the girl of my dreams

the girl of my dreams
Hukuman



Mala mulai kepo dengan murid baru dikelas Nana dan Vika dengan diam-diam ia memerhatikan Vandi dari kejauhan ia memerhatikan satu per satu dari ia makan, minum sampai dia berbicara. Vika melihat Mala sepertinya ia sedang memerhatikan Vandi murid baru itu seketika Vika memecahkan kesunyian dimejanya "Hey......" ucap keras hingga terdengar ke meja yang lain Vika langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, Semua mata menoleh ke Bangku meja Vika dengan heran, Vika sangat malu "Kamu kenapa sih Vik kok nggak jelas banget" Ucap Mala "kamu tau nggak semua mata menuju arah bangku kita nih.... malu gua..." Sahut Nana menambah perkataan Mala "abisnya sih kalian pada diem-dieman kan Aku capek kalau diem-dieman" Ucap Vika menutup malunya "iya iya maaf..." ucap Nana.


"Aku mau nanya sama kamu Na... kok tumbenan makanan kamu bannyak amat bakan lebih dari kita..." Ucap Vika heran. Nana bercerita ia menemukan uang Rp 50.000 di kamarnya. Setelah ia bertanya pada Nana lanjut ia akan bertanya pada Mala. Tiba-tiba jam pelajaran Sudah berbunyi saatnya masuk ke kelas kembali. Mereka pun menunda bincang-bincangnya hari ini.


______🤣🤣🤣🤣


Tak disangka Cowok baru itu masuk ke kelas bersama Rizal terlihat sangat akrab mereka berdua membuat heran Nana dan Vika bahwa baru kenal udah akraban aja. "Eh Zal... udah akrab aja sama Vandi Aku aja belum" Ucap Vika pada Rizal dengan malu Vandi disamping Rizal "Hayo... kenalin ini Vika keponakan aku orangnya baik" Ucap Rizal sambil menunjuk ke wajah Vika. Mereka bertiga berbicang-bincang hingga guru memasuki ruangan. Kembalilah Vandi duduk disamping Nana tak lama kemudian Nana bertanya pada Vandi "Kamu kok main kenal aja sama Rizal..." Kata tanya Nana "Oh iya Aku tadi diajak Rizal ke kantin dan kita berbicang-bincang jadinya akrab deh" Ucap Vandi. Dengan suara keras dan Lantang guru memarahi Nana "Nana.... kamu keluar dari kelas...jangan bikin kelas gaduh apa lagi kamu ajakin Vandi berbicara terus sekarang kamu keluar!!" ucap guru dengan Keras. Dengan wajah kaget dan takut Nana menatap wajah guru itu mata guru itu melotot pada Nana dan nafas nya besar-besar sepertinya guru itu marah besar pada Nana "Tapi......" bantahan Nana "Ayo cepattttt kamu keluar hormat di depan tiang bedera sambil kakinya diangkat satu... sekarang..... makin ditunda makin lama hukumannya" Hentak guru depan kelas. Vika tidak terima perlakuan itu ia membantah perintah guru "Pak saya mau tanya kan yang bikin gaduh orang 2 Nana dan Vandi lalu mengapa yang dihukum hanya Nana namanya kan tidak adil Pak .... saya tidak setuju" Bantahan Vika tanpa takut sama sekali " Siapa saja yang bantah hukuman Aku atau apa yang Aku katakan ia akan ikut dihukum termasuk kamu Vika" Hentak lebih keras oleh guru "Baiklah Pak saya bersedia dihukum bersama Nana" balas Vika memberanikan diri walaupun Rizal tau tangan Vika gemetar dari tadi "Enggak Vik kamu di ruang aja Aku keluar dulu ya...." Ucap Nana keluar Kelasnya.


______🤗🤗🤗


Vandi sangat merasa bersalah gara-gara dirinya Nana harus dihukum keluar kelas "Dasar cowok nggak punya perasaan udah baru masuk tadi pagi sekarang buat sahabat Aku jadi sengsara awas aja nanti gue bales lo..." Bisikan Vika ke telinga Vandi. Hal itu semakin membuatnya merasa bersalah pada Nana.


Pelajaran hari ini sudah selesai waktunya Murid-murid pulang kerumahnya masing-masing, ketika jam pelajaran berakhir Hukuman Nana selesai wajahnya terlihat pucat dan lemas sekian lama ia berdiri hormat dan mengangkat kakinya dibawah terik matahari yang sangat panas. Terlihat dari kejauhan Vika berlari menemui Nana yang sedang duduk diteras depan tiang bendera sendirian "Nana.....Nana.... Nana... wajah kamu pucat sekali kamu lemas banget ini Aku tadi belikan kamu minuman serta Aku punya cemilan minum dulu gih..." Ucap Vika peduli dengan Nana. Mala dengan santuy datang menemui mereka "Loh... kalian kenapa duduk disini depan kelas 12 lagi kayak nggak ada kerjaan, loh... ngomong-ngomong wajah kamu pucat banget Na... kamu sakit??" Canda Mala tak tau keadaanya "Diem kamu La...jangan bercanda mulu sekarang kamu jagain Nana Aku pergi bentar dulu" Hentak Vika yang tak biasanya menghentak Mala. "Apaan sih main hentak-hentak aku kan nggak tau apa-apa" (Dalam hati Mala).


_____🤗🤗🤗🤗


Vika mengejar Vandi yang sedang berjalan bersama Rizal menuju parkiran "Kak Rizal tunggu....." Jerit Vika dari kejauhan dengan pendengaran yang agak Samar-samar "apa deg..."ucap Rizal ketika Vika mendekat "Aku izin ya kak..."ucap Vika sambil menampar Vandi yang sedang berjalan "apa-apaan kamu tampar Aku sembarangan Vika" marah Vandi pada Vika "Intropeksi diri dong kamu udah buat Nana dihukum hingga dia lemas dan pucat itu semua kan kamu yang lakuin lalu sekarang main pergi-pergi aja tanpa rasa bersalah, kamu ini laki-laki yang nggak punya perasaan banget sih hati lo itu kau taruh mana sih... kamu itu lahir dari apa sih sekarang kamu tolongin Nana kamu balik badan dan hampiri Nana sekarang" Ucap Vika dengan nada tinggi dan amarah yang meluap. Vandi akhirnya mengikuti apa kata Vika dan mengikuti Vika menghampiri Nana yang sedang lemas dan pucat itu terlihatnya Nana di depan muka Vandi dengan rasa bersalahnya ia meminta maaf pada Nana "Maaf kan Aku Na...kamu nggak papa kan, Yaudah kalau gitu Aku anterin kamu ke rumah kamu yuk..." ucap Vandi meminta Maaf "Nggak usah ditanya lagi anterin pulang sekarang" Kata Vika nada tinggi "Nih anak nyuruh-nyuruh guwe mulu" (Dalam hati Vandi).


____😤😤😤


Tanks For READING 😆😆