
Hyun Soyeon yang disekap oleh Kim Yeong ke dalam suatu ruangan kosong berisikan 2 kursi yang saling berhadapan.
Ketika Hyun Soyeon bangun dari pingsannya, sebuah pertanyaan dilontarkan darinya.
Bagaimana seorang Hunter rank E bisa mendapatkan senjata berperingkat lebih tinggi darinya?
Apakah kau mencuri barang tersebut dari hasil Raid orang lain?
Berbagai pertanyaan terus dilontarkan tanpa henti, sehingga Hyun Soyeon kesulitan untuk menjawab salah satu dari sekian pertanyaan yang diberikan olehnya.
Pada akhirnya ia menunggu Kim Yeong menyelesaikan apa yang di ucapannya hingga sekarang.
"Apa kamu udah selesai pak?" tanya Hyun Soyeon.
Akhirnya Kim Yeong berhenti berbicara, dan membiarkan Hyun Soyeon menjawab seluruh pertanyaaan yang diberikan padanya.
"Sungguh tidak masuk akal, ini mustahil bagimu!" ucap Kim Yeong yang terkejut.
Kim Yeong memikirkan kembali potongan-potongan puzzle yang terpisah dari informasi tersebut.
Dalam satu kesimpulan, Kim Yeong meyakini bahwa Hyun Soyeon belum melakukan pengecekan ulang pada dirinya sendiri.
Kemudian Kim Yeong bertanya kembali padanya apa yang dipikirkannya, tetapi harapan dari jawaban yang diberikan oleh Hyun Soyeon membuat perasaan miliknya mulai menjadi rapuh.
Pada akhirnya Kim Yeong memutuskan untuk melakukan indentifikasi ulang kekuatan Hunter Hyun Soyeon ke alat pengukuran di gedung asosiasi Hunter.
Berselang beberapa hari berlalu setelah Kim Yeong meminta Hyun Soyeon datang kembali ke tempat pengukuran tersebut.
Kali ini para penguji sekaligus pengamat dari Hunter yang terdaftar, mulai mencatat informasi penting dari status milik Hunter yang sedang melakukan pengukuran ulang.
Hyun Soyeon yang sebelumnya Hunter berperingkat E, sekarang berada di peringkat D untuk saat ini.
Ia berhasil menaikkan satu peringkat Hunter miliknya setelah melakukan serangkaian kejadian yang menimpanya dulu.
Stat Hunter Hyun Soyeon yang tercatat dalam biro Hunter sebagai berikut.
Nama:Hyun Soyeon
Stat: Kekuatan: 14, Stamina: 13, Magic: 1
Skill: Sprint, shadow stap, lompatan ganda
Persyaratan untuk kenaikan tingkat Hunter minimal 2 stat miliknya di atas 10 sebagai mana mestinya sesuai aturan biro Hunter saat ini, atau lebih tepatnya kelipatan 10 untuk 2 stat tersebut.
Hyun Soyeon hanya tertawa sembari melewati tempat pengukuran yang berada di belakangnya.
Kim Yeong menyambutnya dengan wajah yang begitu kecewa padanya, sekali lagi dia memastikan apakah harga dari pedang yang ditawar cukup untuk Hyun Soyeon.
Hyun Soyeon menjawab cukup dengan santainya, ia pergi melewati pintu keluar ruangan.
Harga yang didapat dari penjualan barang dari pedang miliknya, ia simpan untuk keperluan dimasa depan nanti.
Selama beberapa jam berlalu.
Hyun Soyeon akhirnya sampai di ladang miliknya, tanaman-tanaman yang sedang tumbuh.
Terus diberi air secara teratur oleh Koris di depan matanya.
Tampak tanaman tersebut sangat hijau dan segar yang diisi dengan beberapa buah di tangkainya.
"Tuan sudah kembali. Apa tuan butuh bantuan?" Koris menghentikan pekerjaannya sementara waktu.
Koris mempersilahkan Hyun Soyeon sebagai tuannya untuk duduk di atas kursi yang sudah disediakan olehnya.
Kemudian dirinya memberikan secangkir teh kepadanya, dia membungkuk kan badannya, sembari mengucapkan selamat menikmati dengan nada rendah.
Menunggu waktu tanaman itu mencapai masa panennya.
Hyun Soyeon melakukan aktifitas seperti biasa sementara waktu, sambil menunggu hari itu tiba.
Satu bulan kemudian.
Kini sudah masuk ke jajaran tiga besar guild ternama saat ini.
Di antara lain guild iron Shield yang berada di peringkat pertama, dan guild lotus menempati urutan kedua.
Mereka masing-masing memiliki wilayahnya sendiri di dalam pembuatannya, termasuk kawasan gate yang sudah terbuka di tempatnya.
Kali ini mereka melakukan operasi gabungan antar tiga guild besar untuk menaklukkan Raid di pulau Jeju.
Anggota gabungan tersebut berjumlah 90 Hunter yang siap melakukan Raid kapanpun itu terjadi.
Awak media berbaris menyampaikan informasi yang diberikan kepadanya ke seluruh penonton.
Mereka menyampaikan bahwa yang memimpin anggota regu gabungan adalah seorang Hunter yang baru-baru ini naik menjadi peringkat SS hari.
Hunter itu bernama Cho Jae dari guild iron Shield yang memiliki kemampuan untuk melemahkan 50% kemampuan lawannya saat berhadapan dengannya.
Perlahan anggota Hunter memasuki gate satu demi satu, sampai seluruh anggota mereka sudah memasuki tanpa meninggalkan satupun darinya.
Awak media hanya menunggu berharap Raid tersebut berhasil tanpa mengalami kerugian yang begitu besar nantinya.
Para warga yang kebetulan berada di tempat kejadian, berdoa demi keselamatan mereka di sana.
Hyun Soyeon yang sedang bermalas-malasan di dalam kamarnya, sedang menikmati menonton berita yang sedang ramai diperbincangkan.
Tiba-tiba Koris datang menghampirinya, serta memberitahukan bahwa ladang yang ia kerjakan, sudah memasuki akhir panen.
Hyun Soyeon yang begitu bersemangat, langsung menyeret tangan Koris dengan tangan kanan miliknya.
Mereka berdua mempersiapkan alat-alat potong yang sudah disiapkan sebelumnya.
Perlahan di ladang pertama, mereka berdua memanen tanaman cabai merah selama sepuluh menit, karena ukuran lahan untuknya tidak begitu besar.
Kemudian dilanjutkan ke lahan berikutnya yaitu tanaman tomat yang kali ini ukurannya lebih besar 2 kali lipat dari lahan tanaman cabai di sebelahnya.
Hyun Soyeon saja kaget dengan apa yang di lihatnya, ia sebelumnya hanya menyuruh Koris untuk membantunya bercocok tanam sesuai arahan yang diberikan olehnya.
Koris menjawab apa yang dipikirkan oleh Hyun Soyeon.
"Menurut informasi yang didapatkan olehnya, bahwa bahan kebutuhan makanan sepeti tomat sedang banyak dicari oleh kalangan masyarakat saat ini. Jadi aku memutuskan untuk menanam tomat lebih banyak ketimbang cabai merah." ucap Koris.
"Itu memang benar, tetapi semakin banyak bahan yang dicari, maka semakin kecil pula pendapatan dari hasil yang dijual." balas Hyun Soyeon.
"Apa itu berarti kita rugi?" tanya Koris.
"Tidak juga, kita tetap mendapatkan untuk dari kuantitas yang dijual, tetapi tidak sebesar dengan kualitas yang terjual." jawab Hyun Soyeon.
Pada akhirnya Hyun Soyeon dan Koris memangkas seluruh isi dari tanaman tomat tersebut, kemudian mengumpulkannya ke dalam keranjang besar yang sudah tersedia di segala tempat.
Satu jam berlalu begitu cepat.
Hyun Soyeon dan Koris selesai memasukan semua hasil panen ke dalam keranjang besar, kemudian memindahkannya ke dalam rumah miliknya.
Tiba-tiba beberapa anak kecil datang di depan rumahnya, anak tersebut mengetuk pintu itu begitu keras sampai suara yang dihasilkan terdengar ke telinga Hyun Soyeon.
Sesaat setelah membuka pintu.
Anak-anak itu menodongkan kedua telapak tangan mereka kehadapan Hyun Soyeon.
"Kakak-kakak, bolehkah kami meminta sedikit uang!" ucap anak itu.
Hyun Soyeon memberikan masing-masing 10.000 won kepada anak tersebut.
Anak-anak itu mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Hyun Soyeon sembari memeluknya dengan erat.
Hyun Soyeon terdiam menunggu anak-anak itu melepaskan pelukannya yang begitu erat.
Karena rasa letih sebelumnya, ia memutuskan untuk beristirahat dengan tenang, dan menyerahkan sisa pekerjaannya kepada Koris.
Bersambung....