
Cho Jae yang mengetahui dalang dibalik semua ini, ia segera melancarkan serangan miliknya terhadap Jung Dae yang sedang berdiri di belakang pepohonan yang gelap.
Sebelum itu terjadi, lokasi Jung Dae masih tidak diketahui oleh siapapun kecuali di saat di mana salah satu hunter bodoh yang melakukan tindakan yang tidak masuk akal terjadi padanya.
Hunter itu tetap bersembunyi dibalik tenda miliknya, tetapi dirinya menggunakan skill penglihatan malam miliknya.
Dia terus melihat secara seksama ke segala tempat dengan penuh ketelitian, tanpa diduga bahwa sesosok yang mirip manusia bertopeng menakutkan terlihat didepan matanya.
Dia tahu bahwa jika dirinya langsung berlari ke ketua regu Cho Jae saat ini, kemungkinan besar dirinya akan segera dihabisi secepat mungkin sebelum dirinya berhasil melaporkan apa yang dilihat olehnya.
Rencana sederhana dilaksanakan sesegera mungkin, dia berjalan melakukan kegiatan yang mirip seperti mereka sekarang.
Mencari dan menyelidiki situasi di tempat kejadian, akan tetapi hal itu dia manfaatkan untuk mendekati ketua regunya Cho Jae pada lokasinya saat ini.
Perlahan tapi pasti berjalan kearah Cho Jae, sesekali dirinya menyimpang pada tujuannya, hal tersebut untuk mengelabui pandangan Jung Dae yang sedang mengintai mangsanya.
Tepat di belakang punggungnya, dia segera menepuk bahu Cho Jae yang sedang berdiri tegak dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi.
Hunter itu menjelaskan bahwa ada seseorang dibalik bayang-bayang sedang mengawasi pergerakan semua regu.
Cho Jae mengambil langkah tegas segera memanggil seluruh anggota regu yang berpencar untuk segera berkumpul ke satu lokasinya saat ini.
Hunter itu pergi untuk mengabari rekan-rekan yang sedang sedang berpatroli.
Jung Dae yang menyadari bahwa lokasinya sudah diketahui oleh mereka, ia melancarkan serangan rahasianya ke arah Hunter yang berlari begitu cepatnya, dicegah oleh Cho Jae dengan kedua tangannya.
Serangan milik Jung Dae berhasil dihentikan dengan sempurna, kini lokasi Jung Dae benar-benar sudah diketahui oleh Cho Jae.
Cho Jae yang sudah tak mampu menampung amarahnya, dia mengeluarkan pedang sucinya kehadapan lawannya.
Ding...!
[Peringatan]
[Seluruh stat anda berkurang sebesar 50%]
'Yang benar saja, kemampuan itu sudah tidak masuk akal. Sebaiknya aku bergegas lari dari pandangannya!' gumam Jung Dae.
Sebuah Kilauan cahaya menyelimuti bilah pedang milik Cho Jae, dirinya mempersiapkan teknik tebasan surga tanpa sepengetahuan lawannya.
Dengan cepat tarikan pedang menebas kearah Jung Dae, serangan tersebut mampu memotong kekuatan tidak murni yang ada di dunia ini.
Jung Dae yang mencoba menangkis, tidak mampu menghalau seluruh serangan yang mengarah padanya.
Hanya sebagian saja dari tebasan milik Cho Jae mengenai beberapa bagian tubuhnya, terlebih akibat debuff yang diberikan olehnya.
Bagian tubuh yang terluka oleh serangan sebelumnya, membuat kemampuan regenerasi miliknya menjadi tidak sempurna.
Hanya ada satu jalan bagi Jung Dae untuk berhasil kabur dari pandangan Cho Jae, yaitu membakar seluruh hutan yang ada menggunakan sihir ber-elemen api.
Tangan kanan mengangkat keatas dengan telapak tangan terbuka lebar.
"Terimalah ini!"
Aktifasi skill: Eternal rain of fire
Seketika di atas langit turun ribuan batu berapi tanpa henti menghantam permukaan tanah.
Batu yang menyala terang disekitarnya, membuat cuaca malam berubah seketika menjadi terang layaknya siang hari.
Seluruh pandangan gelap dan kabur dari gelapnya pencahayaan, membuat mereka semakin mudah melihat setelah batuan berapi itu turun.
Akan tetapi kejadian tersebut membuat situasinya semakin berbahaya.
Jarak antara mereka dengan yang lain terbilang cukup jauh, beberapa dari mereka membentuk kelompok terdekat untuk segera membuat tempat persembunyian dari datangnya serangan yang akan terjadi.
Cho Jae menghalau batuan berapi itu menggunakan pedang miliknya, sisa-sisa dari potongan tersebut terpisah menjadi dua bagian dan terjatuh menghantam tanah.
Dibeberapa tempat lain justru tidak sebaik pada kondisi Cho Jae saat ini.
Mereka yang tidak mampu menghalau, bersembunyi dibalik bebatuan besar yang sudah dibuat sebelumnya.
Alhasil seluruh batuan berapi itu mendarat ke pepohonan sekitar, yang mengakibatkan pohon tersebut terbakar hingga menyebar ke seluruh pohon yang berada di dekatnya.
Tempat yang sunyi sekaligus dingin di malam hari, kini menjadi terang benderang hingga suhu panas meningkat pesat sampai-sampai seluruh hutan menjadi lautan api.
Beberapa Hunter yang tidak sempat bersembunyi, saat ini tubuh mereka terbakar habis menyisakan tulang belulang karena suhu api yang begitu tinggi.
Tidak hanya itu, akibat dari pembakaran hutan yang secara tiba-tiba. Membangkitkan monster yang sedang tertidur di dalam tanah.
Lich bangkit dari kuburnya.
Perasaan ketakutan kian memuncak saat para Hunter melihat sesosok tengkorak berjubah terbang ke atas langit.
"Wahai manusia bodoh yang berani mengganggu tidur abadiku. Aku akan memberi kalian hadiah istimewa, terimalah!" tegas Lich.
Lich itu membangkitkan satu skeleton yang memiliki kemampuan necromancer dari alam kuburnya.
Skeleton itu memiliki nama yaitu Sol, seorang necromancer terhebat di benua alson.
"Bangkitlah wahai pasukan abadiku!" teriak Sol.
Ribuan pasukan skeleton keluar dari dalam tanah, ribuan pasukan tersebut membawa berbagai macam senjata di tangannya.
Sementara itu disisi lain.
Jung Dae yang sedang bersembunyi, mendapatkan sebuah pesan notifikasi dari sistem miliknya.
Sistem tersebut memberikan sebuah quest darurat untuknya, tetapi quest yang didapatkan olehnya sedikit beda dari biasanya.
Ada dua pilihan dalam penyelesaian quest saat ini, yang pertama adalah bertahan dari amukan Lich dalam waktu satu jam, sedangkan cara kedua adalah mengalahkan Lich yang sedang melancarkan serangan besar-besaran.
Pilihan tersebut memiliki perbedaan resiko yang akan terjadi nantinya, sesuai apa yang dipilih olehnya.
Tentu kali ini Jung Dae memilih untuk tetap bertahan karena memiliki peluang hidup yang lebih tinggi, terlebih lagi hadiah yang didapatkan nanti tidak terlalu sulit baginya.
Pesan sistem selalu muncul padanya, memberitahukan bahwa jumlah yang dibunuh terus bertambah tiap detiknya.
Padahal Jung Dae tidak membunuhnya secara langsung, seketika rasa penasaran itu terjawab langsung saat sistem tersebut menjelaskan.
[Jumlah Hunter yang terbunuh sebanyak 20/90]
Kegembiraan menyelimuti hatinya, ia tertawa begitu keras menikmati hasil yang didapatkan tanpa mengeluarkan keringat sedikitpun.
Di lain sisi.
Cho Jae semakin tidak di untungkan dalam kondisinya saat ini. Beberapa Hunter yang ikut bersamanya, kini tewas satu demi satu di tangan skeleton tersebut.
Guild black snake itu sendiri tetap mempertahankan anggota regunya sendiri, terlebih lagi tidak ada satupun yang mati dalam operasi gabungan yang sedang berlangsung.
Ketua regu black snake memiliki rencana yang begitu licik di otaknya, ia memanfaatkan keributan yang sedang terjadi untuk menghabisi seluruh anggota guild yang tergabung dalam aliansi.
Guild black snake memiliki jumlah 30 anggota di dalamnya, sedangkan guild lain seperti iron shield hanya menyisakan sekitar 20 anggota dan 20 anggota lain dari guild lotus.
Bersambung....