
Mereka bertiga berjalan bareng ke kantin, Nana tetap tersenyum walaupun senyumannya hanya palsu atau fake smile.
Mala melihat Vandi dengan Rizal makan di kantin, lalu ia menghampiri keberadaan Vandi dan duduk disampingnya.
Setelah ia duduk di samping Vandi ia memanggil sahabat-sahabatnya dan menyuruhnya gabung dengan mereka.
Nana, Vika, Mala, Vandi dan Rizal mereka satu meja bersama, mereka pesan makanan lalu menyantapnya ketika Mala dan Vandi bersama ia selalu mesra.
berawal dari Vandi menyuapi Mala dengan sepenuh cinta karena ternyata dari awal Vandi melihat Mala ia ternyata jatuh cinta dengan Mala.
Nana sangat tidak kuat melihat mereka berdua bermesra-mesraan di depannya dengan senyuman, ia izin pergi ketoilet bilangnya kebelet.
Nana berlari ke toilet dan berkaca menangis dan meraba-raba wajahnya bahkan ia memukul-mukul kaca yang ada di depan mukanya.
Lama menunggu Nana yang ada di toilet, bahkan waktu istirahat akan selesai makanan Nana sama sekali belum ada yang dimakan.
Lalu Vika izin melihat Nana jangan-jangan terjadi sesuatu pada Nana.
Ia menyusul Nana ke toilet dilihat dari pintu masuk ternyata Nana menangis di depan kaca dan meratapi semua itu.
Vika datang dari belakang Nana memegang bahu Nana yang sedang hancur hatinya dan menenangkan Nana.
Usaha yang dilakukan Vika tidak berhasil hingga akhirnya waktunya masuk sudah berbunyi, Nana mengusap dan membilas wajahnya yang terbasahi oleh air mata tangisannya.
Vika mengajak Nana keluar dari toilet dan tidak perlu membayar makanannya karena sudah dibayar oleh Mala.
Mereka langsung masuk kelas dan melanjutkan pelajaran seperti biasa. Sela waktu ketika guru sibuk memainkan hp nya sesekali Vandi bertanya pada Nana.
"Kamu tadi nggak istirahat emang nggak lapar apa... maaf ya tadi aku makan makanan kamu"
Nana hanya menjawab singkat yaitu y Vandi menelusuri mengapa Nana sangat berubah padanya bahkan drastis tidak seperti biasanya.
Vandi pergi tanpa harus mendengarkan ocehan Vika yang baginya tidak penting.
Pulang sekolah.....
seperti biasa Nana dan Vika pulang bareng yang membedakan sekarang adalah setiap pulang sekolah Mala tidak pernah jalan bereng lagi bersama mereka.
Vika melihat Mala dan Vandi pulang bersama sebelumnya ia juga melihat Vandi memasangkan helm pada Mala denga kasih sayang.
Nana tanpa menoleh ke belakang karena jika ia menoleh kebelakang dia sudah yakin kalau nanti dia pasti akan sakit hati melihat kemesraan Mala dan Vandi.
Nana dan Vika langsung pergi dari sekolah tanpa menunggu kepergiaan Vandi dan Mala terlebih dahulu.
Karena Vika juga melihat wajah Nana nggak kuat melihat hal semua itu, Vika aja kalau lihat kadang juga iri apa lagi Nana yang sayang sama Vandi.
Nana salam sebelum masuk rumah dan menyalimi tangan kakek Ridho dan nenek Zakiya, Nana langsung memeluk nenek Zakiya dan menangis sendu.
Nenek Zakiya mengelus-elus kepala Nana dan khawatir pada Nana.
"Ada apa ndo...."
"Nana sakit hati nek"
Nana cerita pada neneknya tentang sakit hati yang ia rasakan saat ini.
Setelah hati Nana tenang dengan nasehat-nasehat yang di berikan nenek ia langsung makan dan bersiap-siap untuk hari pertama masuk Les pendidikan Ganesha.
kurang menarik ya.... komen aja di bawah👌