the girl of my dreams

the girl of my dreams
Pelatihan Pernyataan Cinta



Di dalam mobil Vika bertanya pada Nana


"Oh ya... Na... btw besok kamu nggak libur ya kerjanya?"


"Engga lah... Orang kerjaan aku nggak ada liburnya"


"Sepertinya penampilan kamu rapi sekali Na..." (Tanya Mala)


"Owh iya... Aku sekarang jadi sekretaris di Loundry Family House"


"Seneng ya Na... Kerjaan itu dulu yang kamu impikan dan sekarang kamu sekretarisnya" (Mala)


Nana tersenyum dan membuang muka.


Lanjut....Vika Meminta pada Nana.... Kalau besok libur nggak masuk kerja aja.


Nana kaget dan menatap mata Vika yang ada di depannya menghadap ke arahnya.


"Kok permintaan kamu gitu sih Vik.... Ya nggak bisa lah..." Ucap Nana ngegas


"Udah nggak usah ngegas kali Na..."


Vika memberikan bingkisan pada Nana.


Nana menerima bingkisan itu dari Vika, ia membuka bingkisan yang diberikan Vika.


Isinya baju bagus yang berwarna hijau toska panjangnya 1 jengkal atas mata kaki, dengan permata putih yang menghiasi dekat leher.


Mala juga memberikan bingkisan pada Nana, lanjut Nana juga membuka bingkisan yang diberikan Mala.


Isinya sepatu hak tinggi berwarna hitam ada talinya dengan permata ungu yang menghiasinya dan Tas berwarna hijau toska brandit.


Nana menolak pemberian mereka berdua, ia mengembalikan pemberian mereka.


Nana marah dia fikir Mala dan Vika ingin merendahkan Nana karena Nana hanya orang Miskin.


"Na... Tolong terimalah pemberianku.... Tolong ya Na.... Sekali ini.... Aja plis na..... Aku mohon...." Permohonan Mala pada Nana.


Akhirnya bagaimana juga Nana menolak, tetap tidak bisa, ia pun menerima pemberian itu.


"Vika minta tolong kamu ya Na....?"


"Apaan Vik..."


"Besok temui aku di taman Aggrek jam 2 siang"


"Ngapain...nggak ah... Aku kerja... Vik, Kek anak kecil aja kau ini..."


"Plissssss...... Sekali aja Na....oh ya... Pakek ya....baju, sepatu serta tas nya."


"Ngapain sih"


"Plisss..... Besok aku kasih tau"


Vika memohon-mohon pada Nana ia hampir mencium kaki Nana yang ada dibelakangnya, bagaimana pun juga akhirnya ia harus menuruti kata-kata Vika, ia rela dihukum di tempat kerjanya demi sahabatnya.


Sampailah didepan rumah Nana, Nana pamit dan mengajak Mala dan Vika mampir duluan makan bareng dirumahnya.


Namun Mala menolak karena waktu sudah malam nggak baik kalau udah malem cewek masih main.


Mobil Mala melaju mengantarkan Vika.


Rencana Mala dan Vika yaitu tanpa dimengerti sama sekali oleh Nana.


"Oh ya La.... Kalo Vandi nggak mau gimana...."


"Mau kok... Tenang aja..."


Sampai rumah Vika, ia langsung masuk rumah serta melambaikan tangan pada Mala.


Memarkirkan mobil, Mala masuk kerumah... Ternyata dilihat hari ini Vandi nggak pulang kerumahnya namun ia menginap bersama Pak Surya.


Disambut Vandi diruang tamu... Menunggu Mala larut malam.


Sepertinya Vandi kecewa karena Mala pulang terlalu malam, ia menyuruh Mala duduk disampingnya.


Dengan merunduk Mala mendekati Vandi dan duduk disampingnya.


Vandi bertanya darimana ia jalan bareng teman-teman nya.


Vandi tersenyum dan memandang Mala dengan trenyuh.


"Apa sih Van... Liatnya gitu amat"


"Panggilnya... Sekarang Kak" (tegas)


"Apaan sih..."


Sebelum Mala pergi ke luar negeri ia meminta sesuatu pada Kakanya.


Dengan senang hati Vandi bertanya permintaan apa yang diinginkan darinya.


Vandi kaget mendengar bahwa yang diminta Mala dari Kakaknya adalah jadian dengan sahabatnya Nana.


Sudah jelas... Vandi menolak apa yang diinginkan adiknya, namun kata-kata adiknya meluluhkan hatinya.


Mala memohon dan jongkok di depan kakaknya yang duduk di kursi memohon menuruti permintaan nya.


Walaupun begitu berat bagi Mala... Tapi mungkin hal yang dilakukan lebih baik bagi Mala dan Nana.


Terus membantah yang diinginkan adiknya.


Mala menangis dihadapan Vandi Kakaknya memohon supaya permintaan ini dilakukan nya.


Vandi nggak berkuasa melihat cewek menangis apalagi Mala adalah Cewek yang dia sayang serta adik kandungnya sendiri.


Vandi menghapus air mata Mala yang jatuh di pipinya.


Vandi menerima permintaan adiknya walau berat baginya menerima itu, karena permintaan itu yang terakhir yang paling diinginkan adiknya ia menuruti dan melakukan yang Mala inginkan.


Mala memberikan bingkisan baju yang berwarna putih bercleret hijau dan jas berwarna abu-abu serta sepatu hitam pada Kakanya.


Vandi heran pada Adiknya padahal ia nggak ulang tahun diberi hadiah yang sangat banyak.


"Kak Mala minta.... Pada kakak, pakai baju ini besok siang pukul 13.40 di Taman Anggrek"


"Ngapain ditaman Anggrek pakek baju bagus... Lagi"


"Mala mohon pada kakak... Sebelum Mala pergi ke luar negeri Besok kakak jadian dengan Nana di taman Anggrek"


"Maksudnya besok aku menyatakan cinta pada Nana gitu...."


Mala menganggukkan kepalanya.


Vandi menuruti apa yang dikatakan adiknya.


Setelah itu Mala meminta Vandi belajar menyatakan cinta pada Nana.


Vandi lagi-lagi menolak, namun akhirnya ia melakukan hal itu.


Ia meminjam boneka Mala dan menjadikan almari sebagai Nana.


Ia belajar menyatakan cinta dari setulus hati nya yang paling dalam-dalamnya.


Mala hanya melihat dan berkomentar, karena terlalu malam dan kelihatanya Mala sangat kecapean ia tertidur lelap dikursi.


Tanpa Vandi ketahui, ia tetap belajar dengan memberikan boneka lah, atau cincin, atau bunga.


Ketika itu Mala sudah tidak berkomentar, Vandi menoleh pada Mala, ternyata adiknya sudah tertidur lelap.


Vandi menaruh barang-barang yang ia pegang dan menghampiri Mala yang sedang tidur.


Vandi duduk disamping Mala yang tertidur, ia ingin membelai dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya.


Namun hal itu gagal, ia melihat tikus nabrak barang dan pecah.


Vandi mencoba lagi akan membelai Mala, namun Mala keburu bangun.


"Oh iya kak... Kakak bagus..."


Mala berbicara itu tanpa ia sadari, dan ia terkejut ketika kakaknya ada disampingnya.


Ia menampar kakaknya dan marah ia kira kakaknya jail padanya.


Ia pindah ke kamar dan meninggalkan kakaknya.