
Nana berada di depan tempat les pendidikan Ganesha ia melihat yang kedua kalinya bangunan besar dan mewah yang ia ingin masuk kedalamnya.
Nana menemuhi gurunya yaitu Andhika, ia mengucapkan salam sebelum ia bertemu namun Andhika nggak menjawabnya.
Andhika bergegas masuk ruangan sementara Nana dibiarkan di depan kelas. Dikiranya Andhika akan memanggil tapi ternyata sudah ½ jam lamanya Nana nggak di panggil masuk ke ruang kelas.
Hingga akhirnya ia melihat Kevin yang akan mengajar di kelas sebelahnya, Nana menghentikan langkah Kevin yang akan memasuki ruang kelasnya.
"Bos... sepertinya saya tidak disuruh masuk... saya sudah menunggu lama"
"Loh...kenapa kamu nggak masuk aja...."
"ya... aku kira bakalan di panggil"
"udah masuk aja lalu duduk.."
"baiklah..."
Nana langsung salam didepan pintu kelasnya dan masuk lalu ia duduk di bangku pojok belakang yang masih kosong.
Semua mata anak-anak disitu melihat Nana yang masuk lalu duduk tanpa perkenalan.
Andhika memanggil Nana dan menyuruh Nana ke depan kelas untuk perkenalan, Nana berdiri lagi dan berjalan sambil menundukkan kepalanya menuju depan kelas.
Nana berkenalan kepada seluruh teman barunya, dengan setengah gugup dan malu.
lanjut setelah perkenalan Andhika bertanya-tanya tentang Nana, Maksud Andhika bertanya-tanya juga untuk ngerjain Nana.
Andhika bertanya dari "mengapa nama kamu Nana" hingga nggak nyambung dan nggak seharusnya ditanyakan kepada mirid baru.
Nana dengan santay dan sabar menjawab pertanyaan aneh-aneh yang ditanyakan Andhika, ia menjawabnya dengan senyuman.
Pelajaran dimulai hari ini adalah pelajaran matematika, yaitu pelajaran yang paling di benci Nana.
Ia mendengarkan betul penjelasan dari Andhika, ketika Andhika memberikan soal Nana tidak bisa menjawabnya.
Ketika Nana di panggil kedepan untuk mengerjakan soal yang dituliskan Andhika, ia hanya terdiam didepan papan tulis dan memegang spidol.
Andhika menertawakan Nana.... lalu ia menyuruh salah satu muridnya untuk membantu Nana mengerjakan soal di depan.
Nana emosi.... hampir saja Nana menampar Andhika namun ia harus menahan emosinya karena saat ini Andhika adalah gurunya.
Pelajaran hari ini sudah selesai Nana dan teman-temannya pulang. Sebelum pulang Nana melihat Vika belajar di ruang kelasnya.
Nana merasakan betapa sejuknya Vika diajarkan hingga faham oleh Kevin sedangkan Nana hanya diberikan materi, kerja sendiri oleh Andhika.
Nana duduk di kursi depan kelas Vika.... Andhika menghampiri Nana yang duduk sendiri, Andhika menghina Nana tentang tadi dia tidak bisa mengerjakan soal yang diberikannya, padahal bagi Andhika soal yang diberikannya cukuplah mudah.
Sebelumnya Andhika kaged Nana mendekatinya namun ternyata Nana mendekati Andhika karena ia nggak suka pada Andhika.
Setelah menginjak kaki Andhika Nana dususk kembali dikursi, sedangkan Andhika mengangkat satu kaki yang diinjaknya tadi dan merem-merem.
Pelajaran kelas Vika sudah sleesai Kevin keluar dahulu sebum murid-muridnya ia melihat Andhika yang sepertinya kesakitan, ia menolong Andhika dan nemgobati memarnya.
Nana sangat kesel pada Andhika atas apa yang dilakukannya, Andhika sangat jahil jika kepada Nana.
Sampai rumah Nana pukul 18.00.
Hari ini lumayan ia mendapatkan ilmu karena tadi ia memerhatikan andhika menerangkan matematika dan ia juga dibantu mengerjakan oleh salah satu temannya.
Nana makan lalu ia pergi ke kamarnya untuk reflesing... ia merapikan tempat tidurnya ia juga merapikan tempat yang akan ia tiduri
Pergi kesekolah bersama Vika dengan wajah yang ceria... tiba-tiba mereka terhentikan jalannya karena ada mobil yang ada dihadapan mereka dilihatnya, Mala keluar dari mobil ia mengajak kawan-kawannya.
Nana dan Vika menerima tawaran tersebut tanpa ia tau kalau didalam mobil itu ada Vandi.
Masuk kedalam mobil yang sepertinya masih asing dilihat mereka, ternyata mobil yang di naiki mereka adalah mobil Vandi.
Sampai di sekolah Vandi memarkirkan mobilnya lalu dia mengantarkan Mala ke ruang kelasnya yang jauh dari ruang kelas Vandi.
Namun Vika dan Nana segera pergi ke kelasnya sendiri karena waktu pelajaran akan dimulai dalam 3 menit mendatang.
Vandi masuk ruang kelasnya sbelum ia masuk ia sangat kaged melihat ada guru yang sudah memasuki kelasnya, Gugup Vandi mengetuk pintu kelas dan Salam.
Pertama kalinya Vandi terlambat guru memaafkan kesalahan Vandi dan menyuruhnya segera duduk ke tempat duduknya.
Istirahat......
"Vik... sepertinya Mala nggak kesini.... jam segini kok belum datang ke kelas kita untuk pergi ke kantin bareng, apa mungkin... dia lupa sama kita" ucap Nana yang curiga pada Mala
"Na... aku takut terjadi apa-apa pada Mala, yuk kita nengok ke kelasnya" memegang tangan Nana dan menarik
Seketika Nana langsung membuang tangan Vika dan menolak ajakannya untuk menengok ke kelas Mala karena Nana takut jika dia nanti akan melihat kemesraan nya lagi.
"Kemesraan apa sih na..." kesal pada Nana dan Vika berjalan ke kelas Mala sendirian karena Nana tidak mau diajak Vika.
Jauh dari pandangan Mata Nana, Vika pergi meninggalkan nya sendiri yang terdiam di depan pintu, ia melihat Vandi dengan Rizal di taman depan kelasnya, ia menghampiri mereka dan bertanya pada Vandi mengapa tidak mengajak Mala main bareng.
Jawaban Vandi yaitu ia tidak tau Mala setelah tadi pagi mengantarkannya masuk ke ruang kelasnya.
dukung novel aku....