
Kemudian Nana pulang ke rumah dengan wajah yang terlipat, salam masuk rumah ketika itu... ia melihat nenek dan kakeknya sedang makan malam bersama ia disuruhnya untuk bergabung. Setelah meletakkan tas nya Nana bergabung makan malam mereka.
Nenek mengambilkan Nana makanan, nenek juga bertanya kenapa raut wajah Nana tidak seriang biasanya sepertinya terlipat dan ada masalah. Nana bercerita bahwa dia dihina oleh karyawan Loundry nya sehingga membuat Nana minder. Kakek juga bertanya
"Na... kamu tadi kemana aja.... kok nggak masuk sekolah?" dengan amarah yang mulai membenih.
Nana langsung gugup dan tegang apalagi kakek Nana tau kalau tadi dia tidak masuk sekolah, Nana langsung berlari dan mencium tangan kakek Ridho untuk meminta maaf kalau ia tadi ngga masuk sekolah.
Ia menceritakan alasannya terlambat namun itu tidak membuat hati dan amarah kakek menurun, alasan Nana malah membuat amarah kakek Ridho semakin menjadi-jadi Sesekali nenek memaafkan kelakuan Nana namun kakek belum bisa memaafkan Nana.
Nana menjelaskan lagi dengan detil namun tidak bisa mengambil kepercayaan Kakek Ridho karena tadi waktu jam pulang sekolah Vika kerumah untuk bertanya mengapa Nana nggak masuk dan memberitahu kan PR nya.
Kakek setelah makan langsung ke kamar sedangkan menangis dipangkuan Neneknya dan meminta maaf. Nenek menyuruh Nana segera ke kamar untuk belajar lalu tidur karena waktu udah malam.
Nana masuk kamar dan menyiapkan tempat tidurnya dan ia memeluk bantal menangis meratapi nasibnya sampai-sampai ia tertidur lelap.
Didalam tidurnya Nana bermimpi bertemu dengan Vandi yang sedang ditaman sendirian Nana pun menghampiri Vandi yang sendirian dan terdiam Nana menawarkan Vandi makanan kotak bekalnya sekolah, Vandi menerima pemberian dari Nana namun..... anehnya makanan itu diberikan pada Vika.
Nana terbangun dari tidurnya ia mengelus dadanya difikirnya untung saja hanya mimpi bukan kenyataan. Nana minum dan ia meneruskan tidur lagi, pagi hari yang masih subuh ia seperti biasa masak untuk kakek dan nenek di dapur.
Setelah selesai bersiap-siap Nana berpamitan dengan Neneknya untuk berangkat sekolah.
Berjalan menuju arah rumah Vika, diketok pintu rumah Vika.... namun tidak ada respon sama sekali... dengan senang hati Nana tetap menunggu Vika keluar dari rumahnya tanpa ia tau Vika udah berangkat ataukah masih dirumah.
Keluarlah Vika dari rumahnya, disambut senyum pagi oleh Nana.... namun Vika tidak membalas senyuman itu.
Disekolah pun juga..... tidak menghiraukan keadaan Nana, ia langsung pergi dan bertemu dengan Mala, Nana berfikir kehadirannya tak dianggap oleh Vika.
Jam Pelajaran dimulai.... semua teman sekelasnya pada gosipin Nana yang kemarin bolos sekolah...
Jahil Vandi ia cuekin Nana selama duduk beberapa jam
"Van...Van...." ucap Nana memanggil Vandi, namun Vandi belagu dan agak sombong ia tak menoleh ke arah Nana sama sekali.
Nana juga mengerti mengapa kawan-kawannya sekarang dingin dengannya.
Istirahat Nana mengajak Vika kekantin, dengan dinginnya Vika ia berangkat sendiri ke kantin, sementara Nana masih berdiri di depan pintu kelas.
Datanglah Mala menemuinya.....
"Eh.... kamu tau Vika kemana??"
"La... maafin gue yah... please"
Mala menjelaskan bahwa sebenarnya ia tak marah pada Nana namun hanya Vika yang sangat kecewa pada Nana karena ia mbolos sekolah.
Nana menyadari itu....ia ikut Mala kekantin menemui Vika....
UPS jelek yah... maaf