The Great Hunter Was Actually A Farmer

The Great Hunter Was Actually A Farmer
Chapter 14: Perlawanan



Medan pertempuran tidak mendukung mereka para Hunter yang sedang melakukan Raid kali ini.


Suhu panas membuat mereka cepat kehausan saat ini, terlebih sang Lich mengeluarkan kabut-kabut hitam pekat yang menyebar dari tubuhnya.


Perlahan seluruh area didekatnya Lich mulai menutupi kawasan tersebut, mereka yang tidak mampu menahannya akan berubah menjadi mayat hidup yang berjalan mengikuti perintahnya.


Suara teriakan menggema keseluruhan tempat, kata-kata yang dilontarkannya untuk para Hunter yang ketakutan saat ini.


Berkumpul...! berkumpul...! berkumpul...!


Seluruh Hunter yang masih bertahan berlari ke sumber suara, tidak terkecuali Cho Dae sebagai pemimpin regunya.


Tidak membutuhkan waktu lama hingga mereka benar-benar terkumpul.


Dalam waktu yang sama, seorang Hunter dengan kemampuan pendeta mulai mengaktifkan skill miliknya.


Skill: Holy Protection!


Area pusat membentuk lingkaran bercahaya di dekat pendeta sebagai pusatnya, dalam area tersebut mampu menetralkan ke segala macam serangan yang berasal kutukan maupun ber-elemen kegelapan.


Skill: Holy Blessing!


Priest memberikan berkat kepada seluruh hunter yang berada didekatnya. Meningkatkan kecepatan pemulihan tubuh, meningkatkan magic power sebesar 10 %, serta meregenerasi mana sebanyak 5% selama 30 menit.


Kumpulan-kumpulan skeleton sudah mengepung seluruh area pelariannya, dalam beberapa detik ke depan, sang Lich memerintahkan semua unit skeleton miliknya segera menyerbu ke arah Hunter itu berada.


Serangan jarak jauh diserahkan oleh Hunter dengan kemampuan memanah ataupun seorang mage.


Tank sebagai barisan pertahanan di perbatasan bidang holy Protection, dan Hunter yang memiliki kemampuan bertempur jarak dekat melindungi penyerang jarak jauh.


Awalnya rencana yang mereka lakukan sudah berjalan pada semestinya, tetapi terkadang ada beberapa gangguan yang sering terjadi disaat dalam situasi genting.


Jung Dae adalah salah satu pelaku penyebab semua itu terjadi, perilaku dan rencana yang dimilikinya membuat Cho Jae kesulitan untuk mengatasinya.


Waktu terus berjalan, kumpulan-kumpulan tulang dari skeleton tergeletak di sepanjang jalan.


Jumlah anak panah yang digunakan sudah tidak tersisa begitu banyak, mereka memanfaatkan anak panah yang tersisa untuk membidik bagian kepala dari skeleton.


Seketika skeleton itu ambruk saat bagian kepalanya pecah ataupun hancur.


Mage perlahan kehilangan sebagian mananya untuk menggunakan sihir miliknya dalam waktu yang begitu dekat.


Guild black snake tidak masuk ke dalam perlindungan yang diberikan oleh anggota guild iron shield.


Mereka memiliki rencana sendiri untuk menyelamatkan anggotanya dari kepungan skeleton.


Sebuah item Confusion ball yang memiliki kegunaan untuk mengelabui pandangan lawan, dan membuat pengguna beserta anggota yang berada di dekatnya, akan membuat tubuh tidak terlihat selama 1 jam saat item tersebut digunakan.


Bisa dibilang item Confusion ball mirip seperti skill Stealth yang sering digunakan oleh seorang assassin.


Guild iron Shield dan guild lotus sudah mencapai pada batasnya.


Seluruh anggota merasa letih, kekurangan mana dan perlahan motivasi mereka untuk bertahan hidup kian menghilang.


Teriakan Cho Jae terus bergeming ke gendang telinga mereka tanpa henti.


Berkat semangat yang diberikan oleh Cho Jae, membuat mereka tetap tegar pada pendiriannya.


Akhirnya mereka berhasil menumpas tuntas seluruh skeleton yang ada di dekatnya, akan tetapi Death knight muncul dengan senjata yang mirip seperti tombak runcing di tangannya.


Death knight yang berlari menunggangi skeleton horse, menerjang kuat ke barisan depan pertahan mereka.


Tombak yang runcing di posisikan sebagai senjata penusuk dengan daya dorong yang tinggi dari kecepatan berlarinya.


Seorang yang tanker memberanikan dirinya menahan serangan yang datang kearahnya.


Perisai kokoh dari material terbaik hancur membentuk lubang ditengahnya, terlebih tombak milik death knight menembus sampai ke tubuh tanker tersebut.


Lich hanya tertawa menyaksikan dari atas langit, sedangkan sol begitu menikmati pemandangan dari kejauhan.


Mayat yang menancap dalam tombak dihempaskan begitu saja ke arah samping.


Hal tersebut membuat hati Cho Jae semakin remuk hingga ia sudah tidak memperdulikan keselamatannya sendiri.


Enchange, power boost, hingga kemampuan lain ia gunakan secara bersamaan, membuat kapasitas mana miliknya terkuras begitu banyak dalam satu waktu.


Tebasan yang dilancarkan olehnya berhasil memotong tombak death knight menjadi dua bagian terpisah.


Tampak death knight terkejut dengan serangan kuat milik lawannya, tetapi dirinya tidak hanya memiliki satu pedang saja di tangannya.


Ketika telapak tangan mengarahkan ke depan, death knight seperti melakukan persoalan lawaknya seorang mage di dunia miliknya.


"Keluarlah. Dragon hunter sword (Leigos)!" ucap death knight.


Sesaat pedang itu muncul, telapak tangan kanan death knight segera menggenggam erat pedang tersebut.


Bahan yang dibuat dari bagian-bagian tubuh naga seperti tulang, taring dan beberapa anggota tubuh lainnya, membuat pancaran dari pedang tersebut melekat kuat di dalamnya.


Seketika death knight mengayunkan Leigos tanpa mengeluarkan banyak tenaga, dalam serangan miliknya.


Mampu menghembuskan angin begitu kuatnya, hingga menciptakan tebasan berwarna gelap yang mengarah ke lawannya.


Cho Jae yang menghalau serangan tersebut, tidak mampu menahan seluruh serangan yang diterima olehnya.


Korban terus berjatuhan akibat dari gelombang tebasan yang melebar dari death knight sebelumnya.


Saat ini jumlah Hunter yang tersisa berjumlah 50 orang, 30 diantaranya adalah anggota guild black snake.


Berkat salah satu hunter dari guild black snake yang menggunakan item miliknya, mampu bertahan dalam kekacauan tanpa akhir.


[Quest: Return of Lich tersisa 25 menit]


Jung Dae melihat bahwa waktu yang tersisa untuknya tinggal setengah jam saat ini, ia sesekali memikirkan bagaimana caranya untuk bisa menyelesaikan quest tersebut tepat waktu.


Sebuah ide muncul tepat di dalam pikirannya.


Jung Dae mencoba menghasut ketua pemimpin Cho Jae terhadap guild black snake yang sedang melakukan pergerakan secara rahasia.


Jung Dae muncul kembali di depan Cho Jae.


"Apa kau tidak penasaran? bagaimana situasi ini bisa terjadi?" ucap Jung Dae.


"Diam!" tegas Cho Jae dengan emosi penuh kemarahannya.


"Tenanglah, aku ini ingin memberikan sebuah informasi penting. Kalau kau tetap tidak mendengarkan apa yang aku katakan, tidak masalah. Ingatlah guild black snake saat ini, apakah kau tahu kemana mereka pergi?" ucap Jung Dae selagi dirinya hendak meninggalkannya.


Jung Dae kembali menghilang dalam bayangan.


Perasaan Cho Jae bercampur aduk dengan situasi yang dialaminya saat ini.


Sebuah penghianatan yang tidak diketahui olehnya, membuat dirinya ingin menghabisi seluruh anggota guild black snake tanpa menyisakan satupun.


Hunter yang tersisa mulai menyatukan kekuatan mereka untuk mengalahkan seluruh lawan yang tersisa.


Anggota inti dari guild lotus 'Eun-Jung' memimpin barisan depan pertahanan saat ini.


Dengan kekuatan yang dimilikinya membuat Hunter yang tersisa segera melancarkan serangan penghabisan melawan death knight.


Sementara itu.


Jung Dae sedang berada diposisi persembunyian black snake yang tersembunyi dibalik bebatuan dekat sungai.


Terlihat seluruh anggota guild tersebut sedang bersantai menikmati secangkir minuman di tangannya.


Entah apa yang akan dilakukan Jung Dae terhadap guild black snake dengan sisa waktu yang dimiliknya saat ini.


Bersambung...