
Tempat persembunyian guild black snake.
Jung Dae yang memantau situasi sekitar tempat guild black snake bersembunyi selama beberapa menit ke depan.
Perlahan ia berjalan tanpa menimbulkan suara ataupun hawa keberadaan miliknya.
Ketua regu dari guild black snake, Lee Tae Ming duduk duduk dengan sikap angkuhnya, membuat Jung Dae merasa muak akan dirinya.
Sesaat Lee Tae Ming memejamkan mata sebentar, Jung Dae datang dihadapan matanya.
"Aku akan memberikan sebuah informasi penting tentang boss monster yang kalian lawan!" tegas Jung Dae yang diiringi rencana liciknya.
"Siapa kau?" tanya Lee Tae Ming dengan penuh keragu-raguan.
"Itu tidak penting, dan dengarkan baik-baik mengerti!" ucap Jung Dae yang menutup mulut Lee Tae Ming.
Lee Tae Ming menganggukkan kepalanya, di saat Jung Dae mengajukan beberapa pertanyaan pada dirinya.
Tak berlangsung lama karena waktu yang dimiliki Jung Dae tidak begitu banyak.
Informasi yang diberikan olehnya, membuat niat kerakusan dari Lee Tae Ming menjadi meluap tanpa henti.
Dirinya bergegas dan memerintahkan seluruh anggota guild miliknya untuk segera melancarkan rencana yang sudah disusun oleh Jung Dae terhadapnya.
Anggota terbagi menjadi tiga kelompok.
Kelompok pertama bertugas membantu regu lain yang sudah mengalami kesulitan terhadap serangan boss sebelumnya, sesaat regu tersebut memperlihatkan sedikit titik lemahnya, mereka akan menghabisi seluruh regu tanpa tersisa sedikitpun
Kelompok kedua bertugas menyelusuri area setempat yang belum terjamah. Menurut informasi yang diberikan bahwa ada salah satu item yang mampu melemahkan Lich yang sedang mengamuk.
Padahal informasi tersebut tidaklah benar, Jung Dae hanya asal memberitahukan informasi yang ada dipikirannya kepada mereka.
Kelompok ketiga bertugas mengamankan jalur pelarian yang akan mereka gunakan bila situasi sudah tidak mendukung.
Tujuan tersebut untuk menghabisi siapapun yang melewati batas yang sudah ditentukan oleh mereka.
Rencana tersebut sudah berjalan sebagaimana mestinya.
[Quest: Return of Lich tersisa 20 menit]
Notifikasi sistem telah menunjukan sisa waktu yang dimiliki Jung Dae saat ini.
Selama waktu terus berjalan, Cho Jae yang selalu melancarkan segala macam serangan besar kepada Lich maupun death knight.
Kondisi death knight saja yang sudah terlihat begitu lusuh dengan armor miliknya, sudah tidak memungkinkan menahan beberapa serangan lagi oleh Cho Jae saat ini.
Hanya Lich yang masih dalam kondisi primanya, dia tidak segan-segan melancarkan magic area (Rain of Thunder) disaat death knight Sudah dikalahkan.
Ketika tubuh death knight hancur serta bagian-bagian lainnya perlahan menghilang menjadi butiran debu.
Sebuah senjata yang digunakan olehnya terjatuh menancap tanah dengan kuat.
Hujan petir turun dengan cepat menghantam seluruh dataran yang berada dibawahnya.
Hampir seluruh Hunter yang berada di daratan tersebut tidak mampu menahan Sambaran petir terhadap tubuhnya sendiri.
Alhasil regu dari guild black dari kelompok pertama tidak ada satupun orang yang berhasil selamat dari serangan tersebut.
Beruntung Cho Jae sudah memberikan instruksi terhadap anggotanya sendiri untuk segera membuat perlindungan sementara yang terbuat dari batuan tepat dibawah kakinya.
Sementara itu di kelompok kedua.
Pencarian tidak kunjung membuahkan hasil, mereka terlihat begitu lelah karena terus berjalan tanpa henti.
Waktu terus berjalan, sampai salah satu anggota kelompok kedua, secara tidak sengaja terjatuh kedalam tanah.
Hal tersebut membuat mereka akhirnya menemukan sebuah reruntuhan kuno yang terkubur dibawah tanah.
Terdapat lorong panjang yang begitu gelap, membuat jangkauan penglihatan mereka terganggu.
Di ujung jalan tepat mereka berdiri.
Sebuah pintu batu besar menutupi tempat masuk tersebut, mereka berusaha sekuat membuka pintu yang begitu berat dengan tenaga mereka sendiri berakhir sia-sia.
Mereka terdiam merenungkan, dan memikirkan cara bagaiman untuk membuka dinding pembatas tepat didepan matanya.
Lima dari sepuluh Hunter yang berada ditempat tersebut berhasil dibunuh tanpa mereka sadari.
Darah yang mengalir dari ulu hati dan beberapa luka tusuk lainnya, membuat genangan berwarna merah tersebut merembes cepat membasahi seluruh lantai.
Sesaat dua hunter lain hendak membalikkan pandangan mereka, dengan cepat Jung Dae memutar leher mereka hingga benar-benar mati.
Suara yang tidak terduga terdengar oleh mereka.
Retakan tulang akibat memutar leher tersebut, membuat mereka menyerang secara reflek tanpa memikirkan apa yang dilihatnya.
Hunter yang tersisa tiga, memberikan perlawanan cukup sengit untuknya, akan tetapi Jung Dae tidak mengalami kesulitan sedikitpun pada serangan mereka.
Mereka teriak...!!
Mereka mengeluarkan ucapan caci maki dengan lantang...!!
Nasib mereka sama, yaitu mati dengan penyesalan.
Akhirnya seluruh lantai benar-benar terisi oleh genangan darah yang mengalir, terlebih tubuh salah satu hunter yang terbunuh menyandar pintu batu tersebut.
Darah yang keluar dari tubuhnya, mengalir mengikuti garis dari pintu batu, hingga pola garis darah membentuk dengan sempurna.
Seketika pintu yang begitu berat, terbuka dengan sendirinya.
Kilauan cahaya bersinar terang membuat mata Jung Dae kesulitan melihat, tetapi sinar tersebut meredup dengan cepat setelah beberapa detik kemudian.
Jung Dae mengira bahwa isi didalam ruangan yang menyilaukan itu adalah tumbukan emas dan harta-harta lain, tetapi hanya ada satu barang yang tergeletak di atas monumen batu berbentuk persegi panjang.
Ding...!
Sebuah pesan tiba-tiba muncul, dan memberitahukan tentang apa yang dilihat olehnya.
[Selamat anda berhasil menemukan salah satu rahasia dungeon]
Perlahan berjalan mendekati barang yang tergeletak di atas batu, ternyata apa yang dilihatnya adalah sebuah cincin bersimbol tengkorak kecil.
[Selamat anda mendapatkan Soul Ring (Unique)]
Sebuah cincin peninggalan kuno sang arc mage yang hidup dimasa lampau, dirinya membuat sebuah cincin dengan material yang ia dapatkan, dan memberikan cincin tersebut kepada kekasihnya.
Akan tetapi kekasih miliknya tewas terhadap serangan iblis bayangan, yang menyerang mangsanya melalui bayang-bayang disekitar.
Arc mage tersebut merapal sihir kepada jiwa kekasihnya, dan memasukan jiwanya kedalam sebuah cincin miliknya, tak lama kemudian arc mage tewas setelah berhasil menyegel kekasihnya.
Efek: -Melemahkan kemampuan Lich sebesar 50%.
-Meningkatkan kemampuan dark magic sebesar 50%.
Ternyata ucapan yang dilontarkan oleh Jung Dae hanyalah omong kosong belaka, tetapi barang tersebut benar-benar ada ditangannya.
Batu kerikil terjatuh dari atas langit, perlahan batuan kecil mulai berjatuhan secara bersama, kemudian disusul dengan suara gemuruh yang entah dari mana.
Jung Dae bergegas mencari jalan keluar sebelum reruntuhan tersebut benar-benar hancur.
Setelah beberapa menit berlalu.
Akhirnya Jung Dae berhasil keluar dari reruntuhan yang berada dibelakangnya.
Cincin yang baru saja didapatkannya, ia pakai langsung ke jari telunjuknya.
Tiba-tiba aura kematian keluar dari balik cincin, terlebih aura yang dipancarkannya, tidak membuat Jung Dae mengalami keanehan pada tubuhnya.
[Quest: Return of Lich tersisa 10 menit]
Tersisa 6 Hunter dari guild iron shield, 5 hunter dari guild lotus, dan 20 dari guild black snake.
Medan pertempuran menjadi datar tanpa ada tumbuhan maupun bebatuan yang terlihat, akibat sihir yang lemparkan oleh Lich.
Bersambung...