the girl of my dreams

the girl of my dreams
penyesalan



Keesokan harinya Nana pergi ke sekolah sendiri ia tidak menghampiri Vika.


Setelah jam waktunya istirahat Nana mulai berfikir tidak melihat Mala dari pagi hingga sore hari ini, ia berniat untuk bertanya kepada Vandi namun ia malu karena kemarin dia menyia nyiakan Mala.


Tak lama Vika menghampiri Nana yang berdiri termenung sendiri di pintu depan kelasnya.


"Na... kamu mikirin apa?... oh iya.... kemarin Mala titip surat ini kepada ku... dia juga memberikan kita iPhone dan speda gunung.... tuh sepeda nya aku taruh di parkiran". Ucap Nana


"lantas.... mengapa Nana menyuruhmu dia kan juga punya tangan dan kaki untuk menemuiku..." ketus Nana pada Vika


"bukannya dia kemarin sudah bilang kepadamu kalau hari ini dan seterusnya dia nggak akan sekolah disini lagi" jawab Vika dengan santuy


"biarin saja dia pergi" ketus Nana


"kok kamu sekarang beda sieh Na... nggak kayak dulu lagi... aku kangen kamu yang dulu na..."


"aku pergi ke toilet dulu ya Vik..."


"baiklah"


Nana berjalan ke toilet dan berkaca


"hah apakah benar Mala pergi ke luar negri, maaf kan aku Na... bukan maksud aku..."


Nana membuka surat yang diberikan padanya


*Dear Nana Anugrah


Assalamualaikum Nana.... langsung aja yah... maafin aku tidak mengetahui tentang perasaanmu kepada Vandi hingga aku pernah mesra berduaan dengannya di depanmu tanpa aku mengerti kamu juga suka dengannya.


Aku jelaskan padamu Na*...


**waktu itu... aku pulang dengan Vandi terlihat banyak barang yang dikeluarkan dari rumah, ternyata papa minta kalo kita harus pergi ke luar negri secepatnya, aku syok dengan keadaan itu, papa nggak pernah ngasih aku kode kalau kita harus pergi ke luar negeri secepet kilat.


Lumayan lama aku berbincang-bincang dengan papaku, akhirnya Vandi masuk ke rumahku dengan tidak sengaja ia melihat papaku berdebat dengan ku.


sebelumnya ia akan membelaku namun... ia spontan memanggil papaku dengan sebutan PAPA mereka berpelukan dan saling berjanji.


dari itu lah aku mengerti tentang Vandi adalah kakak aku... sebelumnya aku nggak tau kalau Vandi adalah kakakku.


terima kasih na.... kamu telah menjadi sahabat terbaik aku.


From\* : Mala Fauzia*


 


"ternyata Mala itu....... aku menyesal Tuhan...." jerit dalam hatinya.


Bel menandakan Pulang.


Nana pulang kerumah menggunakan sepeda yang diberikan Oleh Mala bersama Vika.


mereka berdua jalan bareng.


Nenek Zakiya melihat Nana membawa sepeda yang bagus dilihatnya, nenek Zakiya datang menghampiri cucunya, dia bertanya kepada cucunya, sepeda siapa yang ia gunakan, ternyata speda itu milik dia sendiri yang diberikan oleh Mala sewaktu dia akan pergi ke luar negri.


Nana memeluk nenek Zakiya dengan erat dan menangis.


"Nek... Nana menyesal sungguh..."


"siapa yang kau sesali nak...."


"aku kemarin menyia-nyiakan Mala nek.... aku tidak menganggapnya ada... dan aku marah padanya, aku tidak...... pokoknya aku menyesal... dan sekarang ia keluar negri...."


"Sabarlah nak... pasti Mala memaafkanmu"


"dia baik sekali nek.... dia memberiku hp model sekarang banget yang harganya mahal banget nek...."


"kamu seneng dong"


"tapi..."


"aku yakin nak Mala pasti maafkan kamu.... udahlah sana.... waktunya kamu les pendidikan"


"baiklah nek aku masuk dulu"


Nana bersiap-siap lalu ia pergi ke lesnya menggunakan sepeda barunya.