
Dengan tangan nya yang panjang, makhluk wanita menyerang pertama,
cakar yang tampak akan menusuk semua orang dengan kekuatan besar melaju kearah Ryouta.
Dan beruntung dia berhasil menghindar ke kiri walau wajah nya terkena goresan cakar sampai berdarah.
"Hihihi aku suka dengan pria muda seperti mu, entah kenapa dadaku menjadi panas"kata makhluk wanita dengan senyum licik.
Mendengar itu para wanita di belakang Ryouta menjadi kesal dengan wajah merah.
"Dasar monster menjijikkan! Beraninya kau menyentuh Ryouta!"teriak gadis pendeta sambil menyerang kearah makhluk itu.
Saat gadis pendeta menyerang, dari samping kiri nya muncul tentakel yang langsung menangkap perutnya yang tidak tertutup oleh baju.
"!?".
"Khii..!"suara makhluk yang kurus.
Lalu di tariknya tubuh gadis itu dan di lemparkan ke arah dinding di belakangnya dengan keras, sampai dinding itupun retak.
Gadis berkulit coklat yang semakin marah, dengan cepat menangkap salah satu makhluk yang melempar gadis pendeta.
Dan langsung mematahkan tulangnya
"Roooo!... rasakan ini dasar jelek!" Teriak gadis berkulit coklat.
Tubuh makhluk itu pun langsung tak bergerak, itu lah yang awalnya terjadi.
Sampai wajah gadis berkulit coklat itu di tendang oleh tubuh makhluk yang sudah dia kira sudah dia bunuh itu.
"Kuek!..ap-apa itu?" Kata gadis berkulit coklat dengan hidung berdarah dan terkapar di tanah.
Tubuh makhluk yang tadinya sudah tak bergerak,kini kembali seperti semula, bahkan dengan senyum mengerikan di wajahnya.
Setelah itu para makhluk lainnya langsung berpencar dan menyerang yang lain.
"Sialan, kalau saja aku bisa menyerang dengan sihir ku, pasti ini akan langsung berakhir" kata Ryouta sambil menangkis serangan-serangan bertubi-tubi.
Penghukum yang tampak nya adalah pemimpin mereka, tengah bertarung dengan Bernika.
"Khehehe luar biasa untuk manusia seperti mu bisa mengimbangi serangan ku".
"Huh, kau itu hanya monster lemah menjijikkan, jika bukan karena sihir ku menghilang kau sudah pasti mati di tangan ku".
"Astaga.. astaga.. nona, ada apa dengan sikap sombong itu?, apa kau ingin terlihat keren untuk seseorang yang ada di sini?".
Seketika wajah Bernika menjadi merah dan terkejut, di tambah penasaran dengan kata-kata makhluk itu.
Bernika langsung menendang wajah makhluk itu dengan keras sampai terlempar.
"Duaak!"
Makhluk itu terlempar kebelakang dan menghancurkan tembok sampai keluar gedung.
Walau tak terlihat seperti itu tapi Bernika memiliki kekuatan fisik di atas rata-rata, oleh sebab itu dia tanpa sihir masih mampu bertarung dengan serius.
Dan karena kekuatan nya itu Bernika juga punya peluang untuk menjadi kepala keluarga selanjutnya, sama seperti Bellanca, tidak seperti diriku yang di anggap lebih lemah dari pada para saudariku, untuk menjadi penerus di keluarga Dalbert yang mengutamakan kekuatan maupun sihir.
Makhluk yang tadi terlempar- kembali bangkit,dan dengan kecepatan nya dia langsung menyerang dengan bola sihir hitam yang muncul dari mulutnya.
"?!, Awas!-"teriak Bernika.
"Dum...Dum...dom!"
Serangan makhluk itu menghancurkan area sekitar nya dengan ledakan besar.
***
Di suatu ruangan.
Beberapa orang yang tampak seperti guru academy sedang mengadakan rapat.
"Apa tindakan anda selanjutnya?,...kepala sekolah" tanya seorang guru dengan beberapa cincin di tangannya.
"Ini menjadi masalah yang sedikit merepotkan, di tambah kelima anak Duke masih di rawat" jawab pria dengan jenggot di wajahnya, dan mengenakan tuxedo hitam, yaitu kepala sekolah.
"Hmm...aku penasaran dengan orang yang mengalahkan merek-"
"Boomm!!".
"?!!"2x
Sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, suara ledakan yang sangat besar terdengar dari luar jendela.
Dan mengakibatkan goncangan di tempat mereka.
"Apa itu?!".
"Itu datang dari tempat murid-murid mengadakan pesta dansa" kata guru wanita dengan kacamata.
"Apa tidak ada guru lain yang berjaga di situ?"
"Sepertinya hanya ada beberapa ksatria academy yang bersama mereka dan di tambah pengawal tamu undangan yang hadir".
"Sial! Kenapa harus sekarang?, Perintahkan semua guru untuk melihat apa sebenarnya terjadi, cepat!".
Semua guru academy bergegas menuju tempat Bernika dan yang lainnya bertarung melawan para Penghukum.
***
Aku berhasil selamat dari ledakan itu, bersama Axton dan Baul, itu karena kami hendak pergi secara diam-diam.
Sementara itu Bernika dan murid dan tamu undangan yang lain berhasil selamat berkat kekuatan Ryouta.
Yang sepertinya dia mampu menggunakan item sihir yang bisa menangkal sihir para Penghukum.
Walau Beberapa orang menjadi korban karena tak sempat melindungi diri.
"Rupanya kalian masih saja hidup, benar-benar seperti hama saja" kata makhluk bertubuh gemuk.
"Heh, kita lihat sampai mana kalia-".
Saat makhluk wanita itu berbicara, gadis berkulit coklat dan gadis bertubuh kecil yang bersama Ryouta tadi, berhasil menyerangnya dan memotong tubuh makhluk itu.
Membuat makhluk lain terkejut.
Bahkan tubuh yang sudah terpotong itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan beregenerasi kembali seperti sebelumnya.
"Apa?- kenapa serangan mereka-" makhluk bertubuh gemuk.
Kini makhluk gemuk itu yang terbunuh dengan serangan Bernika.
"?!-, seharusnya penangkal sihir nya masih bekerja, tapi kenapa?"
Bernika juga agak bingung karena dia sudah bisa menggunakan sihir nya.
"Heh, kalian terlalu fokus bertarung, sampai melupakan sesuatu" jawab Ryouta.
Lalu dari balik puing tembok, gadis pendeta yang tadi terlempar muncul.
"Setelah tadi dia terlempar, aku menolong nya dan menyuruh untuk menggunakan sihir suci, agar sihir penangkal yang kalian pakai di hancurkan" tambah Ryouta.
"Jadi seperti itu" Bernika yang sudah mengerti.
"Memangnya kenapa kalau sihir kalian sudah kembali?" Tanya pemimpin makhluk itu dengan sombong.
"Inilah yang terjadi!" Bernika yang bicara sambil memotong leher makhluk itu dengan sebuah putaran mematikannya yang sangat cepat.
Kepala makhluk itu melayang dan terjatuh ke tanah.
Walau begitu dia masih hidup dan dapat berbicara.
"Dasar manusia rendahan, beraninya!, Kalian berdua bunuh manusia itu!" Teriaknya dengan amarah.
Kedua makhluk yang lain menyerang ke arah Bernika, namun berhasil di kalahkan oleh Ryouta dengan hanya sekali tebasan.
"?!".
Melihat itu Bernika agak terkejut dengan kekuatan Ryouta. Sementara makhluk yang tinggal kepalanya itu menjadi semakin marah.
"Ini sudah berakhir untukmu" kata Bernika.
Dengan marah makhluk itu hendak menggunakan sihir ledakan seperti sebelumnya. Dan membuat mereka terkejut.
Namun sebuah tusukan jarum setinggi 30cm menusuk kepala itu dari langit dengan cepat dan menghentikan ledakan.
Saat semua orang masih kebingungan, para guru akhirnya telah sampai di tempat mereka.
"Maaf kami terlambat, dari sini serahkan saja pada kami"kata pria berpakaian dokter dengan tas di punggungnya dan memakai kacamata.
"Kau terlalu cepat melakukan nya Bu guru Bayuni, kita jadi tidak bisa mencari informasi dari monster itu" kata pria dengan kaus tangan hitam.
"Maaf saja, soalnya dia akan menyakiti murid-murid kesayangan ku, jadi ku bunuh saja"kata guru wanita itu dengan manja.
Guru itu mengenakan pakaian seksi yang menunjukkan belahan dadanya, dan memakai kacamata. Seakan dia hendak menggoda setiap pria.
Walau begitu guru yang memakai kaus tangan hitam itu tidak tergoda sama sekali.
Saat semuanya merasa kalau mereka sudah menang dan akhirnya ini semua berakhir.
Kepala makhluk yang sudah mati tadi tiba-tiba bergerak saat hendak di evakuasi oleh pria berbaju dokter.
"?!, Dia masih hidup!,semuanya hati-hati".
Semua orang terkejut mendengar itu, dan bahkan guru wanita itupun kaget.
"Krk...krk...krk...mati..mati..mati...matii... kalian... manusia rendahan..." Kepala makhluk itu melayang di udara.
Dan diikuti oleh tubuh makhluk lain yang sudah mati tadi, kembali bergerak dan tampak bergerak menuju ke kepala melayang itu.
"Apa-apaan ini?, Jangan bilang kalau mereka akan menyatu"kata guru lain.
Semua tubuh makhluk itu menyatu satu sama lain, dari tangan, kaki, tubuh hingga kepala mereka menjadi lima.
Saat semua tubuh mereka menyatu, ukuran nya juga menjadi semakin besar.
Dan dari seluruh tubuh monster itu mengeluarkan sihir yang lebih menekan dari sebelumnya.
Bernika kaget dengan apa yang dilihatnya.
Murid murid lain teriak ketakutan dengan bentuk monster itu.
Lalu seorang pria maju untuk menghadapi monster itu, pria itu adalah Ryouta yang sekarang sudah bisa menggunakan sihir.
BERSAMBUNG