
Hyun Soyeon yang ingin melakukan perburuan seorang diri, ia pergi ke gedung asosiasi untuk mencari sebuah informasi tentang gate dungeon yang baru saja muncul tidak lama ini.
Kebetulan tempat pencarian informasi yang dicari, baru saja terisi penuh oleh kalangan Hunter tersebut.
Mereka semua mengantri begitu rapih berbaris dari depan ke belakang sampai koridor ruangan tidak memiliki sisa ruang untuk berjalan bebas.
Karena lama memakan waktu untuk mengantri, ia secara tidak suka rela pergi meninggalkan tempat tersebut.
Sesaat hendak berada di pintu keluar.
Seorang pria tanpa disengaja menyenggol bahu Hyun Soyeon, tetapi entah kenapa pria itu pergi meninggalkannya begitu saja.
Di dalam perjalanan, ia merasakan ada sesuatu yang mengganjal di saku baju miliknya.
Ternyata ada sebuah secarik kertas dengan tulisan informasi tentang gate dungeon terbaru saat ini.
Entah siapa pria itu, Hyun Soyeon berterima kasih padanya.
Ia bergegas berlari menuju lokasi yang diberikan olehnya.
Tempat itu menuju ke gedung terbengkalai yang berada di dekat hulu sungai, tepat berada di toko busana.
Dinding cat yang terkelupas, bagian lantai yang sudah retak serta banyaknya debu di mana-mana, membuat tempat tersebut tidak layak huni saat ini.
Di lantai pertama, hanya ada beberapa kertas koran dan tumpukan sampah di pojokan ruangan, terlebih sebuah sepeda tua terparkir di sampingnya.
Berjalan menuju lantai kedua sampai lantai 7, sebuah gate dungeon terlihat di dalam suatu ruangan.
Pembatas tempat ataupun orang-orang dari biro asosiasi Hunter belum mengamankan lokasi tersebut.
Itu berarti bahwa dungeon yang berada di dalam gedung terbengkalai belum terjamah sedikitpun oleh orang-orang lain.
Hyun Soyeon mengucap terima kasih kepada seseorang yang memberikan secarik kertas padanya.
Hari ini ia memasuki dungeon seorang diri tanpa party Hunter bersamanya.
Suasana begitu cepat berubah saat Hyun Soyeon melangkahkan kakinya ke dalam gate.
Ternyata gate yang dimasuki oleh Hyun Soyeon adalah jenis tipe gate yang di mana lokasi tersebut tidak berada dalam dungeon.
Sebuah dimensi lain yang berisi monster-monster yang tinggal di dalamnya, terlebih berbagai macam kondisi cuaca mempengaruhi tingkatan gate tersebut.
Kali ini Hyun Soyeon memasuki hutan-hutan rimbun dengan perairan yang dangkal, beberapa jam setelah memasukinya ia tidak menemukan satu monster yang terlihat di depan matanya.
Ia berjalan menelusuri perairan dangkal sampai dirinya menemukan sebuah gua yang dapat ditinggalinya sementara waktu.
Cuaca tiba-tiba memburuk, serta diiringi hujan yang begitu lebat, membuat ia terpaksa berdiam diri hingga hujan tersebut mereda.
Sesaat Hyun Soyeon hendak memejamkan mata, suara hentakan kaki terdengar di telinganya.
Suara tersebut semakin jelas tiap detiknya, ia terus bersembunyi sampai benar-benar memastikan apakah aman baginya untuk keluar.
Perlahan langkah kaki yang sekiranya berjumlah satu orang, kini suara itu semakin tidak beraturan.
Mereka adalah spesies lizardman yang terdaftar di buku catatan asosiasi Hunter.
Lizardman tergolong cerdas karena mereka bisa menguasai teknik pertarungan menggunakan senjata berupa tombak di tangannya.
Hyun Soyeon tidak ingin membuang-buang waktunya hanya untuk membereskan sekawanan lizardman yang berada di luar gua.
Percuma saja ia membunuh, tetapi tidak mendapatkan exp untuk meningkatkan level miliknya, yang dibutuhkan olehnya yaitu adalah uang dan beberapa barang lain yang memiliki nilai tinggi.
Perlahan Hyun Soyeon menjelajahi gua itu sampai pada titik terdalam, ia sesekali menemukan sebuah batu berkilau dengan sinar berwarna biru muda.
Benar aja yang dipikirkan oleh Hyun Soyeon bahwa nilai tukar dari batu bercahaya begitu tinggi.
Hyun Soyeon sekarang mendapatkan 1 poin shop di status miliknya, kemudian ia melanjutkan kembali penjarahan tersebut sampai tidak menyisakan satupun di sana.
Batu bercahaya terkumpul banyak di samping kakinya, sesaat ia selesai menukar semuanya menjadi poin.
Suara langkah kaki yang sama terdengar kembali, ia sesegera mungkin bergegas keluar secepat mungkin, tapi sayangnya waktu yang dimilikinya tidak begitu banyak pada saat itu.
Membuat lokasi Hyun Soyeon diketahui oleh lizardman tersebut.
Kumpulan tombak terlempar di depan wajahnya, ia secara reflek menghindar satu demi satu datangnya arah tombak padanya.
Teriakan dari salah satu lizardman membuat kelompok lain datang secara gerombolan.
Hyun Soyeon yang terpojok dalam satu ruangan, membuat ia terpaksa memakai semua poin yang dimilikinya saat ini.
Ia membeli buku keahlian tingkat B: skill shadow stap dengan harga 100 poin.
Semua tabungan yang dimiliki Hyun Soyeon telah lenyap begitu saja, walaupun ia baru saja mendapatkannya pada saat itu.
Ia langsung mengaktifkan shadow stap miliknya untuk lari dari kepungan lizardman.
Sebuah kemampuan di mana Hyun Soyeon dapat berlari lebih cepat dari balik bayangan, terlebih kemampuan tersebut tidak hanya satu.
Kemampuan lain yang dimiliki oleh skill shadow stap, membuat ia bisa berpindah posisi dari tempat ke tempat lain melalui bayangan di sekitarnya.
Terus bergerak dalam bayangan, Hyun Soyeon akhirnya sampai pada bagian ujung gua.
Kebetulan cuaca tiba-tiba menjadi cerah, Medan di tempat menjadi berlumpur dan membuat pergerakannya sedikit tidak stabil.
Sesaat ia hendak meninggalkan gua, sebuah pemukiman dengan bangunan bersemi kayu sebagai pondasi dindingnya serta dedaunan yang digunakan untuk menutup atapnya.
"Sepertinya di sana adalah tempat bossnya, lebih baik aku bergegas dan mengamatinya dari titik yang aman." ucap Hyun Soyeon.
Setelah sampai pada tempat yang tidak begitu jauh dari pemukiman tersebut, Hyun Soyeon memanjat sebuah pohon untuk bersembunyi dari pandangan para lizardman di sana.
Berselang waktu hampir satu jam penuh, akhirnya sebuah kejadian langka terjadi di tempat tersebut.
Sepertinya para lizardman mengadakan sebuah perjamuan di atas altar yang terisi oleh batuan bersinar sebanyak tiga kantong keranjang.
Salah satu lizardman dengan penuh luka serta sebuah senjata pedang berukuran besar, dia pegang begitu mudahnya.
Kemungkinan besar dirinya adalah pemimpin desa, tapi apa yang akan dilakukan pada persembahannya.
Hyun Soyeon merasa sangat disayangkan bahwa barang berharga di sana, ia memutuskan untuk segera mencuri semua persembahan itu untuk dirinya sendiri.
Perlahan waktu terus berjalan sampai hari menjelang malam tiba.
Acara persembahan masih belum dimulai, lizardman yang penuh luka itu hanya berdiam diri serta tidak melakukan apapun saat itu.
Beberapa lizardman lain membawa sebuah obor api, serta diiringi oleh tarian aneh selama beberapa menit.
Setelah selesai melakukan tarian tersebut, mereka sepertinya melakukan sebuah upacara doa bersama di satu tempat.
Hyun Soyeon mulai bergerak melalui celah bayang-bayang dalam kegelapan malam, menuju ke lokasi persembahan.
Rencana Hyun Soyeon dalam pencurian tampak begitu sempurna tanpa ada sedikitpun kesalahan, tetapi sebuah kesialan terjadi begitu cepat sampai rencana miliknya menjadi berantakan.
Bersambung....