The Great Hunter Was Actually A Farmer

The Great Hunter Was Actually A Farmer
Chapter 20: Penyerangan



Sesaat sebelum penyerangan tiba.


Salah satu penjaga ditempat tersebut diberikan kepada Koris, sedangkan Hyun Soyeon mengambil sisanya.


Secepat mungkin menghabisi tanpa disadari oleh mereka, tetapi rencana yang diharapkan gagal karena menganggap lawan mereka lemah.


Dua penjaga memberikan senyum gigi dengan ekspresi seolah sedang mengejek lawannya.


Pedang yang digenggam, dia angkat di atas bahu, kemudian di gerakan kearah samping sehingga menimbulkan gelombang kejut dari tebasan tersebut.


Hyun Soyeon membungkukkan badan saat lintasan gelombang angin itu melintas, syok melihat kekuatan yang begitu mengerikan dari penjaga.


Ia memberikan serangan balasan dititik buta lawan menggunakan skill 'Shadow Stap,' kemudian mendorong dagger miliknya kebagian perutnya.


Seketika kerusakan fatal terjadi karena mengenai ulu hati, serta bagian titik vital yang mengakibatkan pendarahan hebat tanpa henti.


Darah mengalir tanpa henti dibagian selah-selah dagger, gerakan semakin terbatas karena rasa sakit yang terus berkelanjutan.


Tekad untuk hidup meluap, penjaga itu mencoba menarik satu dagger menggunakan tangan kanan miliknya, sesaat kemudian benda itu dilempar kesamping.


Hanya masalah waktu sampai penjaga itu benar-benar mati. Hyun Soyeon berlari dan mencoba untuk melukainya kembali dengan sisa dagger miliknya.


Pedang besar berayun dari samping. Hyun Soyeon berseluncur di bawahnya, kemudian ia menguatkan otot kakinya saat ayunan tersebut berhasil dilewati.


Serangan Hyun Soyeon mengenai leher penjaga, seketika tubuh besar itu terbanting kebelakang.


Sementara itu...


Koris berhadapan dengan salah satu penjaga yang kemampuannya di atas temannya.


Dua pedang dan satu sihir ber'elemen api yang dia miliki, membuat serangan serta pertahanan begitu sulit dilawan.


Lintasan acak dari ayunan pedang sulit untuk diprediksi, sehingga Koris menggunakan 'Magic wall, Shield, dan armor skin untuk memperkuat pertahanan miliknya.


Ayunan cepat memasuki area pertahanan Koris, laju pedang tersebut bergerak bergelombang sampai-sampai beberapa serangan berhasil menembus dua pertahanan, dan menyisakan armor skin saja.


Kepercayaan semakin memuncak karena menganggap orang yang dilawannya terlihat lemah, dengan penuh kecerobohan membuat celah kecil terlihat di depan matanya.


Diam-diam Koris memadatkan angin miliknya sampai ke bentuk tertipis berupa jarum angin dengan jumlah yang lumayan banyak.


Wind rage...!!


Serangan meluncur dengan sangat cepat tanpa memberikan sedikit kelonggaran dari lawannya.


Tusukan di berbagai arah membuat tubuh penjaga itu sulit bergerak, seketika batuk darah dari mulutnya keluar.


"Sial, sungguh tidak beruntung!" penjaga itu terjatuh dan mati di tempat dengan kondisi tubuh penuh darah mengalir.


Area tempat pintu masuk telah dibersihkan. Hyun Soyeon membuka pintu dengan perlahan, kemudian ia mengucapkan sepatah kata omongan tidak berguna kepada mereka.


Satu orang terlihat seperti pemimpin yang duduk di belakang tumpukan mayat.


Beberapa penjaga lain menghadang, dan melindungi pemimpin mereka.


"Ada yang aneh dengan mereka!" Hyun Soyeon merasa bawah mereka tampak sedang dikendalikan.


Sesaat para penjaga lain menyerang, Koris menggunakan sihir petir miliknya untuk melumpuhkan mereka.


Tak lama berselang mereka terkapar jatuh ke lantai.


Tersisa pemimpin ******* yang berada di tempat, tetapi anehnya dia tidak bergeming sedikitpun dari tempat duduknya.


"Kekekeke...!"


Suara tertawa dari pemimpin membuat Hyun Soyeon merasa cemas. Koris sedikit menenangkan pikiran dengan pukulan di wajahnya.


Rasa sakit dari tamparan Koris membuat pikirannya kembali normal.


Hyun Soyeon berterima kasih atas batuan yang diberikan olehnya.


"Hehe... lumayan drama yang kalian berikan! kalau begitu terimalah hadiahku." ucap pemimpin dengan gerakan yang mencurigakan.


Tubuh Koris tidak bisa dikendalikan, sesaat kemudian tubuh itu bergerak atas kemauannya sendiri menuju Hyun Soyeon.


Tanpa memberikan aba-aba, sebuah sambaran ciuman datang menyentuh mulutnya.


"Hei, apa ini?"


Hyun Soyeon bingung, dan berusaha melepas dari cengkeraman Koris.


Koris meminta maaf sembari menjelaskan kelainan dari tubuhnya, perlahan dua tubuh mulai menempel satu sama lain.


Disaat dua tubuh hampir terjalin, langkah kaki mereka yang bergerak kebelakang, secara tidak sengaja menginjak botol kaca bekas Kaca dibawahnya.


Hyun Soyeon serta Koris terjatuh menghantam tanah, tubuh yang terbentur memberikan sedikit rasa sakit terhadapnya, membuat Indra tubuh milik Koris berfungsi seperti semua.


Tubuh Koris yang dikendalikan telah lepas dari pengaruhnya.


Suara gertakan gigi dari pemimpin ******* terdengar didalam ruangan, rasa frustasi saat skill miliknya berhasil dipatahkan begitu saja.


Koris yang berhasil lepas dari pengaruhnya, segera melancarkan serangan miliknya kepada pemimpin tersebut.


Bilah angin terlihat dari kedua sisi koris, terbang melintas dengan kecepatan tinggi mengarah ke pemimpin *******.


Tiba-tiba tubuh mayat muncul entah dari mana, dan menghadang serangan bilah angin menggunakan tubuhnya.


Tubuh terkoyak begitu banyak hingga meneteskan darah dibeberapa luka lain.


Tubuh mayat kembali terjatuh seakan itu adalah boneka.


Dia tertawa setelah gagalnya serangan yang diberikan oleh Koris terhadapnya.


Acuhan tak berdasar kembali dilontarkan olehnya.


"Sungguh serangan yang lemah." tegas dirinya.


Dirinya perlahan berdiri dari tempatnya, satu tangan yang mengarah ke depan, kemudian digenggam dengan kuat seakan kepalan tangan itu meremukkan sesuatu dari dalam.


Nafas koris diam-diam mengalami gangguan sesaat lawannya sedang meremas, ia tidak kuat menahan rasa sesak dari dalam tubuhnya yang kian memburuk.


Sampai pada akhirnya koris menekan bagian dada dengan begitu kuat, sembari perlahan mengatur ritme pernafasan miliknya.


Kondisi Koris semakin kritis, sedangkan Hyun Soyeon sedang memikirkan cara untuk mengalahkannya.


Berpacu dalam waktu, ia terpaksa bergerak menyerang dengan kemampuannya saat ini.


Dagger yang ia pegang begitu kuat diayunkan secara sembarang ke segala tempat, membuat lawannya begitu mudah untuk menghindar.


Tendangan tak terelakan dari lawannya, membuat tubuh Hyun Soyeon terpental hingga tertusuk pedang dibagian belakangnya.


Mayat itu memegang pedang dengan kedua tangannya, yang mengarah lurus ke depan.


Batuk berdarah muncul di mulut Hyun Soyeon, ia melihat Koris tampak tak berdaya saat dirinya sedang tersiksa begitu lamanya, dan pada akhirnya pingsan ditempat.


Rasa frustasi... rasa tak berdaya melawan sosok kuat didepan matanya...


Tiba-tiba sesaat kesadaran Hyun Soyeon perlahan menghilang, sebuah keajaiban terjadi.


"Apa itu?" pemimpin itu terheran dengan kondisi tubuh Hyun Soyeon.


Tubuh perlahan lepas dari tusukan pedang, kemudian berdiri tegak dengan kedua mata berwarna merah.


Ding...!


[Unique Skill: Berserker telah diaktifkan]


[Seluruh stat telah ditingkatkan menjadi 200% selama 30 menit]


Pemimpin ******* itu mendengar rintihan suara mirip demon beast didepan matanya.


Keringat yang mengalir dari atas wajah sampai kebawah, membuat rasa takut muncul begitu cepat.


Pergerakan telah dibatasi, jalan kabur dari pertarungan telah dijaga ketat, padahal tubuh Hyun Soyeon tetap pada tempatnya.


"Siapa kau sebenarnya? apa-apaan ini, sungguh tidak adil!" pemimpin itu sedikit menggerakkan kakinya kebelakang.


Sesaat pandangan teralihkan selama satu detik, tubuh Hyun Soyeon menghilang, dan muncul tepat didepan wajahnya.


Sebuah pukulan yang sangat kuat membuat tubuh pemimpin ******* itu terpental jauh hingga beberapa bagian tulang rusuk retak.


Terbaring lemas didepan dinding menunggu ajal menjemputnya.


Suara hembusan nafas yang begitu menakutinya terlihat didepan matanya, dia berharap bahwa pertarungan ini cepat selesai.


Bersambung...