
100 tahun lalu saat perang dewa terjadi di dunia sebagai Medan tempur, seluruh ras merasakan ketakutan akan dahsyatnya pertempuran itu, manusia,iblis, dan monster hampir punah sebab semua tempat aman di dunia telah hancur karena perang dewa. Makhluk yang lemah akan mati sedangkan yang kuat akan hidup, begitulah hukum yang harus mereka terima. Anak-anak dari berbagai ras yang lahir saat itu tidak bisa bertahan karena tidak kuat untuk menerima beban ketika mereka lahir ke dunia.
Namun tanpa ada yang tau kapan dan dimana?, tiba-tiba saja perang dewa mengerikan itu berhenti seketika, dan mengembalikan kedamaian dunia seperti sebelumnya untuk sementara. Seluruh makhluk hidup memulai kembali kehidupan mereka dengan bantuan dewa-dewi yang selamat akibat perang itu.
Sampai saat ini tidak ada yang tau apa penyebab perang mengerikan itu terjadi, bahkan para dewa tidak mau memberi tau mereka, dan yang anehnya para dewa itu mulai menjauhkan diri dari para pengikutnya dan bersembunyi di langit yang tinggi. Setelah itu dunia menjadi berbeda dengan energi sihir bekas pertarungan para dewa, iblis dan monster yang memiliki kekuatan di atas ras lainnya menyerap energi sihir itu dan memperkuat diri mereka. Sedangkan manusia yang adalah ras yang terlemah hanya bisa menggunakan sedikit dari energi sihir itu, namun para dewa memberkati mereka sehingga kekuatan mereka cukup kuat untuk bersaing dengan iblis dan monster.
Hal itu membuat ras lainnya iri kepada manusia, terutama ras iblis, karena itu mereka berusaha untuk menghancurkan berkat dewa pada manusia dan memusnahkan mereka. Sehingga perang antar manusia dan iblis tak terhindarkan dan mereka menjadi musuh bebuyutan sejak itu. Iblis akan di pimpin oleh makhluk terkuat di rasnya dan menjadi raja mereka, yaitu raja iblis.
Sementara umat manusia dan demihuman yang bekerja sama memilih seorang di antara mereka yang mendapat berkat dewa secara langsung dan menjadikannya para pahlawan. Kekuatan pahlawan sangat kuat, mereka dikatakan sanggup membelah lautan dan mengoyak gunung batu serta bisa menggunakan kekuatan suci yang hanya milik para dewa.
Perang terus terjadi antar kedua ras itu setelah seratus tahun berlalu.
Sedangkan para monster tidak mau ikut campur dan hanya berdiam di wilayah mereka masing-masing, contohnya para naga yang hanya menghabiskan waktu mereka di dalam goa atau di puncak gunung tertinggi di dunia.
***
Salah satu contohnya adalah monster kabut. Monster ini berhasil menaklukan suatu desa yang dekat dengan hutan dan laut, juga berdekatan dengan desa Farmis. Dia menyuruh seluruh rakyat desa untuk mempersembahkan manusia kepadanya setiap minggu untuk menjadi makanannya. Dan tanpa bisa meminta bantuan siapapun rakyat di desa itu hanya bisa menurutinya dan hidup dalam ketakutan.
Banyak dari mereka berniat untuk melarikan diri dari desa itu, namun tidak ada yang bisa karena setiap jalan keluarnya sangat berbahaya, itu biasanya di akan di rampok para bandit atau di serang monster lainnya. Karena itulah hanya para ksatria yang bisa bebas keluar masuk di desa itu. Dan bagi sebagian orang mungkin berpikir kalau mereka tidak punya tempat lain untuk pergi selain di desa itu.
Mereka hanya bisa terus berharap agar ada yang mampu membunuh monster kabut itu dan membebaskan mereka semua. Namun bahkan para ksatria kerajaanpun bukan tandingan bagi monster kabut, dan membuat warga desa menjadi putus asa dan hanya bisa terus berdoa kepada dewa yang tak pernah menjawab doa mereka.
BERSAMBUNG