the girl of my dreams

the girl of my dreams
Netizen banyak bicara



Saat Kevin melihat ada Nana di depan mobilnya ia turun menghampiri Nana yang masih berwajah tegang dan berwajah ketakutan.


"Loh Na... Kenapa kamu disini ini kan masih jam sekolah kamu bolos ya????"


"engga engga bos saya tadi terlambat sampai sekolah namun pak satpam tidak memaafkan saya jadi pintu gerbangnya ngga dibukain"


"Lalu ngapain kamu disini"


"Aku ingin kerja tapi.... Aku masih pakai baju seragam.... karyawan lain nanti pasti ejek Nana bos"


"Kamu mau kerja....kan.... Yaudah ikut aku aja dulu"


"Kemana boss"


Mereka berdua jalan bareng menggunakan mobil Kevin bos Nana, di mobil Kevin bertanya hal yang membuatnya terlambat hari ini, dengan spontan Nana bercerita tentang laki-laki jahat yang menghukumnya. Kevin terbawa dalam suasana hingga ia marah-marah sendiri dengan seorang laki-laki yang diceritakan oleh Nana tanpa ia mengetahui siapa Laki-laki yang dibicarakan Nana.


Sampailah pada tujuan Kevin yaitu ke mall untuk membelikan Nana baju. Mereka masuk ke mall untuk beli baju buat Nana, Kevin membelikan Nana baju yang baginya cocok buat dipakai sehari-hari.


"Maksud boss mau beliin Nana baju apa?..."


"Yailah ya supaya kamu nggak malu sama karyawan-karyawan lainnya, kamu kira ada yang spesial??" (Tanya dengan tertawa)


"Engga bos cuma nanya aja"


Setelah ia selesai belanja baju Kevin mengajak Nana untuk makan direstaurant sekalian meeting bersama teman bimblenya untuk membicarakan program.


Nana nurut dengan Kevin ia ikut ke restauran untuk mendampingi Kevin bertemu dengan temannya untuk meeting. Sampai di restauran Kevin langsung memesan tempat duduk dan memesan makanan sambil menunggu temannya yang akan datang.


Mereka berdua bercerita macam-macam Nana curhat pada Kevin tentang keinginannya ikut bimble di Ganesha, secara tidak spontan Kevin terdiam hal itu membuat Nana kaget mengapa Bosnya terdiam setelah ia curhat.


"Jadi kamu ingin ikut bimble di Ganesha, oh aku ini adalah salah satu guru di bimble Ganesha kalau kamu mau masuk yaudah daftar aja"


Setelah Kevin mengatakan itu pada Nana, balik Nana yang terdiam Kevin heran ia pun bertanya ternyata Nana memikirkan biaya yang akan dibayarkan jika ia ikut masuk bimble Ganesha itu...


Kevin dengan baik hati menawarkan kalau gaji Nana akan dipotong sekitar 2 sampai 3 bulan untuk membayar bimble.


Dengan fikir panjang Nana terdiam dan menundukkan kepala sesekali matanya berkaca-kaca, Kevin Kembali bertanya pada Nana tentang apa lagi yang difikirkan nya Nana menjawab, ia sangat membutuhkan uang jika seandainya gajinya di potong apa yang harus diberikan pada Nenek Kakenya apalagi uang pembayaran seragam Loundry yang belum dibayar.


Kevin adalah orang yang baik ia memberikan solusi agar tidak memikirkan uang seragam Loundry nya atau bisa disebut gratis, dengan sangat terimakasih Nana pada Kevin.


Tak lama kemudian seorang laki-laki datang dari pintu restauran menghampiri meja Nana dan Kevin, belum sampai duduk laki-laki itu dari kejauhan udah ngomel-ngomel nggak jelas.


Laki-laki itu duduk di depan Kevin dan bertanya siapa cewek di sampingnya?, sementaranya waktu itu Nana masih menghadap membelakangi laki-laki itu ketika Nana berbalik wajah dan melihat cowok teman Kevin ia langsung terkejut ternyata temannya adalah Andhika.


"Kalian udah saling kenal ya..."( Ucap Kevin)


"Bos ini itu orang yang aku ceritakan tadi" Sahut Nana dengan kesal


"Gila Lo men.... Punya cewek kaya gini..." Ucap Andhika.


Kevin memukul meja dengan raut wajah marah secara meja mereka sudah bahan pandang meja lainnya, setelah Kevin memukul meja dengan keras Nana dan Andhika akhirnya berhenti berdebat dan dilanjutkan meeting dengan Kevin.


Setelah meeting mereka berdua selesai Kevin meminta sesuatu pada Andhika untuk menerima Nana sebagai murid baru di bimble Ganesha, namun Andhika dengan keras menolak Kevin memaksa Andhika untuk menerimanya dan Akhirnya Andhika menerima namun ada syarat yang harus dilakukan yaitu Nana harus menjadi murid Andhika, mereka berdua menyetujui syarat yang diberikan Andhika tanpa berfikir panjang.


Mereka selesai makan langsung pulang namun Nana tidak mau diantarkan sampai depan rumahnya, yang Nana inginkan Nana diturunkan di pertigaan sebelum rumah Nana supaya Kakek dan Neneknya tidak curiga bahwa ia tadi pagi tidak sekolah.


Kevin menunggu Nana di mobil yang pulang berpamitan untuk berangkat kerja tadi pada Kakek dan Neneknya.


Ketika Nana pulang Kakek Ridho sudah sembuh dan ia udah membantu Nenek untuk membakar ikan untuk dijual besok ke pasar. Setelah ia ganti baju tak lama Nana pamit lagi untuk berangkat kerja.


Nana berangkat kerja bersama Kevin bosnya sendiri tanpa ada rasa malu, sebenarnya Nana malu jalan bareng bersama bos nya namun bosnya yang mengajak akhirnya Nana ikut dan nggak malu lagi.


sampailah mereka di Loundry mata karyawan tertuju pada mobil hitam yang datang karena ia tau kalau mobil itu milik bosnya lebih tak disangka karyawan itu bosnya turun dari mobil bersama Nana karyawan baru yang masuk kerja baru kemarin, hal itu membuat bahan perbincangan karyawan Loundry itu.


Masuk dari pintu Loundry itu dengan wajah yang senyum riang yang biasa ia lakukan setiap harinya , namun tatapan karyawan menjadi kurang baik pada Nana, ia berfikir bahwa ini sudah konsekuensi ia jalan bersama bosnya. Tak perlu menghiraukan perkataan karyawan lain ia langsung masuk keruangan Setrika.


Setelah dia sampai diruangnya sendiri ia meneteskan air mata hari ini dosa yang ia lakukan terlalu banyak mulai dari bohong pada Kakek dan neneknya sampai ia jalan bareng bos nya secara ia adalah seorang karyawan biasa.


Tak lama suara ketokan pintu dari luar terdengar segera dibukanya pintu tersebut ternyata salah satu karyawan yang mengantarkan cucian yang harus Nana setrika.


"Anak baru.... masih kecil lagi... jangan berani deketin bos muda mentang-mentang kamu masih muda ambil hatinya..... apa kamu kira dengan mendekati Bos kamu jadi mandor" dengan lirih karyawan itu berbisik di telinga Nana.


Karyawan itu melemparkan baju cucian itu ke tangan Nana yang masih agak basah dengan usapan air mata yang menetes tadi.


Nana segera menyetrika baju itu dengan sabar dan pelan-pelan hingga rapi dan wangi, setelah ia selesai menyetrika dia mengemas baju itu dan di berikan pada karyawan pengambilan.


lagi-lagi Nana diejek oleh karyawannya ia dihina anak yang nggak tau diri baru masuk udah berani. Hal itu membuat Nana tidak percaya diri dan minder.


Selesailah pekerjaan hari ini Nana langsung pulang Kevin pergi ke ruangan Nana untuk menawarkan pulang bareng apa lagi jalan mereka pulang juga searah. Nana menolak ajakan Kevin, juga meminta tidak menaatinya bermacam-macam lagi karena karyawan lainnya iri.


Kevin emosi dengan masalah itu secarakan ia yang mengajak Nana namun mengapa Nana yang dijadikan perbincangan para karyawan nya. Akhirnya Kevin membiarkan Nana pulang sendiri naik angkot.


Maaf ya... jika kata-kata yang kurang berkenan