci yang mengenakan armor berkilau putih. Matanya bersinar dari dalam helm besinya menatap kera Boo yang seukuran tubuh nya.
"Wahai roh suci musnahkan monster jahat itu!", Perintah Bag dengan suara keras.
Lalu roh suci itu mencabut pedang yang ada di pinggang nya dan menebas kan pedang itu pada Boo, tapi karena Boo waspada dia berhasil menghindar.
"Heh, makhluk ini lumayan juga- kekuatan nya mungkin hampir sama kuat nya dengan milikku. Ini akan sedikit menghibur" Boo yang sedikit takjub.
Setelah itu Bag menyuruh lagi roh itu untuk menggunakan sihir tingkat tinggi agar bisa membunuh Boo.
"Lagi, serang dia dengan sihir yang tidak bisa di hindari".
Roh suci itu lalu membacakan mantra sihir yang membuat tubuh nya terselimuti energi yang sangat besar. Kemudian dia memusatkan energi itu ke pedangnya. Boo juga tidak tinggal diam, dia juga mengumpulkan energi sihir ke dalam tinju miliknya.
Setelah sihir mereka terkumpul yang menyerang duluan adalah roh suci milik Bag, Boo pun terkejut karena kecepatan nya kalah dengan roh itu. Setelah roh suci itu menebaskan jurus pedang yang berbentuk seperti mulut naga petir, Rossebed dan Bag beserta ksatria itu merasa kalau mereka sudah memenangkan pertarungan.
Tetapi tanpa ada yang menyangka tiba-tiba jurus suci itu seketika terpental ke langit dan lenyap di udara.
"???!"2x
"Kenap- apa yang sebenarnya terjadi?!"
"Seharusnya sihir barusan mustahil di halau, itu bahkan bisa membelah sebuah gunung!".
Saat mereka berdua masih kebingungan, dari dalam rumah kecil di punggung Boo keluar seorang pria. Orang itu mengenakan tuxedo putih dan memiliki rambut seperti silver, pupil matanya seperti kristal salju berwarna biru langit yang sangat rumit- kulitnya sepucat rambutnya seakan dirinya tidak pernah terkena cahaya matahari.
Rossebed dan Bag baru pertama kali melihat orang semacam ini.
"Apa- siapa orang itu?"
"Dia keluar dari punggung monster besar itu, apa-apaan?".
"Ini menjadi semakin aneh, kenapa ada manusia yang muncul di dekat monster?".
"Apakah orang itu yang menangkis serangan roh suci barusan?".
"Entahlah aku juga tidak tahu, tapi kita tetap harus waspada dengannya, aku merasakan ada sesuatu yang buruk akan terjadi".
Orang itu menatap pasukan Rossebed dari atas pundak Boo.
"Apa kau yang memblokir serangan sihir tadi...Diagra?".
Lalu dia kembali menatap Boo dengan senyum lembut dan hangat dan menyentuh bibir nya dengan jari sambil tertawa kecil.
"Sudahlah tidak usah dipikirkan, aku melakukannya karena waktu kita hampir habis dan aku juga sebenarnya tidak ingin menganggu kesenanganmu". Diagra yang sambil tersenyum itu lalu kembali melihat kearah pasukan kerajaan dengan tatapan tajam dan dingin, dia seperti sangat jijik dengan mereka semua-.
Diagra turun dari Boo dan berjalan maju ke tempat Rossebed dan Bag yang langsung waspada dan menguatkan sihir mereka. Bag menyuruh roh suci untuk menyerang Diagra dengan sihir pedang tingkat tinggi.
"Serang dia!, Jangan biarkan orang itu mendekat" Bag yang memerintahkan roh itu dengan sedikit panik.
"Tunggu dulu, jangan gegabah... kita masih belum tahu apa tujua-".
Peringatan Rossebed tidak bisa menghentikan Bag, setelah itu roh suci menyerang Diagra dengan sihir cahaya pedang yang besar.
"Hahaha terima itu!, di katakan kalau sihir cahaya dari roh suci bisa menghancurkan 5 gunung dalam sekali serang, dan bahkan juga salah satu jendral raja iblis hampir terbunuh oleh jurus ini".
Rossebed yang tidak bisa menghentikan itu hanya terdiam melihat sihir roh suci yang sangat dahsyat lewat di atasnya.
"Hmp! Dasar manusia rendahan, beraninya kalian bersikap sombong di depanku" Diagra yang menjadi sangat kesal mengangkat tangan kanannya dan "makan ini dasar roh kelas bawah rendahan".
Seketika dari dalam tanah muncul kristal-kristal putih perak runcing di bawah roh suci dan menghentikan pergerakan nya dengan cepat. Sementara sihir yang mengarah pada Diagra langsung hancur menabrak pelindung yang di pasangnya.
Rossebed dan Bag yang menyaksikan nya benar-benar tidak menyangka dan sangat kebingungan karena roh suci yang mereka anggap sebagai dewa pelindung dalam misi kali ini dapat di kalahkan dengan mudah oleh seorang pemuda misterius.
Saat hal itu terjadi, pasukan kerajaan menghentikan pertarungan mereka dengan para kera bumi karena shock, berbeda dengan kelima anak duke yang kebingungan karena mereka bahkan tidak tahu kalau Bag dan Rossebed di izinkan kerajaan untuk menggunakan roh suci dalam misi penaklukan biasa dan di tambah mereka juga di kalahkan.
"Apa-apaan ini?, aku tidak tahu kalau mereka menggunakan itu dalam misi ini" Vos yang sedikit jengkel karena tidak di beritahu.
"Tapi siapa orang itu yang mampu menghentikan pergerakan roh suci kerajaan? Aku tidak pernah mendengar ada orang seperti itu ada di kerajaan terlebih dia bersekutu dengan monster dan tinggal di hutan terlarang yang mustahil di tempati oleh manusia" Leo menatap Diagra dengan rasa penasaran di wajahnya.
Namun ada orang lain yang memikirkan hal berbeda, dia adalah Bloord yang dari tadi memperhatikan Diagra, pandangan nya seakan seperti hewan yang berhasil menemukan mangsanya. Dengan tersenyum sombong dia memasang kuda-kuda menyerang sambil memegang tombak di belakangnya.
"Hehe ini pertama kalinya aku bertemu orang yang benar-benar ku anggap kuat, si rambut perak itu-...aku sangat penasaran dengan kekuatan sebenarnya".
Dengan sombong Bloord langsung berlari kearah Diagra sambil berteriak keras dan menguatkan tubuhnya dengan sihir peningkatan kekuatan fisik yang membuat keempat temannya terkejut. Saat dia sudah dekat dengan nya, Bloord berniat menusukkan tombak besar nya itu ke perut Diagra.
Tetapi karena kesombongan nya itu dia tak menyangka apa yang terjadi
~duukk!!~
"???!"2x
Sebuah tendangan keras di perutnya membuat tubuhnya terlempar sangat jauh bahkan sampai menjatuhkan sebuah pohon.
"Dasar berisik, sampah sepertimu tidak pantas menjadi lawan ku bahkan aku tidak perlu menggunakan banyak kekuatan itu pun tanpa menggunakan sihir, sebaiknya kau ketahui tempatmu".
Keempat temannya yang lain sangat tidak percaya kalau Bloord di kalahkan dengan cepat sampai membuatnya pingsan.
"Tenang saja dia hanya pingsan, tapi organ dalamnya terluka cukup parah, dia harus segera di rawat" Vos yang memeriksa tubuh Bloord sedikit khawatir.
"Sialan beraninya kau melakukan hal kejam seperti ini, tak akan kumaafkan!".
Diagra yang mendengar ocehan Leo menjadi semakin merasa jijik dan mengatakan,"sebaiknya kalian bercermin dahulu sebelum mengatakan itu dasar manusia udang".
Rossebed melihat Bloord tak sadarkan diri menjadi sangat khawatir sebab jika keluarga bangsawan Redguar berpangkat Duke tahu kalau calon pewaris mereka terluka dalam pengawasan nya maka itu akan menjadi masalah besar untuknya. Dia kemudian menyerang Diagra namun kristal-kristal itu muncul kembali dari dalam tanah dan bahkan sekarang itu juga menyerang para pasukan nya yang lain sampai mereka terpojok. Di tengah perasaan kaget Rossebed kemudian merapalkan mantra sihir terkuat miliknya untuk mengalahkan Diagra dan Boo beserta kera bumi lainnya.
Dan di saat-saat itu Boo lalu memberitahu kepada Diagra,"sebaiknya kau jangan membuat beliau menunggu terlalu lama, bukankah tadi kau yang mengatakan itu?".
Diagra pun menjawab,"jangan cemas Boo-san, aku juga tidak ingin membuat yang mulia kecewa, karena itu misi ku untuk mengukur lawan yang paling kuat dari pihak musuh sudah selesai, dan akan segera ku antarkan pada nya" sambil tersenyum lembut Diagra lalu menghentikan proses penguatan Rossebed sehingga sihir nya berhenti bekerja.
Lalu dia membuat segel jari dan menggunakan sihir teleport pada Rossebed yang membuat dia terkejut karena sebuah lingkaran sihir tiba-tiba muncul di bawah kakinya. Dan saat itu tubuhnya juga ikut bersinar, dan karena ingin menyelamatkan Rossebed lima ksatria sihir di belakangnya juga ikut terkena efeknya dan ikut terteleport.
"Phew dengan ini pasti yang mulia akan sedikit terhibur" Diagra yang menghela nafas pendek.
"Apa kemana perginya tuan Rossebed?"
Bag dan pasukan lain dengan menghilangnya Rossebed bahkan Leo dan lainnya juga terkejut karena Diagra tidak perlu membaca mantra untuk menggunakan sihir tingkat tinggi itu.
Dan tinggal tersisa Diagra dan Boo bersama kera bumi yang akan menghadapi pasukan kerajaan,"nah sekarang mari kita bermain sedikit lebih lama".
***
Di tempat lain Rossebed dan kelima ksatria itu kebingungan dimana mereka sekarang.
"Tuan Rossebed apa anda baik-baik saja?"
"Aku tidak apa-apa. Kalau kalian?"
"Kami juga baik-baik saja"
"Baguslah kalau begitu, dan tetap waspada pada sekitar, firasat ku benar-benar tidak enak".
Setelah terdengar suara gesekan besi dari dalam hutan gelap di depan mereka dan suara langkah kaki seseorang yang semakin mendekat.
~tap..tap..tap..tak...~
Dan suara besi ~tennk~
"Siapa kau? Cepat tunjukan dirimu kalau-?!"
Burung-burung berterbangan keluar dari hutan itu dengan suara berisik.
(Padahal tadinya kami hanya melakukan misi penaklukan monster kera bumi yang terlemah, tapi sekarang malah menjadi seperti ini, jika kerajaan tahu apa yang terjadi di tempat ini maka orang-orang serakah itu akan menjadi semakin ketakutan).
Disaat Rossebed masih bergumul dengan pikirannya seseorang muncul dari dalam hutan yang lebat dan gelap di depannya.
~tap..tap...tap~.
BERSAMBUNG