
Mereka tampak terkejut dengan kehadiran yang begitu tidak biasa, pancaran niat membunuh darinya perlahan membuat mental mereka semakin menurun.
Boss monster Boris hanya terdiam, sedangan sesosok lain di belakangnya memperlihatkan wujudnya.
Tubuh wanita yang mirip manusia berusia 17 tahun, dia hanya menatap tajam ke arah Hyun Soyeon di tempatnya berada.
"Kenapa kalian mengganggu kami di sini, tolong segera pergi dari tempat ini sebelum aku berubah pikiran," tegas Loris yang masih memiliki niat baik
"Apa itu beneran boss monster lain? Chu Baek merasa tidak beres dengan situasinya saat ini.
Pada akhirnya mereka menghentikan pertarungan tersebut, dan pintu keluar tiba-tiba muncul di belakang tepat Koris memintanya.
An Min berlari terlebih dahulu memasuki pintu tersebut, kemudian disusul Chu Baek, Lee Dojuun dan Kim Bohyun yang di gendong olehnya.
Hanya tersisa Hyun Soyeon di tempat beserta 2 monster boss di depan matanya.
Koris bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh Hyun Soyeon karena tidak mengikuti mereka yang keluar dari tempat tersebut.
"Apa kamu tidak mau keluar dari sini?" tegas Hyun Soyeon.
Kata-kata darinya membuat Koris merasa itu adalah ide bagus, akan tetapi status miliknya saat ini adalah dungeon master.
Tidak mungkin Koris bisa meninggalkan tempat ini begitu mudahnya, sekali lagi dia menolak tawaran yang diberikan oleh Hyun Soyeon.
Lagi-lagi Hyun Soyeon bersikukuh tetap menawarkannya, sembari menjelaskan bagaimana rencananya kepada Koris.
Pada akhirnya Koris setuju menerima tawaran tersebut, dengan cepat Hyun Soyeon meminta Koris untuk mengeluarkan semua harta yang berada di tempatnya.
Wajah Koris menjadi kusam saat mengetahui niat aslinya, tetapi dirinya tetap percaya pada rencana miliknya.
Dengan jentikan jarinya, sebuah celah terbuka di depan mata Hyun Soyeon, Kilauan emas serta barang lain tergeletak di tempat tersebut.
Semua harta itu, ia tukarkan menjadi poin shop untuk membeli item kontrak budak seharga 150 poin.
Hal yang baru didapat, kini kembali habis tidak menyisakan poin lagi, tetapi ia sekarang mendapatkan seorang budak, terlebih dirinya adalah seorang boss monster yang cocok untuk melindungi ladang miliknya.
"Sekarang tepati apa yang kau janjikan." tegas Koris.
Hyun Soyeon menjelaskan bahwa dirinya harus memberikan setetes darah ke dalam kertas yang ada di tangannya.
Ketika darah Koris menyentuhnya, kertas kontrak itu terbakar menjadi abu.
Kini sekarang Koris adalah budak pembantu Hyun Soyeon saat ini, Boris yang besar menghilang entah kemana tepat dimana perjanjian itu selesai.
Ding...!
[Anda berhasil menyelesaikan dungeon dengan cara yang unik]
[Hadiah khusus telah di berikan kepada anda]
[Anda mendapatkan sepasang cincin lovis]
Nama: Cincin lovis (Unique)
Efek: Mengetahui kondisi pasangan yang memakai cincin tersebut, mampu menteleportasikan anda ke lokasi cincin lain. Kemampuan ini bisa digunakan kembali dalam kurung waktu satu hari sekali.
"Kenapa penjelasan yang diberikan sedikit lebih kaku dibandingkan sebelumnya." gumam Hyun Soyeon.
Tepat sebelum mereka berdua keluar, Hyun Soyeon dan Koris masing-masing memakai cincin itu ke jari tangan miliknya.
Setelah selesai, mereka keluar secara bersamaan, Kilauan cahaya menutupi pandangan Hyun Soyeon saat melangkah.
Banyak reporter berbaris mengelilingi area sekitar gate, berbagai macam pertanyaaan di lontarkan olehnya, membuat Hyun Soyeon merasa tidak begitu nyaman saat ini.
Ia tetap berjalan melewati kerumunan wartawan yang sedang meliputi nya kejadian tersebut.
Setelah kejadian tersebut, sekitar halaman yang tidak begitu jauh selalu ramai hingga beberapa hari berlalu.
Cukup melelahkan baginya yang hanya duduk diam di rumahnya, menunggu mereka pergi dengan sendirinya.
"Ini tuan tehnya." ucap Koris.
Hyun Soyeon menikmati secangkir teh yang dibuatkan oleh Koris sebagai pelayan pribadinya.
Sesekali ia bertanya kepada Koris tentang bagaimana Boris bisa menghilang begitu saja tanpa diketahui oleh siapapun.
Dengan sopan Koris menjawab bahwa Boris sebenarnya adalah makhluk pemanggilan miliknya, lebih tepatnya itu adalah jiwa sang adik yang dibuat dari komponen Golem, kemudian disatukan menjadi satu dalam bentuk baru.
Hyun Soyeon tersentuh dengan apa yang dijelaskan oleh Koris tentang nasib sang adik yang telah mati dalam peperangan antar kerajaan.
Selebihnya hanya itu yang diingat oleh Koris saat itu, tidak tahu apa yang terjadi setelahnya.
Karena tidak ada kerjaan yang dapat dilakukan oleh Hyun Soyeon, ia mencoba mengajak Koris untuk bermain sebuah permainan catur kepadanya.
Koris yang tidak begitu tahu tentang budaya di bumi, mencoba meminta Hyun Soyeon mengajarkannya cara dan aturan permainan catur tersebut.
Hyun Soyeon menjelaskan bahwa ada beberapa aturan yang harus dilakukan pada saat permainan sedang berlangsung.
Pion yang berada di barisan depan hanya bisa memainkan langkah ke depan, sesaat ada lawan yang berada di sampingnya, sang pion bisa melakukan gerakan menyerang.
Benteng hanya bisa bergerak maju, mundur, ke kiri dan ke kanan, dan hanya bisa menyerang saat arah lawan sejajar dari lingkup serangannya.
Kuda memiliki gerakan khusus dibandingkan dengan budak lain, gerakan tersebut memiliki pola huruf L, sedangkan gajah memiliki sisi sebaliknya dari benteng.
Menteri dan raja memiliki pola gerak yang sama hanya saja pola raja terbatas pada satu petak setiap langkah, gerakan tersebut memiliki pola bebas, tetapi tidak dapat meniru pergerakan kuda.
Koris yang mengerti dengan aturan tersebut, meminta segera untuk memulainya.
Hyun Soyeon mendapat bidak berwarna hitam, sedangkan Koris mendapatkan bidak berwarna putih.
Mereka berdua menghabiskan waktu bersama memainkan permainan catur di rumahnya.
Hyun Soyeon yang percaya diri dengan strategi miliknya, kalah begitu mudahnya oleh pemain pemula dengan skor 0-10.
Tentu Hyun Soyeon kecewa hingga ia menghentikan permainan itu sebelum dirinya menjadi gila jika diteruskan kembali.
Di sisi lain, tepat di kawasan perkotaan Seoul.
Seorang pria bernama Jung Dae yang memiliki catatan kriminal pembunuhan lari dari penjara tepat setelah beberapa hari kejadian gate muncul.
Seluruh staf yang mengawasinya, mati seketika tanpa bisa memberikan perlawanan sedikitpun, seakan Jung Dae memiliki kekuatan tidak masuk akal.
Tubuh yang mudah terluka, sekarang memiliki daya tahan tinggi terhadap segala macam serangan yang ada, termasuk senjata api.
Dengan sifat brutal Jung Dae, ia sesekali memotong dan memisahkan beberapa anggota tubuh lainnya ke tempat terpisah, serta tempramen yang begitu dingin membuat dirinya dijuluki sebagai iblis badut.
Setiap Jung Dae berjalan, selalu ada korban jiwa yang menanti padanya, tetapi entah kenapa tujuan selanjutnya berada di kediaman Hyun Soyeon.
"Setelah tugas ini selesai. hadiah apa yang akan aku dapat nanti selanjutnya? Keke....!"
Tinggal beberapa kilometer lagi sebelum sampai di tempat Hyun Soyeon berada.
Tangan Jung Dae yang penuh darah, ia usap ke kerah baju miliknya dengan begitu mudahnya.
Koris tiba-tiba merasakan hawa nafsu membunuh dari jarak yang jauh, memperingati Hyun Soyeon yang sedang duduk di samping jendela.
Bersambung....