the girl of my dreams

the girl of my dreams
akan pindah...



Ternyata Mala sedang mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan pada gurunya setelah istirahat.


Vika membantu tugas Mala dan bercerita-cerita, Vika bertanya tentang hubungannya dengan Vandi....


Mala tersenyum pada Vika "Nggak Vik.....aku sama Vandi nggak ada hubungan apa-apa" ucap Mala dengan senyum sambil mengerjakan tugas.


Keduanya menghening, Tak lama kemudian Mala bertanya pada Vika, tumbenan nggak ajakin Nana bareng, apa ada masalah diantara mereka.


Vika berfikir untuk memberi tau pada Mala kalau sebenarnya Nana suka sama Vandi, namun ia juga berfikir kalau Mala tau pasti seperti diadu domba.


Vika berbohong kepada Mala tentang sebenarnya yang Nana inginkan.


Tak lama kemudian Nana datang ke kelas Mala sendirian....


Nana bertanya keadaan Mala ternyata Mala tidak apa-apa, seketika Mala dan Vika terheran kepada Nana yang tiba-tiba menanyakan kabar Mala.


Setelah selesai pekerjaan Mala mereka bertiga bergegas pergi ke kantin, namun jam pelajaran sudah berbunyi saatnya mereka masuk ke kelas masing-masing.


Mereka bertiga akhirnya tidak ke kantin hari ini.


Dikelas Vandi bertanya pada Nana keadaan Mala.


Nana menjawab dengan dingin bahwasanya tidak terjadi apa-apa pada Mala.


Jam Pelajaran sudah selesai waktunya Murid-murid pulang kerumah masing-masing.


Lagi-lagi Nana pulang bersama Vandi naik Motor ninjanya.


Sampai depan rumah Mala.


Mala terheran-heran melihat Barang-barangnya dan barang-barang Papanya dikeluarkan dari rumah yang sudah dimasukkan kedalam koper.


Mala langsung turun dari motornya dan tidak berterima kasih pada Vandi.


Mala berlari masuk kedalam rumahnya, terlihat Pak Surya Papanya Mala sedang memerintahkan anak buahnya membereskan barang-barang.


Mala memberhentikan pekerjaan anak buah papanya.


"Pa...ini apa-apaan kok pada dikeluarin barang-barang Mala?" Marah pada papanya.


Namun papanya tidak mendengarkan yang diucapkan Mala.


Mala menjerit dengan keras memanggil papanya yang sedang berdiri memerintah.


Mala nggak sanggup menunggu nanti yang akan dijelaskan papanya, Mala mengambil semua barangnya yang sudah dikemas kedalam koper menuju kamarnya.


Pak Surya menghentikan langkah Mala yang akan masuk ke kamarnya.


Dengan raut wajah kesal Mala menghadap ke papanya.


Pak Surya menjelaskan bahwa, satu Minggu mendatang ia harus sudah sampai Amerika, karena ia mendapat tugas diluar negri.


Mala nggak faham apa yang dikatakan papanya, ia menggelengkan kepalanya.


Pak Surya kembali menjelaskan bahwa dia akan bertugas diluar negri hingga beberapa bulan jika tugasnya tidak terselesaikan bisa molor beberapa tahun, karena itu Pak Surya mengajak Mala, begitu pula jika Mala di Kampung sini ia tidak memiliki sanak kerabat dan akhirnya Mala diajak pindah ke luar negeri.


"Kemungkinan kita berangkat Lusa, dan besok Papa akan mengurus surat pindah kamu, jika besok surat pindah kamu belum terselesaikan maka akan diurusi salah satu anak buah papa" ucap Papa.


Mala terheran dan syok, karena Pak Surya tidak memberi kode Mala kalau ia akan pindah.


Salah satu pembantu di rumah Mala memberitahu kalau temannya masih menunggu di depan.


Mala lupa bahwa Vandi masih menunggu di depan rumahnya, ia menyuruh salah satu pembantunya itu untuk masuk ke rumah.


Vandi masuk kerumah, ia melihat dari belakang papanya Mala, bermaksud untuk bersalaman.... Vandi mendekati Pak Surya.


Ketika Pak Surya berbalik badan menghadap ke Vandi dan sebaliknya, seketika Pak Surya dan Vandi terdiam.


"Pa...papa..." Ucap


Vandi menatap Pak Surya.


Pak Surya langsung memeluk Vandi dengan erat dan meneteskan air mata, Mala melihat kejadian tersebut, ia bingung meringkas hal tersebut.


Mala mengira bahwa Vandi sudah pernah kenal dengan Papanya dan ia sudah pernah izin bahwa akan menjaga Mala saat sekolah.


Mala juga tersenyum, ia mendekati Vandi dan Pak Surya dan ikut memeluk.


Tak lama Vandi melepaskan pelukannya dengan Pak Surya.


"Jadi Papa... Udah kenal sama Vandi.... Ya ampun.... Kayak Anak dan bapak aja..... emangnya kenal dimana pa...?" Sahut Mala ketika papanya akan mengucapkan kata.


"Owh... Inikan Papa aku La... Papa aku yang selama ini aku cariin" Ucap Vandi dengan tersenyum menghadap ke Pak Surya.


Mala heran dengan yang dikatakan oleh Vandi... Mala bertanya langsung kebenarannya pada Pak Surya.