
Pak Surya menjawab bahwa Vandi ini juga anaknya, Seketika Vandi dan Mala syok.
"Jangan bercanda kali Pa.... Mala ini orang yang aku sayang" ucap Vandi dengan raut yang bertanya-tanya.
Pak Surya menjelaskan pada Vandi dan Mala sebenarnya mereka adalah seorang adik dan Kakak Kandung, sama ibu dan sama ayah.
Mereka lahir 1 tahun lebih tua Vandi dari pada Mala, mereka dipisah ketika Vandi berumur 3 tahun.
Saat itu Pak Surya membawa Vandi pada Kakanya yang sangat menginginkan anak, sedangkan Mala diasuh oleh Pak Surya sendiri.
Mala meneteskan air mata dan ia berlari menuju kamarnya, ia menangis pilu mendengarkan cerita dari papanya bahwa dia dan Vandi adalah seorang adik dan kakak.
Begitu pula Vandi ia langsung terjatuh ke tanah dan menangis ia memukul-mukul lantai.
"Pa... Kenapa papa bohong saat itu ketika Vandi bertanya keberadaan adik aku" Vandi menangis.
Mala memandang foto bersama dengan Vandi di handphone nya dalam hatinya berkata, "kenapa harus Vandi kakak aku Tuhan...."
Tak lama kemudian Suara ketuk pintu dari kamar Mala, ia membuka perlahan ternyata Pak Surya.
Mala memeluk Pak Surya dengan erat dan menangis di pangkuannya.
Pak Surya menegarkan hati Mala karena itu semua sudah takdir dan mereka tidak mungkin untuk menjadi satu.
Vandi mengikuti Pak Surya ke kamar Mala dan berkumpul bersama.
"Kalian yang sabar ya nak.... Sekarang kita sudah kumpul jadi satu" ucap Pak Surya.
Mala menganggukkan kepala, namun Vandi masih menyimpan luka karena dia tak menyangka.
Lanjut... Pak Surya bertanya kepada Vandi, ia ikut atau tidak ke luar negeri bersama adiknya.
Vandi nggak mau berpisah dengan Mala ia ikut dengan Papanya ke luar negri.
Pak Surya memeluk mereka dan keluar dari kamar Mala meninggalkan kedua anak-anaknya.
Mala berbicara dengan Vandi. "Andai kalau kamu ikut denganku... emangnya kamu nggak malu padahal kamu adalah anak baru di sekolah".
Vandi meninggikan egonya kalau tetap ingin bersama Mala.
Mala meyakinkan lagi pada Vandi, kalau ia harus mengejar cita-citanya, dia nggak boleh ikut papanya karena dia harus bisa mandiri dan membuat papanya bangga.
Vandi berfikir lagi dengan apa yang dikatakan Mala.
Akhirnya Vandi menyetujui bahwa ia harus menggapai cita-citanya dahulu untuk membanggakan papanya.
Mala meminta sesuatu pada Vandi, supaya identitas Mala sebagai Adiknya Vandi tidak ada yang tau.
Vandi menyetujui hal itu... Karena ia juga nggak mau kalau adiknya harus didekati laki-laki lain dikelasnya yang jail-jail.
Mala ganti baju sepertinya ia akan keluar rumah.
Mala meminta izin pada Papanya untuk ia akan jalan-jalan sama temen-temen nya karena bentar lagi ia harus meninggalkan teman-temannya.
Vandi menawarkan diantarnya, namun Mala menolak tawaran Vandi.
Mala berangkat sendiri naik mobilnya kerumah Vika.
Menotok rumah Vika dan memanggil-manggil.
Vika keluar dari rumahnya dan bertanya keperluan apa Mala datang tumbenan karena Mala jarang main.
Mala ingin mengajak Vika ke sebuah cafe, ia bertanya saat ini apakah bisa.
Vika balik tanya pada Mala "memangnya Nana nggak diajak".
Mala tau kalau saat ini Nana pasti masih kerja mending besok aja juga bareng sama Nana.
Di Cafe Ceria Cinta, Mala menraktir Vika makan apa aja banyak juga nggak masalah.
Seusainya Makanan datang Mala dan Vika berbincang-bincang, Mala bercerita bahwa ia akan berangkat ke luar negri besok malam, dan ia juga bercerita kalau Vandi itu sebenarnya kakak kandungnya.
Vika mendengarkan cerita dari Mala sangat terharu mulai ia harus pindah hingga ia adalah adik kandungnya Vandi.
Namun Mala berpesan pada Vika untuk tidak memberi tau pada Nana.
Vika akhirnya juga bercerita pada Mala kalau sebenarnya Nana suka sama Vandi, selama Mala Deket sama Vandi, Nana jadi dingin dengan Vandi.
Mala kasihan pada Nana setelah mendengarkan ceritanya Vika, ia berfikir untuk menjodohkan kakaknya dengan Nana.
Vika setuju dengan apa yang direncanakan Mala, mereka sekongkol untuk membuat Vandi dan Nana jadian sebelum Mala pergi ke luar negeri.
Namun Vika juga bingung cara mendekatkan Vandi dan Nana secepet kilat.
Selesai makan Mereka pergi ke mall untuk beli baju... Mala meminta Vika untuk memilih baju kesukaanya untuk kenangan akhirnya.
Namun Vika menolak apa yang diminta Mala, Mala memohon pada Vika untuk memilih baju sebanyak yang Vika inginkan.
Setelah Vika pilih-pilih baju mereka memilihkan baju yang cocok buat Nana dan Vandi supaya serasi keduanya.
Mala mengantarkan Vika pulang kerumah, ditengah perjalanan pulang ia melihat Nana berjalan dipinggir trotoar sendirian malam dengan wajah kecapean.
Mala menghentikan mobilnya disamping Nana dan bermaksud mengantarkan.
Namun Nana menolak ajakan Mala yang ingin mengantarkannya, Nana melihat ada Vika di dalam Mobil Mala, akhirnya Nana ikut mereka.