
Setelah menyelesaikan urusan mereka masing-masing.
Jung Dae meninggalkan tempat makan tersebut, dan menghilangkan padangan dirinya terhadap masyarakat.
Hyun Soyeon masih di tempat untuk beristirahat sejenak sambil menikmati minuman dingin yang disajikan secara terlambat, sedangkan Koris meminta satu minuman lagi kepada salah satu orang yang membawa minumannya.
Berselang waktu berlalu.
Kakeknya datang menjemput Hyun Soyeon dan Koris yang sedang duduk di tempat pembagian amal berada.
Lambaian tangan serta ucapan pulang dilontarkan olehnya.
Setelah menyadari kehadirannya, Hyun Soyeon memutuskan kembali ke rumah.
Koris yang tertinggal cukup jauh, dia habiskan dengan cepat minuman miliknya, kemudian menyusul mereka berdua dengan berlari secepat mungkin.
Perjalanan pulang mereka tampak cukup tenang tanpa ada gangguan kecil yang melintas.
Sesaat sampai di suatu tempat, Koris merasakan mana yang begitu besar di dalam gedung perkantoran lama.
Entah apa yang terjadi didalam sana, dirinya segera melaporkan hal tersebut kepada Hyun Soyeon yang sedang berbicara dengan kakeknya.
Hyun Soyeon yang menerima laporan darinya, mengatakan kepada kakeknya untuk pulang terlebih dahulu.
Kakek pun menganggukkan kepalanya, dan berjalan pelan hingga menuju rumahnya.
Secara bersamaan, sebuah berita penyerangan dari ******* muncul di televisi swasta.
Pembawa acara berita itu menjelaskan bahwa ada beberapa ******* yang menyandra puluhan orang di dalam gedung.
Polisi yang sudah berada di lokasi kejadian, segera memasuki tempat tersebut, tetapi yang mereka lawan adalah manusia yang memiliki kekuatan layaknya hunter.
Alhasil polisi itu terbunuh seketika tanpa memberikan perlawanan sedikitpun darinya.
Pembatas jalan sudah terpasang setelah Hyun Soyeon dan Koris masuk melalui jalan lain dari gedung tersebut.
Beberapa Hunter dengan rank C hingga B berkumpul untuk melakukan rancangan strategi sebelum menyelamatkan mereka dari tangan *******.
Pintu masuk area samping gedung.
Hyun Soyeon beserta Koris perlahan menelusuri seluruh tempat secara diam-diam tanpa diketahui oleh pihak musuh.
Terlihat sekotak kardus berukuran besar bergeser sendiri saat Hyun Soyeon keluar dari bagian gudang.
Koris yang curiga, mencoba menyelidiki kardus tersebut, dan memeriksa apa yang ada didalamnya.
Ternyata ada seorang pria tua dengan pakaian staf gudang yang sedang bersembunyi ketakutan.
Koris bertanya kepadanya tentang kondisi situasi saat ini.
Pria tua itu menjawab dengan penuh ketakutan, karena dirinya melihat pembantaian sepihak di ruang bawah tanah gedung.
Teman kerja serta tamu yang menjadi korbannya, dikumpulkan menjadi satu di dalam lingkaran besar yang terbuat dari kumpulan darah manusia.
Seorang manusia bertopeng iblis dengan tanduk di atas kepalanya, menyeringai keras, dan mentertawakan tumpukan jasad tak bernyawa didepan matanya.
Melihat kebengisan dari orang itu, membuat pria tua tersebut enggan mengingat kembali kejadian yang menimpanya.
Kedua pintu dari sisi depan terbang menghantam ke sisi yang lain, sehingga menimbulkan suara yang begitu keras hingga keberadaan mereka diketahui olehnya.
Manusia topeng itu memerintahkan bawahannya untuk segera menghabisi penyusup yang ada di tempatnya, sedangkan dirinya kembali melanjutkan apa yang sedang dikerjakannya.
Kumpulan-kumpulan pengikut itu menghadang para hunter yang sedang bergegas pergi menyelamatkan sandera.
Salah satu pengikut menyerang hunter yang terlihat lemah olehnya.
Beruntung nyawanya berhasil terselamatkan karena kebetulan dari Hunter rank B mengetahui pergerakan serta motif musuhnya.
Topeng itu rusak terbelah menjadi dua akibat benturan keras dari pukulan sebelumnya.
Ternyata sesosok dibalik topeng tersebut adalah seorang warga sipil biasanya yang terlihat sedang dikendalikan oleh seseorang dengan keahlian mind control tinggi yang dimilikinya.
Hunter rank B memerintahkan mereka untuk tetap tenang, dan memberitahukan rencana miliknya saat ini.
Penjelasan darinya cukup sederhana bila menemukan salah satu seperti yang baru saja terjadi, mereka cukup melumpuhkannya dengan kemampuan yang dimiliki olehnya.
Mood dan kepercayaan diri mereka meningkat, sekaligus mempercayai apa yang dibicarakan dari hunter rank B tersebut.
Penelusuran kembali berlanjut sampai ke lantai tertinggi, tetapi tidak ada tanda-tanda ******* yang terlihat.
Salah satu hunter berspekulasi bahwa ada ruangan rahasia yang terletak dibagian gedung tersebut.
Mereka yakin bahwa kemungkinan besar ada basemen di bawah gedung, dan memperingatkan mereka untuk segera bertindak.
Karena terlalu lama mereka menelusuri seluruh tempat, waktu mereka untuk bergerak semakin sempit.
Pada akhirnya mereka berlari menuju tangga evakuasi sebagai alternatif tercepat dari pada menggunakan lift.
Sementara itu.
Secara tidak sengaja Koris menyentuh sesuatu benda yang mengarahkan mereka berdua ke suatu ruangan, dan ternyata lorong tersebut menuju ruangan rahasia yang terletak dibawah gedung.
Beberapa lorong cukup gelap tanpa penerangan sedikitpun.
Perlahan tangan mereka meraba kebagian dinding hingga mencapai titik akhir dari lorong yang dilewatinya.
Sebuah pintu besi seberat 5 kg berdiri kokoh di depan mata mereka.
Sesaat Hyun Soyeon berusaha mendorong untuk membukanya, tidak terlihat bahwa pintu tersebut bergeser sedikitpun.
Koris melihat secara seksama, dan merasakan adanya sebuah mana yang terkandung dalam pintu besi seberat 5 kg.
Magic illusion telah diterapkan kedalam pintu besi, sehingga tindakan yang dilakukan Hyun Soyeon sebelumnya dianggap konyol oleh Koris.
Kedua tangan Koris mendekat, kemudian menempelkannya ke dekat dinding.
Koris melantunkan sebuah mantra 'Dispell.' dibagian tangannya.
Dalam hitungan detik magic yang terkandung dalam pintu besi menghilang, kemudian Hyun Soyeon kembali membuka pintu tersebut dengan cara mendobraknya.
Pintu besi terbuka lebar hingga suara yang dihasilkan terdengar begitu keras, membuat mereka menyadari adanya penyusup datang ditempatnya.
Koris memberitahu bahwa waktu yang dimiliki mereka berdua cukup sedikit untuk bergerak saat ini.
Pergerakan pasukan ******* sudah bergerak menyelusuri seluruh bagian-bagian ruangan yang mereka kira adalah tempat persembunyian para penyusup.
Berjalan mengendap dibalik bayangan ruangan yang memiliki titik buta penglihatan seseorang.
Tak lama kemudian Hyun Soyeon serta Koris berhasil menemukan titik lokasi sandera yang dibicarakan oleh pria tua tersebut.
Sayangnya keberuntungan tidak berpihak padanya, sebuah kaleng bekas minuman terjatuh dari atas meja.
Bunyi pantulan itu langsung memberitahukan lokasi mereka berdua, dan memerintahkan seluruh pasukan yang ada ditempat untuk segera menyergap penyusup.
Mereka memakai topeng bertanduk dengan gigi taringnya, menodongkan senjata kearah Hyun Soyeon, sedangkan Koris menghilangkan keberadaannya menggunakan sihir Stealth sesaat bunyi dari kaleng itu terdengar.
'Wind wave...!'
Koris mengeluarkan sihir angin miliknya, kemudian menghempaskan mereka semua tanpa mereka sadari.
Seluruh pasukan ******* yang terkena sihir tersebut jatuh pingsan sesaat tubuh mereka terpental menghantam ke suatu benda mati seperti perabotan ataupun dinding ruangan.
Beruntung nasib Hyun Soyeon cukup baik, ia secara tidak sengaja melihat salah satu orang yang memakai topeng terbuka begitu saja, dan ternyata mereka semua adalah warga sipil.
Untungnya Hyun Soyeon tidak melakukan aksinya saat itu juga, ia sesekali menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan perjalanan mereka berdua.
Tiba di suatu ruang yang cukup besar dengan dua penjagaan dimasing-masing sisi pintu.
Dua penjaga tersebut memiliki senjata berupa pedang besar berwarna merah dibagian bilah nya.
Bersambung....