The Forgetten Wife

The Forgetten Wife
Bilora



Alex berjalan di depan diikuti oleh Jenny dan para pengawalnya yang lain serta seorang petugas keamanan rumah sakit menuju ruangan Profesor Wildan.


Dengan ketukan pelan, Alex mengetuk pintu dan tidak berapa lama kemudian pintu terbuka dan terlihat seorang wanita cantik.


Mata Alex menatap curiga wanita yang baru keluar dan minta pengawalnya untuk menahan wanita tersebut.


Penolakan dan juga keributan sempat terjadi saat wanita itu berdebat sementara Alex dan satpam bergegas untuk masuk ke ruangan Prof Wildan.


Wajah Alex terlihat gelap dan kemarahan nya memuncak ketika mengetahui keadaan Profesor Wildan yang sudah tidak sadarkan diri.


Dengan langkah seperti terbang, Alex melangkah keluar dan meminta Jenny untuk membawa wanita asing itu keluar setelah Alex melumpuhkannya hingga pingsan. Dan membawanya saat sekuriti masih berada di dalam ruangan.


"Sekuriti! Hubungi dokter cepat!" perintah Alex pada sekuriti yang datang bersamanya.


Suara langkah kaki terdengar dari luar ruangan dan tidak berapa lama terlihat 2 orang dokter dan seorang perawat datang ke ruangan tersebut.


"Apa yang terjadi?" tanya salah seorang dokter pada Alex.


"Aku tidak tahu. Aku tiba di sini dan prof sudah tidak sadarkan diri. Sebaiknya kalian periksa kamera cctv. Dan kalian bisa mengetahui nya," jawab Alex dengan suaranya yang terdengar begitu mengancam.


"Aku akan pergi dan bersedia memberikan keterangan bila kalian membutuhkan," katanya lagi sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Baik Tuan. Terimakasih sudah membantu kami," jawab dokter sambil memeriksa keadaan Profesor Wildan.


Alex meninggalkan rumah sakit bersama dua orang pengawal nya sementara Jenny dan yang lainnya sudah pergi lebih dulu.


Kemarahan Alex begitu memuncak hingga tidak ada seorangpun pengawalnya yang berani bicara.


Setelah mobil yang ditumpangi Alex melaju cukup lama, akhirnya mereka tiba di sebuah gudang. Dan Alex segera keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam gudang.


Disebuah ruangan yang cukup luas, terlihat seorang wanita berdiri dengan tangan terikat ke atas dan kakinya berjinjit agar bisa berdiri seimbang.


"Siapa Dia? Mengapa kalian perlakukan seperti itu?" tanya Alex tajam.


"Saya sudah periksa identitas nya. Nama nya Bilora. Kami tidak tahu ada hubungan apa dengan Nyonya Maura," jawab Jenny sambil memberikan kartu identitas wanita itu.


"Maura? Dan kamu sudah dapat informasi nya?" tanya Alex sambil mengernyitkan keningnya.


"Maaf Tuan. Kami belum bisa mendapatkan seluruh informasiya. Dari waktu yang sangat singkat ini kami baru mengetahui kalau Bilora adalah putri dari keluarga Alan Danios. Dan dia selama ini berteman dengan Leticia," Jawab Darius.


"Laticia? Bagaimana bisa? Dan bagaimana kamu menyimpulkan kalau dia ada hubungan dengan Maura?" tanya Alex pada Jenny.


"Bilora tadi berteriak dan mengatakan kalau Maura tidak akan membiarkan Tuan hidup tenang," jawab Jenny.


"Dan?"


"James dan beberapa orang sedang menjemput Alan Danios dan istrinya," jawab Darius.


Darius melepaskan kain penutup wajah Bilora sehingga Alex dapat melihatnya.


"Apa tujuan mu menemui Profesor Wildan?" tanya Alex dengan wajah dan suara mengancam.


Mata wanita itu melotot marah dan suaranya mengeluarkan kata-kata kotor hingga Alex tertawa. Tawa yang lebih menakutkan daripada saat dia bertanya.


"Bagaimana bisa wanita secantik dirimu memiliki kosa kata yang sangat buruk. Apakah aku harus bertanya pada Alan Danios? Atau aku harus memaksa Maitra? Kamu tinggal pilih. Dan menurut ku James akan segera menghubungi ku," ancam Alex.


"Brengsek! Orang tuaku tidak bersalah. Dia tidak pernah mengetahui apa yang aku kerjakan."


Ada nada ketakutan pada suara dan Mata Bilora. Dia sudah mendengar apa yang bisa dilakukan oleh Alex dan orang-orangnya.


"Dimana kamu mengenal Putraku dan Profesor Wildan? Tapi apa yang sudah kamu lakukan. Jadi mengapa aku tidak bisa melakukannya?"


Suara Alex saat bicara membuat Bilora ketakutan.


"Jadi. Katakan siapa yang memberi perintah dan apa tujuannya?"


"Aku tidak tahu apa yang kau katakan?"


"Tidak tahu? Bagaimana kalau aku melepaskan mu ke dalam kolam? Mungkin kamu dapat mengingatnya," kata Alex.


"Darius, bawa dia ke akuarium ikan Piranha. Aku ingin lihat apa yang akan dikatakan saat tangannya di sapa oleh ikan-ikan disana!"


"Baik Tuan."


Darius dan beberapa orang lainnya melepaskan tali yang mengikat Bilora dan membawa wanita itu ke akuarium yang tidak begitu besar dan berada di sudut ruangan.


Wajah Bilora begitu ketakutan ketika melihat Alex tidak main-main dengan ancamannya.


Darius sudah memegang tangan Bilora untuk memasukkan tangan wanita itu ketika Bilora berteriak histeria.


"Hentikan ... Aku akan mengatakan nya. Tapi aku mohon berikan aku dan keluargaku perlindungan."


Bilora meratap dan memohon belas kasihan dari Alex.


"Kenapa?" Kata Alex dingin.


"Karena dia bisa melakukan apapun pada orang yang sudah berkhianat."


"Siapa Dia?"


"Putra Nyonya Maura. Wanita yang pernah menjadi istri Anda.