the girl of my dreams

the girl of my dreams
Detik-detik Pernyataan Cinta



Vandi bersiap-siap untuk segera pergi ke Taman Anggrek, dia menggunakan baju yang diberikan adiknya ia juga membeli boneka besar untuk Nana.


Mala dan Vandi berangkat bersama ke Taman Anggrek namun mereka berbeda transportasi Mala naik mobilnya sedangkan Vandi dengan Motor ninjanya.


Vandi melihat Taman Anggrek sangatlah bagus dan Indah, suasananya begitu romantis ia nyaman berada di Taman Anggrek.


Mala menyuruh Vandi duduk di sebuah kursi yang disediakan, lebih tepatnya ditengah lingkaran bunga mawar.


Nana datang ke Taman Anggrek menggunakan sepeda tetangganya, tampak sepi dan nggak ada Vika di Taman itu, Nana berfikir untuk pulang.


Saat ia akan memutar balikkan sepadanya ia mendengar suara orang minta tolong di dalam taman tersebut, Nana masuk dengan ragu dan takut.


Ia melihat seorang cowok berjas Abu-abu, sepatu hitam duduk di kursi taman dengan dikelilingi bunga mawar, Nana takut dan ia pergi berlari ke luar taman, namun Pria yang duduk di kursi itu menghentikan Nana yang akan berlari.


Pria misterius itu memanggil Nana dan menyuruh Nana untuk menemuinya di kursi itu, sementara itu wajah Nana masih berbalik badan dengan pria misterius tersebut.


Nana terdiam dan berdiri, karena ia terlalu takut, perasaan Nana seperti ada orang berjalan di belakang Nana dan mendekati Nana, ia bergegas untuk lari namun di depan Nana ad sebuah jaring yang tidak bisa di terobos.


pria itu menyuruh Nana berbalik badan, Nana nggak mau sama sekali dan nggak mau walaupun hanya sekali.


Pria tersebut akhirnya berjalan di depan Nana, Nana menutup wajahnya karena ia takut, namun Pria itu bicara dengan sabar dan halus supaya Nana membuka mata nya.


Pelan-pelan Nana membuka matanya, ia melihat Vandi berlutut dibawah Nana dan memberikan sebuah boneka Doraemon yang sangat besar yang Nana sukai.


Vandi juga menggungkapkan perasaanya, bahwa dia sebenarnya sayang dengan Nana namun Tuhan belum mengizinkan mereka bersama, dan kali ini saatnya mereka harus bersama.


Vandi mengatakan banyak puisi dan gombalan-gombalan maut supaya mampu meluluhkan hati Nana.


Vandi meminta pada Nana untuk menjadi kekasih hatinya yang menemani saat senang maupun sedih kapanpun dan dimanapun.


Nana menerima.... ia menerima Vandi sebagai kekasih hatinya dan Nana juga bersedia menemani Vandi kapan saja.


Boneka itu diambil oleh Nana, mereka berdua bergoncengan tangan menuju kursi yang disediakan di taman Anggrek.


Vandi mempersilahkan Nana duduk di kursi yang cantik itu.


Vandi menepuk tangannya satu kali, ada pelayan datang menemui mereka, yang akan melayani mereka.


Nana tersenyum dan Senang sungguh hebat


Vandi menyuapi makanan pada Nana dengan romantis, waktu makan belum selesai, Vandi tepuk tangan sebanyak 2× suara piano begitu indah.....


Lanjut Vandi bernyanyi dengan suasana yang sangat menarik hari ini.... hingga hati Nana semakin yakin padanya


Mereka berdua tersenyum dan tampak bahagia melihat sahabatnya bahagia bersama orang yang dia sayang.


Namun sesekali Mala datang raut wajah Nana berbeda.


"Tenanglah Na... aku nggak marah sama kamu" ucap Mala pada Nana


"Bukannya...." Mala memotong pembicaraan Nana


"iyha.. aku sayang sma Vandi.... tapi... itu dulu... kalau sekarang aku akan jujur padamu..."


"Jujur mengenai apa la..."


"Sebenarnya aku adalah adik dari Vandi, papaku adalah papanya Vandi, namun kita beda ibu..."


"lalu.... mengapa kamu tidak memberi tau aku... mengapa semua itu kamu sembunyikan dari ku...., apa kamu tidak menganggapku sebagai sahabatmu la..."


"bukan itu maksud aku Na.... kamu salah...." memotong pembicaraan Mala


"lalu.... kamu tau Vik.....tentang ini....."


Vika terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Jawab Vik.... owh.... ternyata kamu tau..... ya sudahlah kalau kalian nggak nganggep gua jadi sahabat kalian, mending sekarang aku pergi" jawab Nana emosi ia meneteskan air mata


"Na... kamu kan janji sama aku... mau nemenin aku kapanpun dan dimana pun kenapa sekarang kamu bergikir untuk pergi meninggalkanku" Sahut Vandi suara kencang


"Na... bukan maksud aku untuk merahasiakan semua ini... tapi kamu harus tau... Besok pagi aku sudah tidak sekolah di SMA kita lagi... aku akan ke luar negeri" Ucap Mala teriak


"sudahlah la... aku nggak percaya padamu... memang kamu pembohong" Nana berlari membawa sepeda nya keluar dari Taman Anggrek.


Mala memberikan 2 buah iPhone 11 pro max kepada Vika, berharap kenangan terakhirnya buat Vika dan Nana.


Mala juga memberikan Vika sepeda gunung yang sangat bagus 2 buah yang satunya buat Nana.


Dan khusus buat kakaknya Vandi ia memberikan 1 buah jam tangan yang sangat canggih dan menarik tak lupa ia juga memberikan 1 jam tangan kepada Rizal.


"Teman-teman sahabatku maafkan aku harus meninggalkan mu, tapi aku janji akan kembali suatu hari nanti dan tolong pada kamu Vika, berikan surat ini besok kepada Nana".


Waktu malam sudah tiba waktunya Mala terbang ke luar negri dengan papanya.