
Setelah beberapa jam berlalu saat para wartawan meninggalkan lokasi kejadian.
Hyun Soyeon akhirnya bisa melanjutkan kembali aktifitasnya seperti biasa di ladang miliknya.
Koris yang ikut serta membantu membuat pekerjaan Hyun Soyeon menjadi sedikit lebih ringan dari sebelumnya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama hingga penanaman bibitnya selesai begitu saja.
Seorang pria datang berpakaian rapih beserta topi di atas kepalanya, menghampiri Hyun Soyeon yang hendak duduk di samping pohon..
Pria itu hanya menatapnya, Hyun Soyeon terdiam mematung tanpa memberikan reaksi sedikitpun padanya.
Ding...!
[Waktu untuk menyelesaikan quest tersisa 30 menit]
[Hadiah akan diberikan bila pemain Jung Dae berhasil membunuh target quest]
[Quest ini memiliki pinalti bila gagal menyelesaikan tugas yang diberikan oleh sistem]
"Berisik sekali kau ini. Baik-baik, akan segera ku selesaikan secepat mungkin!" ucap Jung Dae dengan perasaan kesalnya.
Dia mengeluarkan suatu senjata berupa pisau di balik lengan bajunya tepat saat di depan Hyun Soyeon.
Seketika hendak menusuk bagian perutnya, Koris berhasil menggagalkan rencana Jung Dae.
"Tuan, harap berhati-hati mulai sekarang!" tegas Koris sambil memberi teguran padanya.
Hyun Soyeon hanya tertawa sedikit rendah karena ia merasa sedikit malu pada ucapan Koris.
Genggaman kuat dari tangan Koris membuat pisau yang dimiliki Jung Dae sulit digerakkan sedikitpun.
Jung Dae kesal pada situasinya saat ini, ia melepas pisau miliknya dari genggaman Koris, kemudian mundur sejauh mungkin.
Tiba-tiba senapan api muncul entah di mana membuat Hyun Soyeon merasa iri padanya, sedangkan Koris lebih antusias saat melihatnya pertama kali.
Mengaktifkan skill: mana burst!
Membuat suatu benda yang diselimuti oleh mana dengan jumlah tertentu, kemudian dilepaskan secara kuat hingga membuat benda dilapisi mana itu meledak. kemampuan ini bisa digunakan kembali selama satu jam setelah pemakaian.
Senapan api itu menodong Hyun Soyeon dan Koris yang sedang terdiam di tempat, hempasan peluru keluar dari selongsongnya, kemudian meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah mereka berdua.
Koris segera membuat perisai mana saat peluru tersebut meluncur begitu cepat, sangat disayangkan bila itu adalah peluru normal.
Peluru yang sudah dilapisi oleh mana, membuat pertahanan dari perisai mana milik koris tidak begitu berguna.
Peluru peledak saat menyentuh target bidikannya, terlebih tidak hanya satu peluru yang diluncurkan oleh Jung Dae saat itu.
Membuat serangan tersebut mirip seperti ribuan bom dengan daya ledak tinggi meledak secara terus menerus.
Koris terpental jauh setelah perisai mana miliknya hancur dengan mudahnya, Hyun Soyeon yang terdiam tidak mampu memberi perlawanan sedikitpun padanya.
Tidak ada celah untuk menyerangnya saat masih membabi buta, Hyun Soyeon hanya berharap bahwa peluru dari senapan api tersebut habis.
Sesuai dugaannya, peluru itu habis tanpa bisa menembakan lagi.
Hyun Soyeon menggunakan skill sprint miliknya untuk memperpendek jarak antara keduanya, kemudian ia menyerang menggunakan dagger miliknya.
Sayatan ringan berhasil melukai wajah Jung Dae tepat pada sisi pipi kanannya, membuat ia sangat marah pada orang yang melukainya.
Ding...!
[Waktu untuk menyelesaikan quest tersisa 15 menit]
"Cihh.... ini membuatku semakin jengkel saja!" ucap Jung Dae.
Kali ini senjata yang digunakan oleh Jung Dae berupa pedang panjang di tangannya.
Jung Dae mengaktifkan skill akselerasi, kemudian menambahkan beberapa skill potong ke dalam satu waktu secara bersamaan.
Membuat pergerakan Jung Dae menjadi secepat kilat tanpa bisa di lihat oleh lawannya.
Jung Dae melakukan serangan horizontal slash dari sisi kiri tepat pada titik leher Hyun Soyeon.
Tepat saat itu, lagi-lagi Koris berhasil menggagalkan serangan tersebut.
Hyun Soyeon menjadi tidak berdaya, dan hanya tertolong berkat bantuan Koris, seakan ia berada dalam kurungan kecil yang siap diterkam kapanpun itu terjadi.
Jung Dae yang semakin kesal lantaran serangan miliknya gagal secara terus menerus, membuat ia mengeluarkan kemampuan penuhnya.
Karena sudah tidak memiliki waktu yang tersisa, Jung Dae bersiap melancarkan serangan berikutnya, tetapi Koris secara tiba-tiba men-summon Boris tepat di depan matanya.
Tubuh Boris yang begitu besar, membuat dirinya terlihat dengan mudah di sepanjang kawasan tersebut.
Membuat Koris harus segera menyelesaikan secepat mungkin tanpa diketahui oleh siapapun.
Hempasan tangan kanan Boris dari atas menghantam tanah, mengakibatkan gelombang kejut sementara pada serangan tersebut.
Jung Dae yang tidak sempat menghindar, ia menahan serangannya secara langsung menggunakan pedang miliknya.
Alhasil pedang itu hancur terpecah ke segala tempat menyisakan gagang pedangnya saja.
Ding...!
[Waktu untuk menyelesaikan quest tersisa 5 menit lagi]
"Sial, kena quest ini begitu sulit dikerjakan!" ucap Jung Dae.
Jung Dae mengeluarkan sebuah RPG yang sudah berisi amunisi di moncongnya.
Ia mengaktifkan skill mana burst dan enchange pada RPG tersebut untuk memperkuat daya ledak yang hampir mirip bom nuklir berukuran kecil.
Hyun Soyeon merasa takut dengan adanya senjata berbahaya di tangan Jung Dae, karena ia takut akan ladangnya hancur tidak tersisa.
Sesaat RPG itu hendak diluncurkan, Boris segera merubah arus lintasan RPG tersebut dengan cara menghempaskan Jung Dae ke atas langit.
Beruntung rencana Koris berhasil dengan sempurna tanpa kegagalan sedikitpun, hanya lintasan RPG saja yang mengarah ke atas.
Tepat di atas langit, RPG itu meledak begitu kuat hingga membuat kegaduhan di area tersebut.
Para warga panik dengan adanya guncangan hebat disaat itu terjadi.
Sekali lagi Jung Dae melakukan kegagalannya lagi dan lagi, ia merasa sangat marah kepada orang yang mengganggu rencananya.
Jung Dae yang begitu murka, masih memiliki satu kemampuan lagi yang belum dikeluarkan olehnya.
Koris membatalkan makhluk pemanggilannya, karena sudah terlalu lama ia gunakan, lebih dari itu sangat berbahaya jika terus menggunakan teknik tersebut.
Jung Dae tertawa keras.
Koris tetap waspada akan gerakan Jung Dae selanjutnya, sedangkan Hyun Soyeon merasa ada sesuatu yang ganjil dengan situasinya saat ini.
Ding...!
[Waktu untuk melakukan quest tersisa 1 menit lagi]
Jung Dae menggunakan skill shadow stap miliknya untuk mendekati Hyun Soyeon dari balik bayangan.
Seakan-akan tubuhnya menghilang entah kemana.
Koris tidak mengetahui lokasinya berada, sesaat itu dibalik bayangan Hyun Soyeon muncul Jung Dae yang siap menusuk menggunakan dagger miliknya.
Hyun Soyeon yang sedikit terlambat, terkena serangan yang dilancarkan olehnya, membuat bagian punggungnya mengalami pendarahan yang lumayan hebat.
Koris yang menyadarinya, langsung menyerang balik menggunakan mana bullet padanya, tetapi dirinya berhasil mengelak karena batas waktu yang diberikan untuk quest telah berakhir.
Tubuh Jung Dae lenyap menjadi butiran debu, menghilangkan dirinya serta keberadaannya di tempat tersebut.
Kerugian yang cukup besar dari kejadian sebelumnya, membuat Hyun Soyeon memikirkan cara untuk meningkatkan penghasilan lain.
Bersambung....