
Mereka melihat seorang pemuda berjalan setengah berlari menuju jalan raya tempat Jenny memarkir mobilnya.
“Apakah dia Pedro?” tanya Alex memastikan.
Sementara Jenny sedang menerima telepon dari anak buahnya Erick dan mereka segera bersiap untuk menyambut Pedro.
“Benar Tuan,” jawab Jenny dengan suara yakin.
Alex keluar dari dalam mobil dengan wajah yang penuh dengan kemarahan sementara Jenny sudah siap dengan senjatanya.
“Pedro!”
Suara Alex menghentikan lari pemuda yang memiliki luka codet pada wajah tampannya.
“Anda?” suara Pedro bergetar ketika melihat Alex berdiri tidak jauh darinya.
“Masih ingat denganku?” suara Alex seperti memaku kaki Pedro.
Mata Pedro menatap segan dan ada rasa takut ketika dia berhadapan langsung dengan Alex.
Pria yang sangat disegani dan selalu membantunya pada saat ibunya yaitu Maura pergi bersama kekasihnya.
“Aku … Aku tentu saja ingat dengan Anda,” dengus Pedro yang kembali menemukan keberanian.
“Benarkah? Yang aku tahu Pedro adalah bocah yang sangat bertanggung jawab. Tapi yang aku lihat sekarang tidak lebih daripada seorang laki-laki pengecut.”
Suara Alex yang mengatakan dirinya pengecut membuat mata Pedro berkilat. “Anda tidak tahu siapa saya Tuan.”
“Tentu aku tidak mengetahuinya. Siapa yang mencuci otakmu? Aku tahu kamu berhubungan dengan Santos, tapi aku tidak menduga kamu juga meniru sifat pengecutnya,” kata Alex lagi membuat Pedro seperti ditelanjangi.
“Anda tidak tahu apa-apa.” Bentak Pedro.
Alex berjalan mendekat ke tempat Pedro berdiri dan langkahnya sangat pasti membuat Jenny yang berada di dalam mobil menjadi waspada.
“Aku memang tidak tahu siapa dirimu yang sekarang Pedro. Tapi aku sangat kagum dengan cara kerjamu yang sangat kotor. Kenapa kamu mencelakai Ciro?”
“Aku berharap Anda merasakan bagaimana kehilangan orang yang sangat Anda cintai. Seperti aku yang kehilangan Maura,”sahut Pedro.
“Dan kamu tahu dengan jelas siapa Maura. Dan apa yang menyebabkannya meninggal.”
“Tapi dia tidak akan bunuh diri kalau Anda tidak membuatnya menderita. Anda sudah membuat ibuku kehilangan akal sehatnya. Selama ini dia hidup bukan seperti layaknya manusia,” sergah Pedro membuat Alex terkejut.
“Benar. Santos menyelamatkannya setelah dia minum racun. Tapi dia mengalami kehilangan beberapa fungsi organ di tubuhnya. Jadi aku ingin melihat pewaris Sioulus yang terhormat juga merasakan apa yang dirasakan oleh ibu ku.”
Suara tawa Pedro membuat Alex siaga. Entah mengapa Alex tahu bahwa Pedro sedang merencanakan sesuatu.
Dan terbukti. Pedro melancarkan serangan pada Alex dengan pisau yang diambil dari belakang pinggangnya.
Alex sangat marah dengan serangan yang dilakukan oleh Pedro. Dengan gerakan yang tidak terduga Alex berhasil menjatuhkan pisau di tangan Pedro.
Alex melayani serangan Pedro layaknya seorang petarung. Dan gerakannya masih lincah seperti yang biasa dia lakukan bersama Erick.
“Kenapa berhenti? Apa kamu sudah terbiasa bermain curang Pedro? Aku tahu kamu memberi racun pada Ciro saat putraku tidak berdaya. Dan kamu bukan seorang pria yang hanya bisa menyerang dari belakang. Sampai kapan kamu bisa menghadapi Ciro secara langsung. Heh?” Suara Alex yang mengejek.
Pedro hanya membungkuk merasakan sakit di perutnya akibat serangan yang diterimanya dari Alex. Dan wajahnya tiba-tiba tersenyum licik ketika dia berdiri tegak dengan tangan sudah memegang senjata api.
“Seperti yang Anda katakan, aku hanyalah laki-laki pengecut. Dan tidak masalah bukan kalau aku membunuh Anda dengan senjata di tanganku ini?” tanya Pedro dengan suara tawa penuh kemenangan.
“Huh. Ternyata kamu bukan laki-laki. Kamu bahkan kalau dari seorang pria tua seperti aku? Aku sangat malu mendengar kata-katamu Pedro.”
“Cukup! Aku tidak membutuhkan ceramah Anda.” Kata Pedro gusar.
Dan aku justru sangat beruntung Anda datang sendiri ke hadapanku. Aku tidak tahu harus mengatakan Anda manusia tolol atau manusia yang tidak bisa memperhitungkan keadaan? Anda datang padaku tanpa memakai senjata apapun. Sayang sekali Tuan. Aku bukanlah manusia terhormat seperti Anda.”
Dengan tawanya yang keras dan bangga akan dirinya sendiri, Pedro dengan kedua tangan mengarah ke dada Alex dan jarinya sudah berada di pelatuk.
Wajah Pedro begitu pucat ketika tangannya seperti kesemutan saat sebuah tembakan mengenai pergelangan tangannya.
Tanpa dapat dikendalikan, senjata itu terlepas dari genggaman tangannya saat pergelangannya yang basah secara perlahan mengering dan dia merasakan tubuhnya lemas. Seperti tidak mempunyai tulang.
“Kau … Ternyata kamu lebih pengecut Alex. Kamu tidak bisa melakukannya secara terbuka. Kau bahkan menyuruh seorang wanita bekerja padamu. Cih kamu benar-benar hina,” suara Pedro begitu keras sebelum dia mendapatkan tendangan yang sangat kuat diwajahnya yang berasal dari kaki Jenny.
“Akan kita lihat, apakah kamu bisa minta Santos menemukan obat penawarnya. Jenny! Segera infokan pada James dan Erick untuk mencari keberadaan Santos dan juga Maura. Aku ingin mereka melihat hasil kerja mereka selama ini,” perintah Alex pada Jenny sementara beberapa anak buah Alex segera membopong tubuh Pedro.
“Aku rasa kalian harus menutup mulutnya, sebelum telinga kalian rusak. Aku rasa dia menyimpan racun di mulutnya,” beritahu Alex membuat anak buahnya segera mencari kain untuk menutup mulutnya.
“Apakah kita memulangkannya segera?” tanya Jenny setelah berada di dalam mobil bersama Alex yang sedang membersihkan tangannya.
“Hm. Charterd pesawat untuk memulangkannya. Aku tidak akan mengotori pesawat pribadi ku dengan manusia kotor seperti dia.”
“Baik Tuan.”