
Dua hari telah berlalu setelah aliansi tiga guild besar masuk kedalam gate di pulau Jeju.
Anggota-anggota yang tidak mengikuti Raid tersebut, bersiaga di tempat kejadian bersama guild lainnya.
Berbagai macam spanduk berjejer rapih di area pembatas masuk.
Aktifitas tetap berjalan normal sebagai mana mestinya, mereka tidak ingin membuang-buang waktu mereka hanya untuk menunggu kepulangan anggota-anggota guild yang berhasil Raid di pulau Jeju.
Sementara itu di dalam gate tepat anggota aliansi masuk.
Gagal karena melaksanakan tugas yang diberikan oleh sistem.
Jung Dae terjebak di suatu tempat entah berantah, banyak monster-monster kuat berkeliaran ke segala tempat tanpa henti, membuat dirinya kesulitan untuk bergerak secara leluasa.
Saat ini dirinya sedang bersembunyi di atas pohon terbesar sembari menunggu misi yang diberikan oleh sistem.
Tak lama kemudian, tiba-tiba suara pesan pemberitahuan terdengar dan muncul sebuah misi yang diberikan oleh sistem.
Ding...!
[Quest Pembantaian telah diberikan kepada anda]
Misi: Buru semua Hunter yang memasuki pulau mimpi buruk, semakin banyak anda membunuhnya, semakin besar pula hadiah yang diberikan.
Misi ini akan berakhir setelah 24 jam dimulai.
Hadiah: ?
Gagal: ?
Batas waktu: 24 jam
Jung Dae yang begitu bersemangat, mulai mengeluarkan emosi gilanya yang sudah tertahan lama.
Ia bergegas terjun dari atas pohon besar, dan mencari seluruh Hunter yang sudah memasuki pulau mimpi buruk.
Secara bersamaan, sistem memberikan sebuah item tambahan kepada Jung Dae yang hendak mencari titik lokasi musuhnya.
Ding...!
[Anda mendapatkan nightmare mask]
"Hahaha.... ternyata kau begitu baik juga sistem!" tegas Jung Dae.
bentuk dari topeng mimpi buruk tersebut begitu menakutkan untuk dilihat, mirip seperti makhluk iblis dengan dua tanduk di dahinya, serta memiliki corak khusus dibagian wajah topengnya.
Topeng mimpi buruk juga memiliki kemampuan unik untuk melemahkan mental target lawan yang diserang olehnya, terlebih memiliki kemampuan lain yang terbilang cukup kuat untuknya.
Semakin lawan takut, semakin kuat pula efek buff yang diberikan Jung Dae nantinya.
Ding...!
Tiba-tiba sistem memberikan respon terhadap Jung Dae yang sedang membicarakannya.
[Tentu, kau adalah inkarnasi yang terpilih oleh sistem]
Jung Dae hanya tertawa setelah sistem membalas percakapannya.
Di suatu tempat di dalam hutan rimbun.
Regu-regu dari bagian aliansi mendirikan perkemahan mereka sendiri.
Masing-masing menjaga dan berpatroli di sekitar kawasan tersebut secara teratur.
Hunter berperingkat tinggi, bersantai di dalam tenda mereka tanpa perlu melakukan pekerjaan yang merepotkan baginya.
Beberapa Hunter berjaga di setiap tempat, salah satunya mengawasi bagian belakang kawasan tersebut, nampak terlalu santai menjalankan tugasnya.
Hunter yang berperingkat B itu pergi sedikit lebih jauh dan dalam dari titik ia berjaga.
Suara semak-semak bergesekan satu sama lain hingga menimbulkan suara yang begitu tampak menakutkan jika terdengar olehnya.
Hunter yang sendirian itu tidak peduli dari mana asal suara itu berasal.
Sontak ia ketakutan sampai kegiatan peluncuran air itu terhenti di tengah-tengah jalan.
Sesaat ia hendak melarikan diri dari penampakan tersebut.
Jung Dae melakukan aksi kejinya yang langsung menusuk bagian tengah tubuhnya tepat di organ jantung miliknya.
Seketika ia terjatuh bersimbah darah, sekaligus tanpa bisa memberikan perlawanan sedikitpun.
Jung Dae berjalan ke dalam kegelapan, menghantui siapapun yang terlihat olehnya.
Belum ada yang mengetahui Hunter yang berjaga di tempat tersebut hilang, mereka tetap santai menjalaninya walau ada sedikit kejanggalan dalam kawasan miliknya.
Sisi kiri bagian belakang perkemahan milik anggota guild iron Shield.
Hunter yang bertugas di bagian tersebut tetap berdiri di tempat ia berada, mengawasi sekitar kawasan dengan seksama hingga membuatnya merasa bosan.
Ketika dirinya hendak menguapkan mulutnya, sebuah dagger menancap dibagian leher miliknya.
Ia seketika kesulitan bernafas hingga tak lama kemudian dirinya tersungkur ke tanah, darah bagian leher miliknya mengeluarkan air kental berwarna merah mengalir tanpa henti.
Jung Dae tersenyum menikmati perburuannya saat ini, dia kembali memasuki kegelapan sampai mencari mangsa berikutnya.
Keadaan masih terlihat sunyi, sisa dari penjagaan sekitar sudah sedikit menyadari kejanggalan yang ada pada tempat tersebut.
Sisa Hunter yang berjaga, mulai berkeliling tempat mencari adanya keanehan yang sedang terjadi.
Terlihat bahwa pos penjagaan dari kedua tempat hilang tak terjaga.
Karena rasa penasaran, ia mencari sedikit lebih dalam menulusuri daerah yang terlihat mencurigakan di matanya.
Sebuah jejak kaki terlihat saat ia hendak meninggalkan kawasan penjagaannya, terlihat arah dari jejak kaki tersebut mengarah ke suatu tempat yang di penuhi oleh semak-semak tinggi.
Sesaat ia sempat melihat jasad anggota regunya, tiba-tiba penampakan muncul terlihat di depan matanya.
Sebuah kata-kata ultimatum terdengar nyaring ke telinga miliknya, ia ketakutan bahwa keluarga miliknya diancam akan di bunuh jika tidak menuruti seluruh apa yang di ucapkan olehnya.
Jung Dae memerintahkannya untuk membunuh ketua dari guild miliknya secara diam-diam.
Dia pergi sesuai perintah yang diberikan oleh Jung Dae, ia hanya perlu menunggu hasil dari tindakan Hunter tersebut.
Jung Dae yang tidak ingin membuang-buang waktunya, pergi ke perkemahan lain dari anggota aliansi guild di sisi sebelahnya.
Pekerjaan untuk berjaga di sekitar kawasan itu sama seperti sebelumnya.
Hunter berjaga tetap pada lokasi setiap sudut tempat di mana mereka beristirahat.
Jung Dae melakukan hal yang sama pada mereka, satu demi satu ia habisi tanpa menimbulkan kecurigaan sedikitpun dari aksinya.
Setelah ia ia kira berhasil menumbangkan mereka secara tersembunyi, secara mengejutkan bahwa ada beberapa Hunter yang tertidur, tiba-tiba bangun dan melihat apa yang sedang dilakukan oleh Jung Dae terhadap anggota regu aliansi miliknya.
Hunter itu berlari sambil berteriak histeris ke arah tenda milik salah satu ketua regu aliansi yang sedang tidur di dalamnya.
Jung Dae yang sedang mengejar Hunter tersebut, secara tidak sengaja terjatuh karena terkena akar pohon yang melilit di atas tanah.
Kecerobohan itu membuat situasi untuknya menjadi semakin tidak terkendali.
Mereka semua bangun dan keluar dari dalam kemahnya masing-masing dengan peralatan yang dibawa olehnya.
Jung Dae yang tidak sempat untuk membungkamnya, ia berlari ke dalam kegelapan.
Waktu terus berjalan, dan situasi semakin memanas, seluruh anggota regu Hunter berkeliling ke seluruh kawasan yang belum terjamah.
Karena tidak kunjung ditemukan pelaku dibalik semua ini.
Cho Jae memerintahkan seluruh regunya untuk mencarinya secara sepasang guna untuk meminimalisir serangan diam-diam yang akan terjadi nantinya.
Cho Jae sendiri tetap pada lokasinya saat ini, mengamankan jasad dari seluruh anggota regunya ke tempat yang lebih baik.
Jung Dae senang melihat kesengsaraan Cho Jae sebagai ketua regu aliansi yang gagal mengetahui situasi dimana beberapa anggota miliknya tewas tanpa mengetahui siapa dalang dibalik semua ini.
Bersambung....