
Sekarang umurku dan Celine sudah 15 tahun, ini adalah waktu nya aku untuk masuk ke academy kerajaan walaupun aku sebenarnya tidak peduli dengan hal seperti itu selain menjadi raja agung. 2 tahun lalu Bernika juga masuk ke dalam academy kerajaan dan dia terus menyombongkan itu kepada ku di dalam surat yang di kirimnya, dan Bellanca sekarang sudah menjadi alumni academy, walaupun begitu tidak ada sampai sekarang yang bisa melampaui semua prestasi miliknya saat menjadi murid. Bahkan nilai peringkat Bernika yang tinggipun masih belum bisa mengalahkan nya-, aku heran dengan mereka berdua itu yang selalu berusaha ingin membuktikan siapa yang terkuat di keluarga Dalbert?.
Sementara itu keadaan kera bumi saat ini sudah berbeda dari sebelumnya yang sangat lemah sekarang mereka sudah mampu untuk mengalahkan monster sekelas raksasa batu yang terkenal akan kekuatan penghancur mematikannya, dan Celine juga bertambah kuat dari saat aku bertemu dengannya dia juga sudah berhasil merekrut beberapa anggota baru dari beberapa ras saat sedang melakukan misi yang ku berikan. Aku tidak tahu apa yang dia lakukan dengan mereka namun sepertinya itu cukup keren dan aku rasa itu cocok dengan jalan untuk menjadi raja agung.
***
Aku saat ini sedang menatap gedung academy itu dari luar gerbang dengan tatapan kosong di wajahku
"Untuk saat ini tidak boleh ada yang tahu tentang diriku sebagai raja, karena tidak akan menyenangkan lagi kalau begitu".
Melihat ada begitu berbagai macam orang yang memasuki gerbang academy- dari seorang yang terlihat seperti karakter utama di sebuah cerita, pemuda polos yang populer di antara wanita, ada juga muncul karakter utama wanita cantik seperti manga jepang atau novel-novel, sampai ada juga beberapa orang narsis lainnya di belakang mereka-.
Dan aku benci jenis makhluk seperti mereka semua, intinya aku akan menghajar mereka jika mereka mencoba bicara padaku- aura protagonis itu tidak cocok untuk sang raja agung yang aku yakini sebagai keberadaan yang mutlak. Omong-omong tidak ada ras lainnya selain manusia di academy ini, yah aku juga tidak peduli dengan jalan cerita merepotkan seperti itu yang paling penting bagiku adalah menjadi raja agung sejati.
*Seminggu kemudian setelah upacara penerimaan siswa aku sekarang berada di dalam kelas ku sedang memperhatikan guru menerangkan pelajaran, [haa...ini sangat membosankan, aku jadi tidak punya waktu untuk melakukan kegiatan raja agung,lagi pula guru yang mengajar ini sangat menyebalkan, lihat wajah sombongnya itu ketika menerangkan pelajaran- haa aku ingin menghajarnya].
Setelah pelajaran selesai akhirnya aku punya waktu bebas, itu yang kupikiran tadi sebelum dua idiot ini menghampiri ku
"Hey hey key mau ikut kami gak?"
"Iya ni, gimana kalau kita ke kantin aja sekalian cari cewek".
Mereka berdua ini adalah temanku di academy setelah upacara penerimaan, dan karena untuk menyembunyikan identitas luar biasa ku aku memutuskan untuk berteman dengan beberapa pecundang seperti mereka. Yang berwajah bulat ini bernama Baul (keluarga nya juga berpangkat Baron), dan yang bermuka tebal dan sok ganteng ini Axton dari keluarga berpangkat Baron yang memiliki usaha tambang batu. Berbeda dengan keluarga ku yang berspesialisasi dalam ksatria.
"Aku tidak ikut, walaupun begini aku banyak urusan-"
"Halah kayak orang penting aja, lebih baik ikut kita nanti bakal ku traktir salad buah yang kau suka itu di kantin".Aku langsung ikut dengan mereka tanpa pikir panjang.
**Saat tengah memakan makananku di kantin si idiot Axton dengan kesal mengeluhkan betapa sulitnya untuk mencari kekasih di academy ketika melihat lima orang narsis tengah di kelilingi oleh para gadis, "kenapa aku harus melihat sesuatu yang membuat para pria iri?", "Ha?-bukankah kau yang tadi mengajakku kemari dengan sombongnya kalau kau bakal dapat cewek?" aku mempertanyakan sikap Axton sambil memakan salad buah di mulutku. "Diam! Orang yang gak ngerti masa muda kayak kau lebih baik habiskan saja makanan mu". "Tenanglah Axton jika kau terus ngoceh gak jelas kayak gitu nanti mukamu tambah jelek loh, lagian lima orang itu adalah anak dari bangsawan berpangkat Duke, mereka tidak bisa dibandingkan dengan mu".
Kata-kata Baul membuat Axton kesal sampai urat muncul di kepalanya, "haa? aku tidak mau mendengar itu dari orang yang selalu di tolak mentah-mentah sama cewek kayak lu!", "Tarik kembali kata-katamu, aku bukannya di tolak cuman mereka aja yang gak tahu skill hebat ku",
"Skill apa emangnya yang kau punya? kau hanya bisa membanggakan bulu hidung panjangmu itu!".
Mengabaikan dua idiot ini bertengkar aku menghabiskan makananku lalu menoleh kebelakang dengan makanan di mulutku dan melihat para idiot yang lebih idiot dari mereka berdua, kelima narsis itu tampak sombong dengan aura berkilau di sekitar mereka yang membuat ingin menghajar tepat di wajah masing-masing dari mereka, ketika aku tidak ingin mempedulikan mereka muncul seorang wanita cantik dan berkata pada lima narsis itu.
"Aku sudah menunggu mu dari tadi di tempat yang kau janjikan tapi kenapa kau tidak data-"
"Berisik, apa kau tidak lihat aku sedang menikmati makanan bersama teman-teman ku, kau itu hanya mengganggu jadi pergilah selagi aku masih lembut"
"Hrk! Kau-"
wanita itu pergi dengan air mata di wajahnya sambil di tertawakan orang-orang di sekitar. Melihat itu Axton dan Baul benar-benar menunjukkan wajah frustasi mereka kepada lima narsis itu. Saat aku akan beranjak dari tempat ku salah satu narsis itu mengatakan sesuatu yang menarik bagiku.
"Apa kalian juga akan pergi untuk menaklukkan monster yang di pimpin oleh Count Rossebed?"(Count adalah gelar bangsawan), si narsis rambut biru menayangkan kepada mereka sambil memotong daging steak di piring nya.
"Tentu saja aku akan ikut serta" si narsis rambut kuning.
"Hmp tentu saja, itu sudah kewajiban kita sebagai bangsawan kelas atas" si narsis rambut hijau.
"Lagi pula para monster itu tidak akan bisa berbuat apa-apa-, bagaimana denganmu Leo?" narsis rambut merah.
"Entahlah aku tidak tahu apa aku akan pergi, hal seperti itu terlalu membosankan dan tidak memiliki tantangan karena monsternya hanya kera bumi" si narsis rambut ungu.
Kata-kata sombong si ungu itu membuat ku sadar apa yang mereka bicarakan, sepertinya kerajaan mulai menyelidiki tentang kejadian yang di sebabkan oleh kera bumi saat melawan raksasa batu yang bahkan ksatria istana kesulitan untuk mengalahkan nya, sedangkan monster level terendah mampu melakukan nya. Lalu mereka juga ingin mencari tahu alasan meningkat nya kekuatan kera bumi dengan misi penaklukan.
Dan omong-omong nama dari lima narsis itu adalah-; Leo Viollet(ungu), Rayn Diamond(biru), Vos Yellows(kuning), Brad Verdantt(hijau), Bloord Redguar(merah).
Mereka berlima sepertinya ingin ikut dalam penaklukan itu dan dengan sombongnya meremehkan apa yang akan mereka hadapi, setelah mendengar percakapan mereka aku memutuskan untuk kembali ke kamar ku di asrama meninggalkan dua idiot yang sedang bersaing untuk menggoda seorang wanita dan di hajar oleh kekasihnya sampai babak belur.
**Saat menjelang malam seorang gadis berpakaian seperti ninja diutus oleh Celine datang memberi kabar padaku mengenai rencana penaklukan kera bumi.
"Yang mulia nona Celine sudah menyiapkan pasukan untu-..!?"
Gadis itu terkejut melihat ku sudah berubah menjadi mode raja agung ketika dia berbicara, aku lalu menatap matanya dan berkata
["Aku sudah tahu mengenai itu, beri tahu Celine kalau dia tidak perlu turun tangan karena aku sendiri yang akan memimpin pasukan dan memberi tahu para manusia bodoh itu siapa yang coba mereka usik"]
Dengan wajah berkeringat gadis ninja itu menunduk paham
"Baik yang mulia!",(aura yang mulia sangat menakutkan dan menekan, aku bahkan sampai hampir mengompol, inikah orang yang di hormati nona Celine dan yang di sembah oleh para kera bumi itu?).
Setelah gadis itu pergi akupun juga pergi ke tempat para ksatria kerajaan yang di pimpin oleh kepala keluarga bangsawan Rossebed, saat itu aku sedang terbang di atas mereka dengan mode raja agung ku yang memakai topeng bulat hitam dan sebuah jubah. Sepertinya semua prajurit yang akan melakukan misi ini sedang berlatih dan ada juga beristirahat.
"Heh..kita prajurit yang seharusnya bekerja di istana malah di perintahkan untuk membasmi beberapa monyet lemah"
"Sepertinya para petinggi terlalu waspada terhadap perkembangan kecil monster kera bumi yang di anggap sebagai monster terlemah"
"Kalau saja hadiah nya tidak besar maka aku sudah pasti tidak akan ikut hanya untuk menghadapi monster kecil"
"Hahaha...!".
Perbincangan para prajurit-prajurit itu seperti mereka hanya akan menghadapi kutu kecil yang lemah. Aku yang melihat kebodohan mereka hanya tersenyum biasa
"Hmnp dasar orang-orang udik, kalian akan segera tahu apa itu rasa putus asa" sambil menghilang di udara aku menatap kearah para lima narsis yang sepertinya mereka juga ikut dalam misi ini. Mungkin karena mereka dari keluarga bangsawan Duke mereka di beri kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya masing-masing dalam bertarung agar bisa mewarisi kepala keluarga.
***
Besoknya sekitar jam 10 pagi semua pasukan kerajaan itu akhirnya bergerak menuju hutan terlarang tempat kera bumi hidup, mereka menggunakan zirah lengkap dengan sihir, kecuali si lima narsis itu yang zirahnya benar-benar mencolok dan menunjukkan kalau mereka lebih baik dari prajurit lain sambil menaiki kuda mereka masing-masing sesuai warna, bahkan prajurit wanita ada yang sampai terpesona melihat kilauan di sekitar mereka.
"Yah, tampilan mereka seperti ("yo monster kesini dan makan kami"), dasar anak kaya manja". Prajurit pria yang mengomentari lima orang itu dengan sedikit cemburu.
"Leo aku kira kau tidak akan ikut dalam misi ini, kenapa kau memutuskan untuk pergi?" Tanya si Rayn.
"Ayahku memaksaku untuk ikut walaupun aku terus menolaknya, dia bilang ini sangat penting untuk menjadi calon kepala keluarga nantinya"
"Haha ternyata kau kesulitan juga yah, tenang saja kalau ada monster yang mendekati mu aku yang akan melindungi dirimu" Bloord yang tertawa sambil menyombongkan dirinya.
"Aku tidak selemah itu sampai harus kau lindungi"
"Omong-omong kenapa Vos sangat ingin ikut dalam misi ini? Bukankah keluarganya tidak terlalu peduli dengan masalah monster seperti ini"
Tanya Brad yang melihat Vos di depannya.
"Memangnya kau sudah lupa?, Dia itu melakukan ini untuk orang yang dicintainya yaitu tuan putri kedua, walaupun ini hanya penaklukan monster kecil tapi karena tuan putri menganggap penting hal ini maka dia ingin menunjukkan sisi keren nya pada putri kedua" Rayn dengan senang menerangkan.
"Bukankah dia selalu di tolak mentah-mentah? Dia itu benar-benar gigih jika sudah mendapatkan apa yang dia mau" kata Brad melihat Vos dengan gagah duduk di atas kudanya.
"Sementara Vos mencintai putri kedua dan Leo juga menyukai putri ketiga kerajaan nona Emira kan, jika mereka berhasil menikahi dua putri itu maka mereka nantinya akan menjadi saudara kan hahaha" Bloord yang tertawa melihat Vos dan Leo yang serius
"Yah lagi pula sudah tidak ada lagi yang pantas selain mereka kan, dan aku juga tidak percaya kalau masih ada orang yang bisa mengalahkan mereka berdua untuk mendapatkan putri, apalagi yang lebih kuat dalam bertarung dari mereka selain kita".
Para lima itu terus bercerita sampai akhirnya mereka semua sampai di jalan masuk hutan terlarang.
"Semuanya malam ini kita akan istirahat di sini sebelum kita masuk ke dalam hutan, karena itu bersiaplah selalu jangan ada yang sampai terpisah dari pasukan sebab disini banyak monster level tinggi di mana-mana" perintah kepala pasukan Rossebed kepada mereka semua.
"Akhirnya kita bisa istirahat juga, aku pikir kita akan terus berjalan sampai menjadi bodoh" Kata Brad yang duduk lega di atas kayu
"Yah walaupun sekarang kita belum akan bertarung melawan monster tapi ini juga bagus untuk menyimpan kekuatan" Bloord yang langsung berbaring di atas karpet yang di siapkan pelayan untuk nya.
Dari dalam hutan seperti ada yang sedang mengawasi mereka tanpa mereka semua sadari, hingga beberapa menit terlewati lalu bayangan hitam itu hilang dalam sekejap. Mereka semua pun beristirahat sambil waspada terhadap sekitar nya tanpa ada yang sadar kalau mereka sedang diawasi.
***
Paginya setelah sarapan semua pasukan ksatria itu akhirnya masuk kedalam hutan, mereka menemukan berbagai monster yang cukup kuat menghalangi jalan mereka- namun masih bisa di atasi dengan kekuatan pasukan saat ini. Jelang beberapa waktu mereka masuk kedalam hutan terlarang, mereka di kejutkan dengan banyaknya bangkai monster level atas berserakan di mana-mana, seakan-akan telah terjadi perang antara sesama monster untuk memperebutkan wilayah.
"Tuan Rossebed seperti nya kita semakin dekat dengan tujuan, walaupun sulit untuk di percaya namun semua bangkai monster ini di perkirakan ulah para kera bumi"
"Ini di luar dugaan ku, aku tak mengerti bagaimana monster level terendah melakukan hal yang mustahil ini, namun pasti ada dalang di balik ini semua dan kalau memang ada- orang itu pasti akan sangat berbahaya jika menjadi musuh kita, hey kau sebaiknya setelah misi ini selesai laporkan juga masalah ini pada keluarga kerajaan"
"Baik laksanakan".
Sementara ketua pasukan sedang membicarakan hal penting dengan bawahannya, kelima orang dengan perlengkapan mencolok itu tampak seperti sedang melakukan liburan sekolah biasa dengan tidak memperdulikan bangkai monster di sekelilingnya.
Bloord mengambil ranting di tanah dan menusuk-nusuk tubuh monster Bear Dead yang terbaring di tanah seperti dia sedang bermain-main, melihat itu Vos juga jadi sedikit tertarik dan ingin meniru apa yang di lakukan Bloord- namun semua itu terhenti oleh suara teriakan monster dari dalam hutan yang lebat, sampai membuat burung burung berterbangan.
"A ap apa itu?!" teriak Vos kaget begitu juga dengan yang lainnya. Semua prajurit bersiap untuk bertarung dan memasang penghalang sihir, sementara ketua pasukan Rossebed berada paling depan dari semuanya untuk memimpin serangan. Dengan zirahnya yang berkilau pantulan cahaya matahari Rossebed mengeluarkan sihir ke dalam pedangnya dan siap bertarung.
Saat semua orang masih menunggu tiba-tiba segerombolan monster kera dengan bulu yang menyala seperti nyala api berwarna merah datang dari dalam hutan berteriak sambil memukul-mukul dada mereka.
"Apa-apaan dengan jumlah mereka itu, terlebih lagi mereka berbeda dengan monster kera bumi yang selama ini aku kenal" ucap wakil kapten dengan nada terkejut.
"Memang aku juga merasa ada yang berbeda dari mereka semua" Rossebed yang melihat kawanan kera bumi.
Sementara itu lima anak Duke dengan pakaian tempur mewah mereka dengan bangga meremehkan kawanan monster-monster itu.
"Heh memangnya kenapa kalau mereka berbeda? mereka itu tetaplah monster lemah yang bahkan lebih lemah dari goblin" ucap Bloord dengan sombongnya.
"Itu tentu saja, makhluk rendah seperti mereka tidak pantas untuk hidup dan berkembang biak" ejek Rayn.
"Kapten Rossebed sebaiknya kita langsung membasmi mereka saja sekarang, agar ini semua cepat selesai" perintah Leo kepada ketua Rossebed.
"Maaf tuan Leo, tapi untuk sekarang sebaiknya kita tunggu dulu apa yang akan terjadi"
"Tapi kalau kita menunggu maka mere-!"
"Sabarlah sebentar dulu, lagi pula aku merasa kalau para monster ini belum akan menyerang kita sekarang"
"Bagaimana kau tahu?"
"Hemp itu mungkin karena pengalaman".
Mendengar itu mereka berlima menjadi kesal karena di anggap kurang berpengalaman dan memalingkan wajah mereka, melihat itu Rossebed hanya menghela nafas pendek.
Setelah semua kera bumi berkumpul di depan pasukan kerajaan mereka semua berhenti bergerak seperti sedang menunggu sesuatu. Para pasukan kerajaan itu penasaran apa yang terjadi, sampai mereka mendengar suara teriakan yang mereka dengar tadi kembali terdengar dari belakang kawanan monster kera-kera itu.
Para kera itu memberi jalan pada seekor kera raksasa berwarna perak terang yang membawa rumah kecil di punggung nya. Melihat sosok besar itu semua pasukan bahkan Rossebed terkejut dengan mata lebar kecuali si lima narsis yang masih berdiri dengan sombong melihat monster unik seperti itu untuk pertama kalinya.
"Tu tunggu, bukankah itu?"
"Iya tidak salah lagi, makhluk ini adalah monster itu"
"Kenapa dia bisa ada di sini, apa meningkatnya kekuatan para kera bumi dia yang melakukan nya?"
Semua prajurit itu terdiam tak bergerak saat melihat monster besar itu menutup sinar matahari di atas mereka.
~BERSAMBUNG~