the girl of my dreams

the girl of my dreams
Bolos sekolah



Keesokan harinya Nana terbangun sangat pagi dan benar-benar pagi bahkan Nenek Zakiya belum bangun, segeralah Nana membasuh mukanya dan memasak sebelum Neneknya bagun, Nana memasak yang spesial buat Neneknya.


Ketika Nenek Zakiya Bagun dia menoleh sampingnya ternyata Kakek Ridho tidak berlayar dan ia masih tertidur lelap, Nenek Zakiya mencium aroma seperti masakan, Nenek berjalan ke dapur ternyata Nana sedang sibuk memasak, setelah Nenek membasuh muka nenek menghampiri Nana yang sedang sibuk memasak.


"Na... ngapain kamu.. tumbenan dah bangun??..."


"Iya nek Nana pengen Nana yang masak bukan nenek lagi...."


"Yaudah kalau gitu nenek bantu"


"nggak usah nenek yang liat dengan duduk ya!!!"


________😚😚😚


Makanan yang dimasak Nana sudah jadi......ia membawanya ke ruang makan dan menyiapkannya dengan rapi dan bagus. Nana menyuruh Nenek duduk di kursi itu lalu makan.


"Sebentar Na..."


"Apa Nek...."


"Kakek kamu tadi, tidak berlayar biarlah Nenek panggil dulu"


"Aku saja Nek, Nenek disini icip-icip aja yah...."


"Baiklah kalau begitu"


Nana kemudian berjalan menuju kamar kakeknya, Nana mengetuk pintu kamar kakeknya namun tiada respon dari kakek Nana pun langsung masuk, ketika ia membangunkan kakek tubuhnya terasa demam tinggi. Nana berlari menemui neneknya dan memberi tau tubuh kakeknya demam tinggi. Nenek Zakiya kemudian berjalan dan menyentuh tubuh kakek Ridho, Namun nenek Zakiya bilang bahwa Kakek Ridho tidak sakit atau tidak ada masalah apapun pada Kakek Ridho dan, Nenek bilang kakek hanya demam biasa. Nenek Zakiya menyuruh Nana sarapan dahulu dan secepatnya pergi ke sekolah.


_______🤣🤣🤣🤣


Nana menuruti kata neneknya ia meninggalkan kakek Ridho dan Nenek Zakiya di kamar lalu bergegas makan dilanjutkan dengan mandi. Setelah mandi ia menengok kamar kakek Ridho, lagi-lagi kakek masih tertidur sedangkan nenek berjalan mondar-mandir di depan almari kamar. Nana bingung dan dalam hatinya penuh kata tanya, saat Nana mengitip dari pintu kamar Nenek melihat dan memelotot i Nana sehingga membuat Nana takut, ia pun bergegas pergi ke sekolah.


_______😵😵😵😵


Nana berjalan menuju sekolahnya melewati trotoar jalan Raya. Dengan pikiran kacau di pikiran Nana dan tidak tenang di benak Nana


" Ya Tuhan.... uang Rp195.000 aja belum dibayar ditambah Kakek sakit bentar lagi bayar SPP berilah Nana petunjuk Tuhan...."


ia menendang kaleng yang menghalangi langkahnya, Tak sengaja kaleng itu mengenai kepala seseorang yang berdiri di samping mobil depannya. Orang itu menoleh dan menghampiri Nana.


"Sepertinya aku kenal denganmu" Kata Lelaki itu dengan Nada tinggi dan memegang kepala yang terkena lemparan tadi


"Waduh gawat.... ini kan guru bimble itu yang namanya A....A....Andhi....ka" (ucap Nana dalam hati)


"oh iya... gwe inget.... loh itu.... yang hampir gwe tabrak yang karena nggak liat jalanan itu kan, lah..... sekarang pakek lempar bekas minuman kaleng ke gwe lagi... Lo tuh kayak kurang kerjaan tau nggak...."


"Ya...Maaf"


______🤗🤗🤗


Cowok itu melihat Nama Nana di bet kanannya dan dia memarahi Nana.


Andika melemparkan kaleng yang tak sengaja terlemparkan oleh Nana tadi....pada kepala Nana dengan keras. Nana marah apa lagi ia tak sengaja melihat jam tangan Andhika waktu menunjukkan pukul 07.10.


Untungnya Nana bisa berfikir dengan cerdas ia melihat ada polisi yang mengatur jalanan dan ia nangis-nangis karena ia disiksa oleh pacarnya karena tidak boleh sekolah dengan suara keras supaya polisi datang.


Polisi yang mengatur jalan itu akhirnya datang menghampiri Nana dan Andhika dipinggir jalan.


_______🤣🤣🤣🤣🤣


"Selamat pagi mas mbak maaf ya saya ikut campur..... pacarnya jangan disiksa Mulu kasian dia merengek rengek minta sekolah kasian kalau sekolahnya berhenti gara-gara masnya" ucap polisi itu.


Andhika sangat marah pada Nana namun ia harus menahan kemarahan nya itu di depan Polisi. Tak kalah cerdas Andhika juga drama didepan polisi itu.


"Maafkan istri saya ya pak.... ini itu istri saya kelihatan muda kan pak tapi dia udah punya anak ini itu dia kumat agak gila gitu pak" Sahut Andhika dengan santuy sambil melihat Nana.


"Awas aja ya nih orang...."(Dalam hati Nana)


"Oh gitu.... maaf ya, kalau seperti itu pulang aja dulu debatnya dirumah aja mas kalau disini kamu nggak malu apa mas?" ucap polisi


"baiklah saya dan istri saya pulang dulu ya pak maaf ganggu pekerjaan bapak"


"iya tidak apa apa"


_______🤗🤗🤗🤗


Akhirnya Andhika dengan terpaksa mengantarkan Nana pergi ke sekolah naik mobilnya mereka berdua di mobil hanya berdebat tiada hening dalam mobil itu bahkan sampai mobil lain samar-samar mendengar suara perdebatan mereka berdua. Perdebatan mereka terhenti pada saat ia sudah sampai sekolah Nana.


Sampai disekolah Nana ternyata pintu gerbang sudah ditutup dan di kunci karena Nana sudah telat 20 menit setelah waktu pelajaran dimulai.


Nana meminta Pak Satpam untuk membuka kan pintu gerbang itu namun pak satpam tidak mau membukakan pintu, Nana menangis terisak-isak meminta Pak Satpam membukakan pintu gerbang itu lagi namun pak satpam tidak merespon Nana bahkan tidak menghiraukan Nana sekalipun.


Andhika turun dari mobil, Nana mengira Andhika akan meminta pak satpam untuk membukakan pintu gerbang dan memohon-mohon kepada satpam agar dimaafkan kesalahan Nana dan mengaku bahwa dia yang salah penyebab dia terlambat. Andhika ternyata turun dari mobil hanya karena ingin mengejek dan menghina Nana dia mengatakan bahwa tidak bolehnya sekolah Nana itu karena karma nya pada Andhika. Nana sangat marah pada Andhika dan ia mengatakan orang yang paling ia benci adalah Andhika, Nana mengatakan kalau Andhika itu manusia berhati iblis.


Andhika tidak menghiraukan perkataan yang barusan di ucapkan Nana, dengan santuy Andhika berjalan ke arah mobilnya dan menghidupkan mobilnya tanpa memanggil Nana ia langsung berputar Arah dan meninggalkan Nana yang masih menangis di samping gerbang.


Berjalan dengan membawa tas ransel yang berisi pelajaran sekolah, dan masih menggunakan pakaian seragam sekolah. Dia kebingungan antara pulang ke rumah atau kerja, Nana nggak mau mengecewakan Nenek dan Kakeknya. Nana berkesimpulan pergi ke tempat kerja....


Sampailah di Loundry Family House ia berdiri dari kejauhan melihat lokasi itu perasaan Nana bercampur aduk antara dihina, direndahkan, dan diremehkan oleh karyawan lainnya karena dia nggak masuk sekolah hari ini apa lagi baju yang dikenakan Nana adalah baju sekolah.


Terlihat dari kejauhan tampak seorang yang akan keluar dari Loundry ternyata itu Kevin Bosnya Nana, semakin takut akhirnya Nana bersembunyi dibalik mobil hitam yang dekat dengan keberadaaanya.


Nana mengintip kemana arah Kevin berjalan, Kevin berjalan kearah Nana hal itu membuat perasaan Nana jadi kacau dia jongkok di depan mobil hitam yang di parkirkan tadi.


Ketika Nana sesekali mengintip Kevin dia terkejut mobil tempat persembunyiannya berbunyi, dan Nana melihat Kevin ada didalam mobil tersebut sebegitu pula Kevin melihat Nana bersembunyi dengan wajah tegang.


(ʘᴗʘ✿)(ʘᴗʘ✿)


Maaf yah kalau kurang bagus