
Nana dan Mala datang ke kantin untuk menemui Vika, Vika sendiri tiada teman mereka menghampiri Vika.
Nana dan Mala duduk di meja bersama Vika, namun Vika tidak bertanya sama sekali dengan mereka bahkan Mala pun juga di cuekin.
"Vik..... maafin Nana dong please kamu jangan marah dong.... aku minta maaf"(meneteskan air mata)
"iyalah Vik kasian dia dari tadi nangis karena kau cuekin"
Vika tersenyum dan memandang Nana yang didepannya, ia melihat Nana meneteskan air mata dengan merunduk.
"bukannya apa temen-temen aku kecewa sama kamu Na..."
"maafin aku Vik yah..."
Vika mengangguk kan kepala dan tersenyum pada Nana, itu menandakan Vika sudah memaafkan mereka Nana, mereka bertiga berangkulan dan tersenyum bahagia.
Rizal melihat mereka bertiga berangkulan hatinya terasa ikut senang melihat keponakannya juga senang.
Jam pelajaran sudah selesai waktunya Murid-murid pulang kerumah masing-masing.
dari gerbang sekolah Nana melihat Andhika berdiri disamping mobilnya seperti menunggu seseorang, Nana sempat berfikir bahwa Andhika akan jahatinnya lagi.
Mala, Nana, dan Vika menghampiri Andhika yang ada nggak jauh dari keberadaan mereka, belum sampai bertemu dengan Andhika ada kakak kelas 12 yang menghampirinya duluan dan pergi naik mobil milik Andhika.
Hati Nana bertanya-tanya siapakah kakak kelasnya yang pulang bersama Andhika apakah ia pacarnya atau hanya keponakan.
Vika mengajak balik Nana, akhirnya Nana tidak terlalu mengfikirkan tentang kakak kelasnya tadi.
Mereka bertiga berjalan dengan hati yang senang dan gembira sampai-sampai jalan kayak milik mereka bertiga dan berjalan sambil rangkulan.
Langkah mereka terhenti karena Ada Rizal yang menawarkan boncengan kepada Nana, tak disangka lagi Vandi yang ada di samping Rizal juga menawarkan boncengan kepada Mala mendengar itu Nana membuang muka dan berubah suasana wajahnya.
Tanpa berfikir panjang Mala langsung mau dibonceng oleh Vandi apalagi hari ini Vandi juga memakai motor ninjanya.
Nana melihat Mala yang naik motor bersama Vandi murid baru yang ia sayangi dan kagumi.
sepanjang perjalanan Nana hanya terdiam dan melamun, sesekali Vika bertanya pada Nana tentang hatinya ketika Vandi menawarkan boncengan pada Mala.
Nana menjawab ia tak cemburu, namun dilihat dari wajahnya ia berbicara "tidak cemburu" tak iklas.
Sampai rumah Nana langsung salam pada Kakek dan neneknya lalu dilanjutkan makan dan mandi.
setelah ia selesai bersiap-siap Nana bergegas pergi kerja dan ia juga ingin bertanya kaapan mulai ia eles pendidikan.
Dengan pakaian seragam ia berjalan menuju Loundry Family House dengan wajah yang masih berseri-seri.
Sampailah di tempat kerja Nana langsung duduk di kursi ruang kerjanya, tak lama kemudian bos Kevin memanggil seluruh karyawannya untuk berkumpul di depan ruangannya.
Kevin menjelaskan bahwa ia mengumpulkan seluruh karyawannya untuk membicarakan sekretaris.
Kevin membutuhkan satu sekretaris diantara mereka yang bisa membantunya mengerjakan tugas, karena dia juga guru di Les pendidikan Ganesha.
Kevin bertanya keseluruhan karyawan yang mau menjadi sekretarisnya, semua mengacungkan tangannya, namun Nana dan salah satu karyawannga ada yang tidak mengacungkan tangan.
Kevin bertanya kepada Rinda yaitu orang yang tidak minat menjadi sekretarisnya Kevin, jawaban Rinda yaitu karena ia malas menjadi sekretaris dan pastinya kalau jadi sekretaris bakalan capek.
kemudian Kevin bertanya pada Nana alasannya tidak minat menjadi sekretaris, ia menjawab bahwa ia sadar kalau dia adalah orang baru yang tidak pantas dinaikkan dengan secepat itu.
Jawaban yang di jawab Nana sangat memuaskan Kevin, Ia meminta kalau Nana yang akan menjadi sekretaris Loundry itu sejak saat ini.
Beberapa karyawan tidak terima dengan keputusan Kevin, banyak karyawan yang membantah hal itu tidak membuat fikiran Kevin berganti.
"Kalian kalau sama Nana yang sopan yah... kalau kalian kurang ajar aku bisa pecat kalian tanpa pesangon sama sekali, karena dia sekarang adalah sekretaris, dimana sekretaris itu jabatannya lebih tinggi dari pada karyawan biasa" ucap Kevin
jangan baper dulu yak.... masih awal🤗