The Forgetten Wife

The Forgetten Wife
Rencana kembali ke Azurri



Alex menyandarkan punggungnya dan dia seperti sedang memikirkan sesuatu. Wajahnya


masih menyimpan kemarahan terhadap Pedro dan juga pada orang-orang yang sudah memberikan pengaruh buruk terhadap anak yang awalnya sangat baik.


“Bagaimana bisa Maura dan Santos membuat Pedro menjadi mesin untuk membalas dendam mereka


padaku,” kata Alex pada Jenny.


“Maaf Tuan. Menurut saya, apapun yang kita pikir tidak mungkin, maka mereka pasti akan menjadi mungkin,” jawab Jenny membuat Alex tersenyum.


“Kamu pernah menjadi pengawal Maura walaupun sangat singkat, menurutmu apa yang menjadi alasan Maura untuk membalas dendam?”


“Maura. Dia adalah wanita yang menganggap dirinya sebagai korban. Dia tidak bisa menerima


kalau setiap kesalahan yang dia lakukan pasti akan mendapatkan hukuman.”


“Kau benar. Dan aku berpikir ketika Maura bunuh diri dan ternyata tidak benar, maka sudah


selesai urusan dan segala hubungan ku dengan nya,” keluh Alex. “Apakah James sudah menghubungi mu?” tanya Alex.


“Belum Tuan. James belum mengirim pesan ke saya.”


Mobil yang dikemudikan oleh Alfon sudah memasuki halaman rumah keluarga Sioulus ketika


Jenny mengatakan James sudah mengirim pesan ke email Alex.


“Kenapa harus emai?” tanya Alex tidak mengerti.


“Maaf Tuan, Saya juga tidak tahu,” jawab Jenny.


“Aku akan mengeceknya ketika sudah berada di dalam rumah.”


“Baik Tuan,” jawab Jenny.


Alex membukan pintu mobil mewahnya yang dikemudikan oleh Alfon ketika mobil tersebut


berhenti di depan teras.


“Kamu cari informasi mengenai perkembangan Profesor Wildan,” katanya ketika melangkah


masuk ke dalam rumah.


“Baik Tuan.”


Alex berjalan masuk ke dalam rumahnya yang besar dan melihat Ciro sedang berbicara


melalui telepon selular. Dan Ciro hanya menganggukkan kepalanya saat melihat Alex yang tersenyum.


Tidak ada yang mengetahui isi hati dan perasaan yang Alex ketika melihat putra yang menjadi kebanggaannya menganggapnya seperti orang asing.


Khay melihat Alex yang baru pulang dan bertemu dengan Ciro yang sedang bicara di ponselnya. Dan dia melihat kalau Ciro hanya menganggukan kepala pada Alex. Tidak ada kalimat sapaan seperti yang biasa putra mereka lakukan bila Alex pulang.


“Mami yakin papi bisa mengatasinya,” kata Khay menyentuh pundak Alex dari belakang.


Alex segera berbalik dan melihat Khay yang berada di belakangnya. “Papi sedang mencari


orang yang membuat racun tersebut. Dan berharap mereka bisa menemukan dengan cepat,” jawab Alex tersenyum menenangkan.


“Papi pasti mampu,” kata Khay dengan yakin.


“Terima kasih sayang.”


Mereke berjalan memasuki kamar dan Khay segera membantu Alex melepaskan dasi suaminya.


“Papi berpikir untuk membawa Ciro kembali ke Italia. Bagaimana menurutmu?” tanya Alex dengan kedua tangan yang memegang pinggul Khayrani.


“Buat mami tidak masalah. Kalau memang itu terbaik buat Ciro,” jawab Khay yang kini


membantu Alex melepaskan jas dan dia mengerutkan alisnya ketika melihat ada kotoran di lengan jas yang dikenakan oleh Alex.


“Papi melakukan sesuatu hari ini?” tanya Khay memperlihatkan lengan jas yang kotor.


“Hanya bertarung sedikit untuk mengatasi Pedro,” jawab Alex tanpa beban agar Khat tidak khawatir.


“Pedro? Siapa dia?”


“Orang yang sudah memberi racun ketika Ciro tidak berdaya,” jawab Alex dengan suaranya yang dalam.


“Lalu? Di mana dia sekarang?”


“Papi memulangkannya ke Italia.”


“Begitu mudah?” tanya Khay tidak percaya Alex bisa melepaskan musuhnya begitu mudah.


“Tentu saja tidak mudah sayang. Papi akan menukar Pedro dengan obat penawar untuk Ciro.”


“Bagaimana kalau mereka tidak menerimanya?” tanya Khat khawatir.


“Mereka akan menerimanya. Karena pilihan mereka hanya 2. Memberikan obat penawar tersebut atau aku akan menghancurkan mereka semuanya,” jawab Alex dengan suara yang membuat Khay memandang Alex.


“Mami mohon papi tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum,” pinta Alex.


“Mami tidak perlu khawatir,” kata Alex tersenyum untuk menenangkan Khayrani.


Alex merangkul tubuh Khay yang masih kencang dan sangat seksi dengan bibir tersenyum. “Bagaimana mungkin Khay tidak tahu apa yang sudah aku lakukan sepanjang perkawinan kami. Dan dia berpikir aku selalu bertindak sebagai laki-laki yang baik hati.” Katanya tertawa dalam hati.