
Hari itu Vandi dijemput oleh mobil jemputannya diajaknya Nana naik ke mobil Vandi dan dikendarai oleh Sopir pribadinya. Sejauh perjalanan mereka hanya terdiam Nana Malu dan ragu memulai pembicaraan sedangkan Vandi juga masih merasa bersalah dengan perbuatannya yang merugikan Nana. "Mas Vandi ini kita kemana ya?" Kata tanya sopir itu sambil menghadap arah Vandi yang ada disampingnya. Mulailah ia berani bertanya dengan Nana "Rumput.... kamu udah sembuh ya?... apa kamu lapar..." tanya Vandi kepada Nana dengan biasa, Namun tiada respon sama sekali oleh Nana "Nih anak di panggil kok nggak respon sama sekali yak..." (Dalam hati Vandi) Vandi berfikir ada masalah apa pada Nana apakah dia masih sakit atau dia marah dengan Vandi. "Woi..." Agak jerit Vandi ke samping telinga Nana yang ada di belakangnya "Apa sih Van..?" jawab Nana dengan senyum "Rumput kamu itu kalau dipanggil nenggok gitu kek dari tadi udah Rumput... rumput... lu nggak nengok" Dengan nada tinggi Vandi berbicara dengan Nana "La yah emang nama aku bukan Rumput kenapa kamu panggil Rumput" Jawab Nana dengan biasa dan tidak kecewa. Vandi pun menjelaskan mengapa ia memanggil Nana dengan sebutan Rumput "Orang kamu sendiri yang bilang nama kamu rumput waktu di sekolah tadi, Udahlah aku mau tanya kamu masih sakit?, apa kamu lapar, kita kerestoran dulu apa gimana, lewat jalan kota" Ucap Vandi. Nana menolak dan lebih memilih mengantarkannya pulang kerumah.
______😱😱😱😱
Sampai dirumah Nana, tanpa berhenti lama Vandi langsung pamit pulang. Nenek Zakiya mendengar suara mobil diluar ia segera keluar dari rumah untuk melihat mobil siapa yang datang dilihatnya lelaki yang sangat tampan dan cool berdiri di depan Nana. Setelah Vandi pergi Nenek Zakiya menghampiri Nana yang masih berdiri di depan rumah dengan senyum-senyum sendiri dengan wajah seperti orang kelelahan.
______🤗🤗🤗
"Hao..... Nana anak cowo tadi siapa?... anterin kamu lagi sepertinya dia anak yang berada?, loh kamu kenapa sepertinya wajahmu terlihat lemas dan pucat?" Ucap Nenek dengan banyak tanya "Nana nggak papa kok Nek.. Nana biasa aja Nana sehat nggak lemas, tentang anak tadi ia temen sekolah Nana" ucap Nana menyembunyikan sesuatu .
______😚😚😚
Dengan perlahan Nana berjalan menuju rumahnya ia melihat jam dinding yang ada di dinding rumahnya waktu menunjukkan pukul 15.40 dengan tergesa-gesa ia bersiap-siap untuk berangkat kerja tanpa makan ia langsung pergi ke tempat kerja walaupun ditawari nenek Zakiya makan dulu Nana selalu menolak karena waktu dia sangat mepet apa lagi kerjanya lumayan jauh. Akhirnya Nenek meminjam sepeda tetangvga sebelah.
______😤😤😤
Sampailah Nana di Loundry Family House ia dengan tergesa-gesa campur aduk dengan ragu dan malu. Sebelum ia masuk Nana berdiri dahulu di depan pintu Loundry ia malu masuk pertama kali terlambat. Dilihatnya mobil hitam yang memasuki tempat parkir Loundry, Laki-laki itu keluar dari mobil hitamnya berjaz hitam dengan sepatu hitam Nana melihat dengan datar dan biasa. Pria itu Berjalan kearah Loundry dan berhenti dihadapan Nana, Nana sangat grogi dan takut mengapa pria itu berhenti Dihadapan Nana.
_____🤗🤗🤗🤗
"Mbak kalau Loundry nggak usah malu masuk aja nanti ada karyawan saya yang tangganin" Ucap pria itu. Nana semakin heran dan takut ia mengira bahwa pria didepannya adalah pemilik Loundry itu dengan pelan dan sopan ia menjawab "Sa...Sa...Saya.... Karyawan baru d...d....di sini pak"
" Nggak usah gugup biasa aja oh ya kenalin nama aku Kevin " mengulurkan tangan pada Nana
"Saya Nana anak SMA"
"Pantes aja keliatan muda amat"
"iya"
"Yaudah Ayuk masuk aku temenin"
____😚😤😤😤
Nana bekerja sebagai penyetrika baju konsumen mulai hari ini Nana bekerja keras dan menggunakan baju seragam namun Nana harus membayar bajunya dengan seharga Rp195.000. Untuk menutupi ketidak mampuan Nana menerima harus membayar Rp195.000. Waktu kerja Nana sudah selesai waktunya pulang saat itu waktu menunjukkan pukul 20.00 malam, Nana pulang dengan sepeda pinjaman tetangga sebelahnya.
______😐😐😐😐
Sampailah di sekitar rumah Nana langsung mengembalikan sepeda tetangganya dan berjalan kerumah ia sangat lapar karena dari tadi pagi tidak makan kecuali sarapan. Sebelum masuk kerumah Nana salam dan dijawab oleh kakek dan neneknya, bersalaman dengannya lalu ia langsung pergi ke ruang makan.
"Nek Kek ini makannya siapa?" tanya Nana sambil membuka penutup makanan
"Makanan kamu lah Na.... itu buat kamu nenek tau dari pagi kamu belum makan, di kenyangin makannya"
_____🤗🤗🤗🤗
Setelah ia makan ia dipanggil kakek untuk ke ruang tamu biasa kumpul bersama, namun Nana menolak dia bilang bahwa PR sekolah banyak. Kakek pun membiarkan Nana untuk belajar karena kakek juga tau kalau Nana hari ini sangat capek.
_____🤣🤣🤣🤣
Nana mengerjakan PR dengan santuy karena dia tidak terlalu mengerti tentang pendidikan, ia santuy nilai berapapun. Nana membaca cerita yang dipinjam diperpustakaan yang menceritakan kisah menghargai dan menghormati orang tua dengan tidak disadari air mata Nana menetes dan ia ingat bahwa Kakek dan Neneknya itu bukan ayah dan ibunya tapi mereka mendidik Nana dengan kasih sayang yang tulus, Nana minta apa aja selalu mereka kasih walaupun itu nggak penting bagi mereka dan tidak ada uang untuk membelinya ia berusaha membelikannya demi membuat Nana tersenyum bahagia, mereka mencari tau mengapa Nana selalu menangis beberapa jam dan ia memberi solusi untuk masalah yang dihadapi Nana, Mereka selalu membuat Nana tersenyum dan tiada beban.
_____😚😚😚
"Apakah aku sanggup berbicara kalau aku minta uang Rp195.000 sedangkan mereka udah merawatku tanpa rasa pamrih, seharusnya aku yang harus memberinya kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan apalagi pekerjaan kakek hanya nelayan yang uangnya nggak seperti orang-orang kaya diluar sana" Nana menangis hingga matanya terlihat tebal dan merah sampai-sampai dia terlelapkan tidur.
_____😵😵😵
nggak mood